Macan Sumatera Macan Tutul, Eh Eh Komjen Gories Rapat Rahasia Apa Tuh Di Sentul ? Alamak …

Jakarta 16 APRIL 2009 (KATAKAMI)  Dalam beberapa kali kesempatan, lewat tulisan-tulisan yang sarat dengan analisa di bidang politik, hukum dan keamanan, kami kerap kali menggunakan sebuah kalimat bijak yang terdengar sangat merdu serta menentramkan hati.

Kalimat bijak itu berbunyi, “Kebenaran ibarat air sungai yang mengalir, ia akan mengalir walau dibendung !”

Yang pertama kali menyampaikan kalimat bijak yang sungguh indah ini adalah Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali.

Dan sejak pertama kali kami mendengar kalimat bijak ini, ada ketertarikan yang berdaya magnet sangat kuat. Semangat untuk menyuarakan kebenaran dalam jejak kaki yang menapak pada kehidupan ini, menjadi semakin kokoh dan kuat tak terkalahkan oleh kekuatan duniawi apapun.

Profesi sebagai jurnalis, beda-beda tipis dengan prajurit TNI / POLRI yang ada di menengah ke bawah.

Ditempa oleh waktu secara keras. Tetapi sekeras apapun pengabdian itu, tetap saja tak akan membuat hidup menjadi kaya raya bak konglomerat atau milyuner atau bahkan trilyuner karena sodokan eh sogokan uang panas dari sana sini (misalnya saja sogokan dari bandar narkoba kelas sindikat mafia internasional agar terlepas dari jerat hukum di bumi pertiwi ini).

Itu sebabnya, sebagai sesama anak bangsa, ada dorongan yang kuat juga dalam diri kami untuk memberikan support sangat tinggi kepada TNI / POLRI untuk bertugas secara baik sebaik-baiknya. Tanpa harus menjadi tercoreng-moreng wajahnya karena ulah segelintir orang yang haus dan gelap mata akibat silaunya kekuasaan.

Tapi sebelum kami lanjutkan, kabar terbaru yang cukup mengejutkan adalah sebuah pertemuan rahasia yang dilaku seorang PERWIRA TINGGI POLRI berbintang tiga di kawasan SENTUL, BOGOR, JAWA BARAT.

Komjen GM yang patut dapat diduga menjadi beking bandar narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS

Untuk menyampaikan pesan seseorang yang sangat penting kepada seseorang yang juga “penting” maka PERWIRA TINGGI POLRI ini meminta agar pertemuan digelar di tempat seseorang di kawasan SENTUL, BOGOR JAWA BARAT pada hari Selasa 14 April 2009.

Ada kalimat bijak yang mengatakan, “Tak ada rahasia apapun didunia ini yang tak akan dibuka oleh kekuatan Tuhan, sepanjang dibukanya rahasia itu adalah untuk kebaikan umat manusia”.

KATAKAMI memperoleh kabar terbaru ini pada hari Kamis (16/4/2009) ini, langsung dari orang yang ditemui oleh PERWIRA TINGGI POLRI tadi. Sehingga, (lagi-lagi) informasi yang kami dapatkan dan sampaikan kepada seluruh PEMBACA akan dapat dipertanggung-jawabkan.

Ada apakah yang penting dan genting sehingga pertemuan digelar diluar kantor PERWIRA TINGGI POLRI yang saat ini bertugas di kawasan Cawang, Jakarta Timur itu ?

Waduh, jauh amat sampai harus ke SENTUL, BOGOR, JAWA BARAT ?

We Say No To Cyber Crime

Patut dapat diduga, karena ada pesan dan kepentingan dari orang yang sangat amat penting di republik ini untuk mengamankan kekuasaan yang mulai terancam oleh ketajaman KATAKAMI dalam membelah rahasia politik yang sifatnya kucing garong atau patpatgulipat politik.

