Masya Allah, Ada Bini Pejabat Yang Ke Dukun Buat Menolong Suami Yang Sedang Terkena Kasus Hukum. Doyan Benar Berklenik, Musrik Sekali Deh !

 

 
Tulisan utama di WWW.KATAKAMI.COM
Jakarta 21/5/2009 (KATAKAMI) Sebenarnya tak ada niat dari kami untuk kasak-kusuk mencari berita yang sensasional tetapi entah kenapa selalu saja ada seribu satu jalan untuk mendapatkan informasi-informasi spektakuler.

Barangkali ada diantara anda yang pernah membaca tulisan kami seputar kisah klenik dari oknum polwan dan isteri pejabat yang berkelana ke paranormal untuk berklenik, yang kami beri judul, “Kisah Mistik Oknum Polwan VIVICK Yang Mengurus Ambisi Jabatan Gories Mere & Isteri Pejabat (Nyonya AA) Yang Berkelana Ke Paranormal Untuk Berdukun !”.  

Kami akan memuat kembali dokumentasi tulisan yang pernah kami muat bulan Desember 2008 lalu. Banyak diantara anda yang pasti sudah pernah membaca tulisan ini. Ya, tulisan itu mengisahkan dua perempuan mendatangi seorang paranormal perempuan untuk kepentingan dari pasangan hidup mereka masing-masing dan ini bukan fantasi kami.

Sebab tulisan itu kami buat berdasarkan investigasi dan keberhasilan kami menembus “ring satu” dari si paranormal tadi untuk melakukan wawancara eksklusif di bulan Desember 2008.

Ternyata dalam pekan ini, si paranormal tadi kembali didatangi oleh utusan Nyonya Pejabat yang pernah mendatanginya itu.

Tetapi karena patut dapat diduga sudah kehilangan muka alias MALU ketahuan menipu (sebab dulu untuk menyembunyikan identitas dirinya sebagai isteri pejabat tinggi, Nyonya Pejabat itu berpura-pura jadi orang cacat dan rambutnya yang tergerai panjang sepundak sengaja dikucir satu), kali ini mengutus 2 orang perempuan kepercayaannya untuk menemui paranormal perempuan di daerah krukut Jakarta Selatan.

Dan sebelum kedua utusan itu dikirimkan, seorang dukun yang tampaknya merupakan orang kepercayaan keluarga pejabat ini disuruh menelpon paranormal perempuan tadi.

“Bagaimana kabarnya Mbak, sekarang saya ada di Jakarta (dukun lelaki bernama MBAH BALUT ini berdomisili di salah satu wilayah antara Jawa Tengah & Jawa Timur), sekarang saya pakai handphone” demikian kata paranormal perempuan tersebut untuk menirukan ucapan dukun  MBAH BALUT tadi pada dua pekan lalu.

Paranormal perempuan yang didatangi isteri pejabat itu memang berhasil kami hubungi pada hari Kamis (21/5/2009) ini dan ia bersedia memberikan wawancara khusus.

MBAH BALUT, ternyata dibekali handphone CDMA untuk menjadi alat komunikasi khusus sepanjang berada di Jakarta.

Dan soal 2 orang perempuan yang menjadi utusan nyonya pejabat tadi, namanya adalah IKE dan RIRIN. Seorang diantara mereka mengenakan kerudung berwarna cerah saat mendatangi paranormal perempuan itu.

Kedua utusan ini berpura-pura memiliki dua masalah yang berbeda tetapi sebenarnya tujuan dari kedua masalah yang mereka bawa kepada paranormal perempuan itu SAMA yaitu meminta segera pertolongan agar KASUS HUKUM dan aparat penegak hukum yang sedang menanganinya bisa diredam.

Luar biasa !

Rasanya, kita terlalu meremehkan kekuatan Tuhan sebagai satu-satunya sumber kekuatan dan kepercayaan yang harus diimani oleh semua umat manusia dalam menjalani kehidupan ini.

Apapun permasalahan yang dihadapi oleh manusia didalam kehidupan ini, satu hal yang harus pegangan adalah Tuhan tidak akan pernah memberikan cobaan yang melebihi kemampuan kita untuk menanggung cobaan itu.

