Kebanggaan Dunia Pada Obama Menguat, Dari Meksiko Obama Tegaskan Kelanjutan Perang Terhadap NARKOBA (Heal The World, Make It Better Place, Mr Obama)

JAKARTA 17 APRIL 2009 (KATAKAMI)  Persis tanggal 20 April mendatang, Presiden Barack Obama memasuki bulan ke-3 memerintah di Amerika Serikat. Pemimpin muda yang tak cuma membuat rakyat AS saja yang terkesima atas kecerdasannya.

Tahun 2007 silam, saat dimana INDONESIA belum begitu “welcome” terhadap figur Obama yang sudah mengumumkan bahwa dirinya akan melangkah maju pada Pilpres AS 2008, Pemimpin Redaksi KATAKAMI telah meyakini bahwa Obama akan memenangkan pertarungan itu.

Sehingga, sejumlah petinggi di negara ini (yang tak usah kami sebutkan namanya), mendapat pemberian sederhana dari Pemimpin Redaksi KATAKAMI yaitu buku biografi Barack Obama yang sudah mulai dijual di Toko Buku Gramedia. Kami memberikan buku itu sebagai alternatif bacaan tentang akan munculnya seorang pemimpin baru yang relatif berusia muda di blantika perpolitikan AS.

Barangkali saat memasuki tahun 2007, banyak orang yang belum yakin bahwa Obama punya kans yang besar untuk menang. Tapi kami mempunyai firasat yang baik bahwa pemimpin muda yang satu ini memang akan memenangkan pertarungan politik di AS. Ia bukan cuma seorang orator yang ulung. Tetapi dari setiap kalimat yang diucapkannya, ada daya tarik yang bagaikan magnet akan menarik perhatian dan kepercayaan dari siapa saja yang mendengarnya.

Bahkan, dalam hitungan waktu yang mundur ke belakang, saat Pemimpin Redaksi KATAKAMI masih bekerja sebagai wartawati di Radio Voice Of America (VOA) -  untuk periode 2003-2008 -  pada masa awal Obama memulai debutnya sebagai kandidat Capres di AS yaitu tahun 2006 kami sudah membuka situs dari Obama dan mendaftarkan alamat EMAIL kami untuk terus dikirimi kabar terbaru tentang Obama. Padahal, beberapa rekan senior kami di Radio Voice Of America (VOA) sendiri yaitu mereka yang sudah puluhan tahun tinggal di AS, belum mengetahui bahwa Obama membuka situs pribadi dan rutin mengirimi kabar terbaru tentang debut politiknya.

Saat ini, Presiden Obama berada di Meksiko dan telah mengadakan pembicaraan Tete A Tete atau pembicaraan empat mata dengan Presiden Meksiko

Dari laporan Radio Voice Of America (VOA) disebutkan bahwa Presiden Obama dan Presiden Meksiko Felipe Calderon telah menyepakati kerjasama untuk melawan perdagangan narkoba, Kamis (16/4/2009).

Obama memuji usaha Meksiko untuk menumpas kartel narkoba dan mengatakan Amerika Serikat akan melakukan bagiannya untuk menanggulangi permintaan Amerika akan narkoba dan arus senjata dan uang tunai di perbatasan.  Ia mengatakan demikian setelah bertemu dengan Presiden Calderon di Kota Meksiko.

Obama mengatakan ia menghendaki Kongres Amerika menyetujui perjanjian yang membatasi ekspor senjata Amerika ke negara-negara Amerika Latin dan terus mendanai program yang akan memberi kepada Meksiko helikopter militer untuk membantu perang narkoba.

Barangkali kami salah dan mohon maaf jika kami memang salah, rasanya pernyataan terbuka Presiden Obama di Meksiko tentang PERANG MELAWAN NARKOBA ini adalah pernyataan terbuka pertama sejak ayah dari 2 anak ini resmi menjabat sebagai PRESIDEN AS yang ke-44.

Tapi, entah itu memang pernyataan terbuka yang pertama atau yang ke berapapun juga, satu hal yang disayangkan dari Presiden Obama.