Patut dapat diduga, pertemuan digelar di zona aman karena ingin menghindari berbagai potensi penyadapan, kamera rahasia, gerakan intelijen atau kecanggihan teknologi apapun yang bisa saja ditempatkan di titik-titik tak terduga.

Patut dapat diduga, pertemuan dua hari lalu itu adalah untuk meredam secara cepat potensi terkuaknya kejahatan teknologi yang berbasis pada Informasi & Teknologi (IT) pada pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009.

Tetapi, Tuhan Maha Agung dan Maha Kuasa.

Sehebat apapun rencana dan pelaksanaan tindak-tanduk manusia untuk menghindari segala-macam potensi penyadapan, pemantauan dan gerakan intelijen pihak manapun, maka yang harus disadari adalah kekuatan dan kebesaran TUHAN tak akan pernah bisa dihindari dan dikalahkan.

PERWIRA TINGGI POLRI yang melakukan pertemuan rahasia dua hari lalu di kawasan SENTUL, BOGOR, JAWA BARAT itu adalah KOMISARIS JENDERAL GORIES MERE.

Patut dapat diduga, tajamnya analisa politik, hukum dan keamanan yang terpampang di Situs dan semua Blog KATAKAMI membuat lelaki Flores dan kelompoknya ini mulai kasak kusuk.

Bocornya pertemuan rahasia itu kepada KATAKAMI menjadi sebuah bukti baru bahwa KEBENARAN memang ibarat air sungai yang mengalir, ia akan tetap mengalir walau dibendung seperti apapun.

Aduh, monyet saja sudah kapok dicurangi !

Sampai ke ujung dunia manapun, kami akan mengejar dengan tingkat kecerdasan analisa dan keberserahan diri lewat ketekunan pada Sang Khalik agar di Indonesia ini dapat berdiri tegak pilar-pilar politik yang jujur dan adil, serta berlandaskan kebenaran dan keadilan.

Kami tak perlu dilatih oleh CIA atau FBI untuk bisa menembus informasi yang sekuat apapun benteng penjagaannya.

Kami tak perlu dilatih oleh CIA atau FBI untuk bisa mengetahui gerakan apapun yang membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kami hanya bermodalkan kesederhanaan seuntai doa kepada TUHAN agar Indonesia semakin dicintai oleh TUHAN. Dan dengan cinta yang semakin kuat itu, maka TUHAN akan menghindarkan bangsa yang bernama INDONESIA ini dari segala macam kedurjanaan dan kezaliman.

Kami sampaikan pesan lewat tulisan ini juga kepada siapa saja, yang patut dapat diduga hendak menjadikan Institusi TNI / POLRI menjadi permainan ular tangga, jangan coba-coba mengobrak-abrik laksana permainan ular tangga tadi sebagai prasyarat terbungkusnya dengan rapi kerahasiaan yang penuh dengan borok-borok kebijakan yang sifatnya fatal.

Jika anda rutin dan rajin membaca berbagai ulasan di KATAKAMI, terutama pasca pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009 ini maka akan mengetahui bahwa kami concern untuk mendukung pelaksanaan agenda politik yang penuh dengan asas kebenaran dan keadilan.

Didalam asas kebenaran dan keadilan itu, tercakup banyak hal. Tetapi yang paling penting kejujuran.

Jujur mengakui kelebihan dan kemenangan pihak lain.

Jujur mengakui kekurangan dan kekalahan diri sendiri.

Dan yang paling penting, jujur mengakui bahwa didalam kehidupan ini kekuatan yang terindah, terkuat dan teragung adalah kekuatan Sang Khalik. Apapun agama atau keyakinan yang dianut, maka muara dari semua perjalanan hidup kita sebagai manusia adalah bergantung sepenuhnya pada kekuatan Ilahi.