Kalau pada bulan Desember 2008, maksud dan tujuan nyonya pejabat tadi datang ke paranormal perempuan itu untuk menjatuhkan sejumlah PEJABAT TINGGI. Maka kali ini lewat kedua utusannya, sejumlah aparat penegak hukum yang mau diredam.

Diredam untuk apa ya ?

Wah wah wah. Secara logika, sangat sulit bagi kami untuk memahami kenyataan hidup yang berisi praktek-praktek klenik seperti ini. Sebab dengan segala kerendahan, ketidak-berdayaan dan kekurangan kita sebagai manusia yang lemah, kita harus sangat bergantung dan percaya bahwa hidup kita diatur sepenuhnya oleh tangan Tuhan.

Sehingga, janganlah ada diantara umat manusia yang merasa sok hebat dan berinisiatif untuk melakukan hal-hal kotor penuh kamuflase.

Percayalah bahwa Tuhan sungguh maha pengasih, maha penyayang, maha pemberi dan maha agung nan mulia.

Oh ya, ada satu lagi yang hampir saja kami lupakan !

Paranormal perempuan ini mengatakan sesuatu yang sangat polos luar biasa seputar perkembangan di tanah air ini :

“Ya ampun Mbak, saya ini memang bodoh ya. Itu lho, saya terkejut setengah mati. Kapan itu … saya nonton televisi, ada pejabat duduk bersebelahan dengan isterinya karena ada kasus hukum. Lho, itu kan ibu yang mendatangi saya bawa cincin berlian suaminya. Kok dulu datangnya cacat, ternyata bisa jalan kok. Wah, ibu itu ternyata isteri pejabat toh. Kenapa dulu sampai menyamar segala. Fotonya kan masih ada di tangan saya. Nih, saya tunjukkan sama Mbak. Sama toh mukanya” kata si paranormal perempuan itu kepada KATAKAMI.

Tidak ada komentar lagi dari kami. Hanya satu hal yang perlu diingat disini bahwa hidup ini hanya sementara sehingga semua umat manusia janganlah menabung dosa. Berbuatlah selalu kebaikan, kesederhaan, ketulusan dan ketotalan dalam mempercayai bahwa satu-satunya jalan kebenaran yang harus ditempuh manusia adalah “jalan” yang diatur oleh ajaran agama kita masing-masing.

Dan untuk ada pergi ke paranormal jika tujuannya hendak “MEREDAM” aparat penegak hukum ?

Justru, APARAT PENEGAK HUKUM itu bertugas untuk MEREDAM berbagai kejahatan yang merajalela di tengah kehidupan kita berbangsa dan bernegara. Dar der dor. Tuh, di negara kita ada yang menggunakan cara kekerasan lewat tembak menembak dalam menyelesaikan masalah.

Dar der dor ! Aduh, ampun boss, ampun boss, jangan kami yang sekarang kena giliran ditembak. Bukan apa-apa Boss, sebelum anda menembak JURNALIS, tembak dulu kepala anda sendiri.

Ngeri kali !

Baiklah pembaca, kami muat kembali dokumentasi tulisan yang pernah kami tampilkan bulan DESEMBER 2008 lalu. Selamat membaca dan ambillah hikmah dari pengalaman hidup banyak orang. Apa yang baik, mari kita tiru. Tetapi, apa yang memang TIDAK BAIK, jangan kita tiru.

 

(MS)

 

 

 

Kisah Mistik Oknum Polwan VIVICK & Isteri Pejabat (NYONYA AA) Yang Berkelana Ke Paranornal Untuk Berklenik


 
 

DOMUMENTASI KATAKAMI (Des 2008)

JAKARTA DESEMBER 2008 (KATAKAMI) Bukan sulap sembarang sulap. Ini memang fakta yang terjadi sebenarnya. Kalau didepan media massa, ada Pejabat Negara yang hobi memamerkan perilaku yang “sok santun” tetapi ternyata dibelakang layar sangat klenik !

Baru-baru ini, seorang Pejabat Negara mengutus “sang isteri” untuk mendatangi seorang Paranormal untuk menjatuhkan sesama Pejabat Negara. Bahkan ke Paranormal yang sama, seorang Polwan datang untuk mengurus hubungannya dengan seseorang yang diduga sebagai kekasih gelapnya. Pasalnya, sang Polwan merasa sejak setahun terakhir sudah tidak dibiayai lagi.