Apakah kerjasama dan konsistensi AS dalam memerangi NARKOBA itu hanya ditujukan kepada Meksiko ?

Tidakkah Obama mengetahui atau menyadari bahwa negara-negara lain di dunia ini, sungguh juga ingin agar AS dengan sangat sungguh-sungguh memberikan bantuan yang serius dan kuat sekali dalam memerangi NARKOBA ?

Termasuk Indonesia, cq MABES POLRI, tentu memerlukan dukungan yang lebih kuat dari AS dalam memerangi NARKOBA.

Dari Situs Resmi MABES POLRI (WWW.POLRI.GO.ID) diperoleh data resmi hasil kerja Jajaran Direktorat IV (Narcotics And Organized Crimes) Bareskrim POLRI pada pertengahan April 2009 ini bahwa kasus tindak pidana narkoba periode 2009 yang berhasil ditangani sampai bulan Februari 2009 adalah 803 kasus narkoba dengan penetapan status tersangka kepada 1068 orang, kasus psikotropika sebagai 973 dengan jumlah tersangka 1299 orang.

Tentu kinerja yang sebaik ini memang pantas dihargai.

Dan yang perlu ditekankan juga kepada MABES POLRI adalah kesungguhan dalam pemberantasan narkoba itu sendiri. Artinya, tidak dibiarkan jika patut dapat diduga ada oknum-oknum didalam internal MABES POLRI yang justru terlibat dalam perdagangan gelap narkoba di tingkat nasional dan internasional.

Jangan dibiarkan juga, jika patut dapat diduga ada oknum POLRI yang “main mata” dengan oknum KEJAKSAAN dalam melakukan kongkalikong untuk meraup uang panas dari kasus-kasus narkoba dengan seribu satu macam akal busuk yang dirancang dan disepakati bersama.

Jangan dibiarkan juga, jika patut dapat diduga ada permainan pada pasal-pasal yang bisa ditetapkan dalam kasus narkoba dan dari pemilihan pasal-pasal hukum itu dapat diraup keuntungan yang tak ternilai harganya.

Jangan dibiarkan juga, jika patut dapat diduga bergelimpangannya barang bukti narkoba menjadi sasaran empuk oknum polisi dan jaksa untuk menjualnya kembali ke “pasaran” atau mengkonsumsinya sendiri.

Jangan dibiarkan juga, jika patut dapat diduga ada bandar dan mafia narkoba kelas KAKAP (bahkan kelas IKAN HIU dan IKAN PAUS) yang diloloskan dari jerat hukum oleh oknum PERWIRA TINGGI POLRI.

Dalam hal ini contoh yang sangat nyata adalah kasus bandar dan mafia narkoba LIEM PIEK KIONG alias MONAS, yang patut dapat diduga sudah 3 kali berturut-turut diloloskan dari jerat hukum yang memungkinkan diri si bandar keparat ini mendapatkan VONIS MATI dari majelis hakim.

Bayangkan, bandar dan mafia narkoba MONAS ini terakhir kali ditangkap JAJARAN POLRI pada bulan Agustus 2007 di Apartemen Taman Anggrek Jakarta Barat dengan barang bukti 1 JUTA PIL EKSTASI.

Dari 9 orang yang ditangkap, hanya 3 orang saja yang diajukan oleh PENYIDIK POLRI kepada pihak KEJAKSAAN dan ketiga telah mendapatkan VONIS MATI dari majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Salah seorang diantara yang mendapatkan VONIS MATI itu adalah CECE (isteri dari bandar dan mafia narkoba MONAS) yang saat ini ditahan di Rutan Pondok Bambu Jakarta Timur dan dari balik jeruji besi tetap mengendalikan perdagangan gelap narkoba.

Sedangkan yang 6 orang (salah seorang diantaranya adalah MONAS, sang bandar dan mafia pemilik1 JUTA PIL EKSKTASI itu) justru dibebaskan dari jerat hukum pada kasus narkoba Taman Anggrek. Lalu yang 5 orang lainnya itu adalah sekelas MONAS juga alias rekan sesama bandar dan mafia narkoba, dimana sampai detik ini MONAS dan kelima bandar keparat itu tak pernah lagi kelihatan batang hidungnya pasca penangkapan di Apartemen Taman Anggrek (November 2007).