Bukan dengan kekuatan dan daya magis ilmu supranatural, misalnya HIPNOTIS. Lihatlah ilustrasi gambar yang kami tampilkan. HIPNOTIS tak akan pernah bisa diduga oleh siapapun. Pelakunya, bisa saja sekilas tampak manis bagai si kucing puss meong meong ini. Tapi dalam sekejap, ia bisa berubah “warna” sampai menjadi seram dan suram.

Namun bukan tak mungkin, didunia ini ada sejumlah umat manusia yang dikarunia six sense atau panca indera 6. Karunia yang mereka dapatkan lewat “SIX SENSE” tadi, berbeda jauh dengan kekuatan dan daya magis sipranatural yang berbasis pada ilmu-ilmu hitam.

 Kalau selama ini, kita sudah mendengar berjatuhannya korban GARONG dari para barisan si KUCING GARONG yang menggunakan daya HIPNOTIS untuk menguras uang dan harta benda milik orang lain.

Maka, sekarang yang harus diwaspadai juga adalah merambahnya daya HIPNOTIS tadi ke wilayah politik praktis. Akibat tak mampu mengakui kelebihan dan kemenangan lawan-lawan politik, patut dapat diduga daya HIPNOTIS menjadi alternatif paling tokcer untuk memecah-belah dan mengikis bobot koalisi pihak lawan.

Mau apapun jenis ilmunya, kita kategorikan saja bahwa semua itu masuk dalam rumpun HIPNOTIS.

Kami percaya bahwa kekuatan atau daya magis supranatural apapun tak akan pernah bisa mengalahkan kekuatan TUHAN. Sekali lagi, apapun agama dan keyakinan yang kita anut maka keberserahan diri haruslah tegak lurus dan mutlak kepada Sang Khalik.

Dan hal terbaik yang dilakukan untuk mendampingi kegiatan rutin siapapun juga hari demi hari, adalah berzikir. Siapapun anda, dimanapun anda, bawalah selalu alat zikir.

Kalau dalam agama Islam, memang disebut zikir. Dalam agama Katolik, metode doa itu dikenal lewat doa rosari. Sehingga, entah itu zikir, rosario, atau apapun juga bentuknya, lakukanlah itu untuk menjadi pegangan memperkuat diri.

Percayalah, hati dan pikiran manusia akan terjaga penuh jika titik konsentrasi yang diarahkan hanya pada kekuatan Ilahi.

Percayalah, bahwa kejahatan HIPNOTIS yang secanggih apapun, tak akan pernah bisa membuyarkan dan mempengaruhi hati dan pikiran manusia jika sudah dipenuhi dengan untaian doa-doa yang tulus.

Baiklah, kami tutup tulisan ini dengan sebuah pantun yang mendadak kami ciptakan untuk menyikapi tergopoh-gopohnya seorang pejabat POLRI yang patut dapat diduga sedang mati-matian berjuang untuk menyelamatkan diri dari kejaran proses hukum akibat keterlibatan dalam kasus pembekingan bandar narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS serta terjun bebasnya  dalam politik praktis yang menyesatkan :

Macan betina Macam jantan saling bersahutan /  Macan Sumatera Macan Tutul / Oh Oh Komjen Gories Mere Ketahuan/ Kasak Kusuk Lho Kok Muncul di Sentul

Alamak. Jauh kali ke Sentul itu !

Tapi, oh oh kamu ketahuan … (lagi).

(MS)

One response to this post.

  1. Posted by New Guest on 21/12/2010 at 22:47

    Aneh informasi yang ditulis disini!! Kata-kata patut diduga jadi panglima untuk menyudutkan orang!! Patut diduga adalah kata2 untuk mengarahkan bukan memastikan!! Klo mmg bnar keaadaan seorang Komjen gtu, dmna Komjen pangkat prestisius yang artiaanya publik pasti banyak yg ekspos. Tp kenyataannya dsni, info yg bnyak ditulis berbagai blok hnya dr seseorang (MS). Ada apa dgn mereka?? Jgn buat kmi yg awam tenggelam oleh dendam kalian!! Thanks… Houneste Vivere!!!

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.