Dibandingkan isteri sang Pejabat Negara, sebenarnya yang lebih dulu datang bertamu ke rumah sang Paranormal itu seorang Polwan. Rumah Sang Paranormal itu di daerah ujung Cinere Jakarta Selatan (lokasi tepatnya, tidak bisa kami sebutkan).

 

Menggunakan rok, sang Polwan ditemani seorang temannya.

Sebutlah nama Paranormal itu “Matahari”  (kami mohon maaf, berdasarkan kesepakatan, inisial nama, nama lengkap, lokasi kediaman dan jenis kelamin Paranormal tidak akan kami muat disini).

Matahari menerima kedua orang tamunya awal Oktober lalu. Sang Polwan membawa foto seorang Perwira Tinggi. Yang pertama dibicarakan adalah soal macetnya pembiayaan dari Perwira Tinggi kepada Sang Polwan.

 

 

 

 

 

“Saya ini saudaranya, isteri Bapak ini selingkuh, jadi saya yang mengurus” begitu kata Si Paranormal meniru kata-kata si Polwan yang kuat merokoknya.

Paranormal ini tahu bahwa si Polwan itu menipu.

Sebab, Paranormal itu tahu siapa gerangan Perwira Tinggi yang ada didalam foto, yang dibawa oleh Sang Polwan. Perwira Tinggi itu dikenal sebagai oknum yang sangat tidak terkendali kecenderungannya untuk menyadap secara liar dan ilegal.

 

 

 

 

 

“Saya ini sudah belasan tahun dibiayai hidupnya oleh Bapak ini, tetapi sejak setahun terakhir berkurang. Apa ada perempuan lain ? Coba dilihat ! Lalu soal pekerjaan Bapak ini, baru-baru ini gagal jadi Kapolri. Ya, karena Bapak ini berani orangnya. Tapi tolong dibantu biar bisa menjadi … (menyebutkan sebuah jabatan)” lanjut si Polwan.

Foto tersebut ditinggalkan di rumah si Paranormal dengan perjanjian akan kembali lagi untuk mendapatkan hasil “jejampian” yang tokcer.

Sang Polwan tidak mengetahui bahwa foto itu langsung dibakar dan Si Paranormal tidak ingin berurusan dengan Perwira Tinggi tersebut sebab sudah santer terdengar bahwa Si Perwira Tinggi dari Indonesia Timur tersebut sangat kuat penggunaan klenik yang lebih “hitam”.

Sampai dengan hari ini, Paranormal tersebut terus berusaha menghindar dan tidak mau ditemui oleh Sang Polwan tadi. Sebab, Sang Paranormal tahu betapa buruk “bisik-bisik yang berhembus mengenai Perwira Tinggi tadi. Dan Sang Paranormal itupun sudah sangat tahu bahwa antara Sang Polwan dan perwira Tinggi tersebut konon kabarnya memang ada “hubungan gelap”.

 

 

 

 

 

 

 

Tak disangka-sangka, Si Paranormal juga mendapatkan kunjungan dari seorang isteri Pejabat Tinggi Negara. Untuk menutupi identitasnya, isteri yang “licik” ini menggunakan kursi roda.

Kedatangan pertama adalah hari Minggu 9 November 2008, bertepatan dengan hari eksekusi ketiga terpidana mati kasus Bom Bali I, Amrozi, Imam Samudera dan Ali Ghufron. Kedatangan berikutnya adalah hari Kamis 13 November 2008. Sama dengan kedatangan pertama, kedatangan kedua juga berpura-pura menjadi orang cacat.

Isteri yang mempunyai “sakit khusus” di bagian kepala ini, menyampaikan keluhan sang suami bahwa ada sejumlah Pejabat Tinggi Negara yang selalu menghalangi dan mengganggu pekerjaan sang suami tercinta. Singkat kata, tolong ditutup, diganggu dan dijatuhkan sejumlah nama Pejabat Tinggi Negara.