Sebenarnya, betapa malunya kita sebagai sebuah bangsa bahwa ada fakta seperti ini di Indonesia.

Sebenarnya, betapa malunya kita sebagai sebuah bangsa bahwa patut dapat diduga seorang PERWIRA TINGGI POLRI yang ditugasi memberantas narkoba di negeri ini malah menjadi BEKING UTAMA dari sindikat para bandar dan mafia narkoba internasional.

Sedihnya lagi, oknum PERWIRA TINGGI POLRI yang patut dapat diduga menjadi beking utama tersebut justru merupakan KOLEGA dari Aparat Penegak Hukum AS (terutama FBI dan DEA). Sehingga, pada era pemerintahan Presiden Barack Obama, FBI dan DEA harus membuka matanya secara lebar-lebar (Please open your eyes, man !) agar mulai detik ini mereka memasukkan nama oknum PERWIRA TINGGI yang patut dapat diduga sebagai beking dari sindikat bandar dan mafia narkoba internasional itu ke dalam daftar hitam AS atau di-black list. 

Jika patut dapat diduga ada segelintir orang dalam internal POLRI dan KEJAKSAAN yang melakukan penyimpangan dan pelanggaran hukum maka perbuatan mereka tidak bisa digenelarisir sebagai kelemahan kesalahan atau kekurang-seriusan MABES POLRI dan KEJAKSAAN sebagai institusi dalam menangani kasus-kasus narkoba.

MABES POLRI sebagai institusi adalah sebuah lembaga hukum yang sepenuhnya harus didukung oleh semua pihak dalam menangani kasus-kasus tindak pidana narkoba di negeri ini. Begitu juga halnya dengan KEJAKSAAN.

 

MABES POLRI sebagai institusi adalah sebuah lembaga hukum yang sepenuhnya juga perlu tetap didukung secara kuat oleh AS, dalam hal ini sepanjang masa pemerintahan Presiden Barack Obama.

Walau ada beberapa kelemahan disana-sini, semua itu sangat wajar dalam perjalanan hidup sebuah bangsa seperti INDONESIA. Artinya, Presiden Obama tak perlu ragu untuk juga mengarahkan pandangannya dalam bekerjasama dengan INDONESIA untuk memerangi NARKOBA.

Selain tetap membangun kerjasama dan dukungan penuh untuk kelanjutan penanganan terorisme yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku (sudah bukan saatnya lagi isu terorisme dijadikan komoditi “bombastis”), AS tetap dapat meningkatkan kerjasama di bidang penanganan narkoba.

Seruan Obama dari Meksiko tentang konsistensi AS dalam memerangi narkoba, patut dihargai.

Dan ini membuat harapan dunia kepada figur Obama menjadi lebih besar untuk membuat kehidupan ini menjadi baik.

Obama dengan kedigdayaan AS, diharapkan akan menjadi motor untuk membuat PERUBAHAN (CHANGE) juga ke arah yang jauh lebih mensejahterakan kehidupan manusia.

 

Walau di Indonesia ini, pemerintahnya patut dapat diduga melindungi beking dari sindikat para bandar dan mafia narkoba internasional (semacam Liem Piek Kiong alias MONAS), tetapi Obama tak perlu ragu untuk tetap membantu Indonesia dengan segala potret realita yang tak begitu menyenangkan ini.

Saat mendengar kabar bahwa Presiden Obama menyatakan AS melanjutkan PERANG MELAWAN NARKOBA dengan memberikan dukungan kepada Meksiko, hati ini rasanya menjadi lebih bangga dan ikut senang.

Sebab, Presiden Obama pasti akan mewujudkan janji dukungan itu secara nyata.

Dalam hal pemberantasan NARKOBA ini, keseriusan Obama yang saat ini menjadi orang nomor satu di AS, membuat kami teringat pada sebuah lagu yang diciptakan dan dinyanyikan oleh Michael Jackson. Obama dan AS diharapkan melanjutkan terus dukungan dan bantuan mereka yang seluas-luasnya kepada negara mana saja (termasuk INDONESIA) dalam melakukan PERANG TERHADAP NARKOBA.

Yes, you can also CHANGE the world, Mr President. 

Make it better place … for you and for me !

Dan sambil menyendiri, entah dimanapun juga, barangkali baik untuk Obama untuk mendengarkan lagu Michael Jackson tadi (HEAL THE WORLD) :

 

There’s A Place In
Your Heart
And I Know That It Is Love
And This Place Could
Be Much
Brighter Than Tomorrow
And If You Really Try
You’ll Find There’s No Need
To Cry
In This Place You’ll Feel
There’s No Hurt Or Sorrow
 

 

There Are Ways
To Get There
If You Care Enough
For The Living
Make A Little Space
Make A Better Place

 

 

Reff :
Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me
 

 

If You Want To Know Why
There’s A Love That
Cannot Lie
Love Is Strong
It Only Cares For
Joyful Giving
If We Try
We Shall See
In This Bliss
We Cannot Feel
Fear Or Dread
We Stop Existing And
Start Living

Then It Feels That Always
Love’s Enough For
Us Growing
So Make A Better World
Make A Better World…

 

 

(MS)

Macan Sumatera Macan Tutul, Eh Eh Komjen Gories Rapat Rahasia Apa Tuh Di Sentul ? Alamak …

Jakarta 16 APRIL 2009 (KATAKAMI)  Dalam beberapa kali kesempatan, lewat tulisan-tulisan yang sarat dengan analisa di bidang politik, hukum dan keamanan, kami kerap kali menggunakan sebuah kalimat bijak yang terdengar sangat merdu serta menentramkan hati.

Kalimat bijak itu berbunyi, “Kebenaran ibarat air sungai yang mengalir, ia akan mengalir walau dibendung !”

Yang pertama kali menyampaikan kalimat bijak yang sungguh indah ini adalah Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali.

Dan sejak pertama kali kami mendengar kalimat bijak ini, ada ketertarikan yang berdaya magnet sangat kuat. Semangat untuk menyuarakan kebenaran dalam jejak kaki yang menapak pada kehidupan ini, menjadi semakin kokoh dan kuat tak terkalahkan oleh kekuatan duniawi apapun.

Profesi sebagai jurnalis, beda-beda tipis dengan prajurit TNI / POLRI yang ada di menengah ke bawah.

Ditempa oleh waktu secara keras. Tetapi sekeras apapun pengabdian itu, tetap saja tak akan membuat hidup menjadi kaya raya bak konglomerat atau milyuner atau bahkan trilyuner karena sodokan eh sogokan uang panas dari sana sini (misalnya saja sogokan dari bandar narkoba kelas sindikat mafia internasional agar terlepas dari jerat hukum di bumi pertiwi ini).

Itu sebabnya, sebagai sesama anak bangsa, ada dorongan yang kuat juga dalam diri kami untuk memberikan support sangat tinggi kepada TNI / POLRI untuk bertugas secara baik sebaik-baiknya. Tanpa harus menjadi tercoreng-moreng wajahnya karena ulah segelintir orang yang haus dan gelap mata akibat silaunya kekuasaan.

Tapi sebelum kami lanjutkan, kabar terbaru yang cukup mengejutkan adalah sebuah pertemuan rahasia yang dilaku seorang PERWIRA TINGGI POLRI berbintang tiga di kawasan SENTUL, BOGOR, JAWA BARAT.

Komjen GM yang patut dapat diduga menjadi beking bandar narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS

Untuk menyampaikan pesan seseorang yang sangat penting kepada seseorang yang juga “penting” maka PERWIRA TINGGI POLRI ini meminta agar pertemuan digelar di tempat seseorang di kawasan SENTUL, BOGOR JAWA BARAT pada hari Selasa 14 April 2009.

Ada kalimat bijak yang mengatakan, “Tak ada rahasia apapun didunia ini yang tak akan dibuka oleh kekuatan Tuhan, sepanjang dibukanya rahasia itu adalah untuk kebaikan umat manusia”.

KATAKAMI memperoleh kabar terbaru ini pada hari Kamis (16/4/2009) ini, langsung dari orang yang ditemui oleh PERWIRA TINGGI POLRI tadi. Sehingga, (lagi-lagi) informasi yang kami dapatkan dan sampaikan kepada seluruh PEMBACA akan dapat dipertanggung-jawabkan.

Ada apakah yang penting dan genting sehingga pertemuan digelar diluar kantor PERWIRA TINGGI POLRI yang saat ini bertugas di kawasan Cawang, Jakarta Timur itu ?

Waduh, jauh amat sampai harus ke SENTUL, BOGOR, JAWA BARAT ?

We Say No To Cyber Crime

Patut dapat diduga, karena ada pesan dan kepentingan dari orang yang sangat amat penting di republik ini untuk mengamankan kekuasaan yang mulai terancam oleh ketajaman KATAKAMI dalam membelah rahasia politik yang sifatnya kucing garong atau patpatgulipat politik.

Patut dapat diduga, pertemuan digelar di zona aman karena ingin menghindari berbagai potensi penyadapan, kamera rahasia, gerakan intelijen atau kecanggihan teknologi apapun yang bisa saja ditempatkan di titik-titik tak terduga.

Patut dapat diduga, pertemuan dua hari lalu itu adalah untuk meredam secara cepat potensi terkuaknya kejahatan teknologi yang berbasis pada Informasi & Teknologi (IT) pada pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009.

Tetapi, Tuhan Maha Agung dan Maha Kuasa.

Sehebat apapun rencana dan pelaksanaan tindak-tanduk manusia untuk menghindari segala-macam potensi penyadapan, pemantauan dan gerakan intelijen pihak manapun, maka yang harus disadari adalah kekuatan dan kebesaran TUHAN tak akan pernah bisa dihindari dan dikalahkan.

PERWIRA TINGGI POLRI yang melakukan pertemuan rahasia dua hari lalu di kawasan SENTUL, BOGOR, JAWA BARAT itu adalah KOMISARIS JENDERAL GORIES MERE.

Patut dapat diduga, tajamnya analisa politik, hukum dan keamanan yang terpampang di Situs dan semua Blog KATAKAMI membuat lelaki Flores dan kelompoknya ini mulai kasak kusuk.

Bocornya pertemuan rahasia itu kepada KATAKAMI menjadi sebuah bukti baru bahwa KEBENARAN memang ibarat air sungai yang mengalir, ia akan tetap mengalir walau dibendung seperti apapun.

Aduh, monyet saja sudah kapok dicurangi !

Sampai ke ujung dunia manapun, kami akan mengejar dengan tingkat kecerdasan analisa dan keberserahan diri lewat ketekunan pada Sang Khalik agar di Indonesia ini dapat berdiri tegak pilar-pilar politik yang jujur dan adil, serta berlandaskan kebenaran dan keadilan.

Kami tak perlu dilatih oleh CIA atau FBI untuk bisa menembus informasi yang sekuat apapun benteng penjagaannya.

Kami tak perlu dilatih oleh CIA atau FBI untuk bisa mengetahui gerakan apapun yang membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kami hanya bermodalkan kesederhanaan seuntai doa kepada TUHAN agar Indonesia semakin dicintai oleh TUHAN. Dan dengan cinta yang semakin kuat itu, maka TUHAN akan menghindarkan bangsa yang bernama INDONESIA ini dari segala macam kedurjanaan dan kezaliman.

Kami sampaikan pesan lewat tulisan ini juga kepada siapa saja, yang patut dapat diduga hendak menjadikan Institusi TNI / POLRI menjadi permainan ular tangga, jangan coba-coba mengobrak-abrik laksana permainan ular tangga tadi sebagai prasyarat terbungkusnya dengan rapi kerahasiaan yang penuh dengan borok-borok kebijakan yang sifatnya fatal.

Jika anda rutin dan rajin membaca berbagai ulasan di KATAKAMI, terutama pasca pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009 ini maka akan mengetahui bahwa kami concern untuk mendukung pelaksanaan agenda politik yang penuh dengan asas kebenaran dan keadilan.

Didalam asas kebenaran dan keadilan itu, tercakup banyak hal. Tetapi yang paling penting kejujuran.

Jujur mengakui kelebihan dan kemenangan pihak lain.

Jujur mengakui kekurangan dan kekalahan diri sendiri.

Dan yang paling penting, jujur mengakui bahwa didalam kehidupan ini kekuatan yang terindah, terkuat dan teragung adalah kekuatan Sang Khalik. Apapun agama atau keyakinan yang dianut, maka muara dari semua perjalanan hidup kita sebagai manusia adalah bergantung sepenuhnya pada kekuatan Ilahi.

Bukan dengan kekuatan dan daya magis ilmu supranatural, misalnya HIPNOTIS. Lihatlah ilustrasi gambar yang kami tampilkan. HIPNOTIS tak akan pernah bisa diduga oleh siapapun. Pelakunya, bisa saja sekilas tampak manis bagai si kucing puss meong meong ini. Tapi dalam sekejap, ia bisa berubah “warna” sampai menjadi seram dan suram.

Namun bukan tak mungkin, didunia ini ada sejumlah umat manusia yang dikarunia six sense atau panca indera 6. Karunia yang mereka dapatkan lewat “SIX SENSE” tadi, berbeda jauh dengan kekuatan dan daya magis sipranatural yang berbasis pada ilmu-ilmu hitam.

 Kalau selama ini, kita sudah mendengar berjatuhannya korban GARONG dari para barisan si KUCING GARONG yang menggunakan daya HIPNOTIS untuk menguras uang dan harta benda milik orang lain.

Maka, sekarang yang harus diwaspadai juga adalah merambahnya daya HIPNOTIS tadi ke wilayah politik praktis. Akibat tak mampu mengakui kelebihan dan kemenangan lawan-lawan politik, patut dapat diduga daya HIPNOTIS menjadi alternatif paling tokcer untuk memecah-belah dan mengikis bobot koalisi pihak lawan.

Mau apapun jenis ilmunya, kita kategorikan saja bahwa semua itu masuk dalam rumpun HIPNOTIS.

Kami percaya bahwa kekuatan atau daya magis supranatural apapun tak akan pernah bisa mengalahkan kekuatan TUHAN. Sekali lagi, apapun agama dan keyakinan yang kita anut maka keberserahan diri haruslah tegak lurus dan mutlak kepada Sang Khalik.

Dan hal terbaik yang dilakukan untuk mendampingi kegiatan rutin siapapun juga hari demi hari, adalah berzikir. Siapapun anda, dimanapun anda, bawalah selalu alat zikir.

Kalau dalam agama Islam, memang disebut zikir. Dalam agama Katolik, metode doa itu dikenal lewat doa rosari. Sehingga, entah itu zikir, rosario, atau apapun juga bentuknya, lakukanlah itu untuk menjadi pegangan memperkuat diri.

Percayalah, hati dan pikiran manusia akan terjaga penuh jika titik konsentrasi yang diarahkan hanya pada kekuatan Ilahi.

Percayalah, bahwa kejahatan HIPNOTIS yang secanggih apapun, tak akan pernah bisa membuyarkan dan mempengaruhi hati dan pikiran manusia jika sudah dipenuhi dengan untaian doa-doa yang tulus.

Baiklah, kami tutup tulisan ini dengan sebuah pantun yang mendadak kami ciptakan untuk menyikapi tergopoh-gopohnya seorang pejabat POLRI yang patut dapat diduga sedang mati-matian berjuang untuk menyelamatkan diri dari kejaran proses hukum akibat keterlibatan dalam kasus pembekingan bandar narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS serta terjun bebasnya  dalam politik praktis yang menyesatkan :

Macan betina Macam jantan saling bersahutan /  Macan Sumatera Macan Tutul / Oh Oh Komjen Gories Mere Ketahuan/ Kasak Kusuk Lho Kok Muncul di Sentul

Alamak. Jauh kali ke Sentul itu !

Tapi, oh oh kamu ketahuan … (lagi).

(MS)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.