Pada kedatangan yang pertama, isteri pejabat tadi menggunakan nama samaran. Di salah satu tangannya penuh dengan gelang emas. Ia meminta kepada Sang Paranormal agar cincin suaminya “dibersihkan”.

Dan betapa terkejutnya Sang Paranormal, cincin itu bertahtakan 44 butir berlian !!!

Sesama Pejabat Negara yang diduga mau dijatuhkan itu adalah beberapa Pejabat di sebuah Instansi yang terletak di kawasan Blok M. Instansi ini sempat dihebohkan oleh kasus penangkapan seorang bawahan. Kami sempat terkesima, bayangkan … beberapa hari sebelumnya, kami masih bertemu dengan Pejabat-Pejabat dari Instansi ini dalam sebuah kegiatan yang mereka adakan di Kawasan Setiabudi Jakarta Selatan.

Pejabat berikutnya, diduga yang berkantor tidak jauh dari Instansi pertama yang kami sebutkan. Diseberang Instansi yang satu ini adalah lapangan sepakbola.

Inilah hidup yang serba penuh misteri.

 

 

 

 

 
   

Tidak ada satupun Pejabat Negara yang mau dijatuhkan oleh “suami isteri klenik” ini, yang mengganggu atau menghambat pekerjaan si suami klenik.

Semuanya hanya berdasarkan arogansi yang kebablasan dari si suami yang haus popularitas dan tak sanggup menguasai dirinya saat menerima jabatan yang penuh “kekuasaan”.

Jika memang ia umat yang beragama, untuk apa ke Paranormal dan bermain klenik ? 

Kalau saja masyarakat Indonesia tahu, terutama media massa secara keseluruhan, Pejabat Negara yang doyan klenik ini akan malu luar biasa. Selama setahun ini, ia berusaha mendongkrak citra lewat penanganan kasus demi kasus hukum.

Kalau saja masyarakat Indonesia tahu, terutama media massa secara keseluruhan, Pejabat Negara yang sebenarnya pernah berkantor di Instansi yang terletak di kawasan Blok M tadi, pasti akan malu karena isteri yang tidak cacat disuruh pura-pura menjadi orang cacat. Sehingga, saat mendatangi Sang Paranormal digunakanlah kursi roda.

Hebatnya lagi, sebelum sang isteri yang pura-pura cacat tadi datang, sepuluh hari sebelumnya atau sekitar akhir bulan Oktober 2008, Si Pejabat Negara yang liar berklenik tadi mengirimkan seorang dukun ilmu hitam untuk mendatangi rumah Sang Paranormal. Pura-pura membutuhkan tumpangan, sesama Orang Pintar tadi bertemu secara langsung dan akhirnya si dukun ilmu hitam diizinkan menginap.

Namanya ? Mirip nama ikan belut. Yaitu, Mbah …. (kepastiannya tidak bisa kami tuliskan disini).

Kabarnya, kedatangan itu untuk “mengamankan dan membuka jalan” bagi Sang Isteri agar aman bertemu leluasa dengan Si Paranormal. Si Pejabat Negara ketakutan jika bocor ke media massa.

Si isteri klenik ini, sempat membawa buah tangan parsel buah  yang masing-masing buah diberi sepasang (dua buah). Bahkan si isteri klenik tadi, menjanjikan untuk memberi hadiah kain songket Kalimantan, sepulangnya dari kunjungan keluar negeri. Ia ingin datang kembali ke rumah Paranormal.

Tapi apa daya, KATAKAMI.COM mendapatkan bocoran mengenai semua itu secara gamblang dan tuntas. Betapa menyedihkan, jika ada umat beragama yang jatuh lebih percaya kepada kekuatan sihir dan ilmu klenik.

Informasi awal mengenai hal ini kami dapatkan dari laporan masyarakat.

Kemudian, dalam beberapa hari terakhir ini kami mengadakan investigasi mendalam dan mendapatkan hasil seperti ini. Sayang, cincin bertahtakan 44 butir berlian tadi sudah terlanjur dikembalikan kepada Si Pejabat Tinggi itu. Kalau tidak, kami sudah bermaksud untuk memotret cincin itu dan memasang gambarnya di layar KATAKAMI.COM.

Sang Paranormal sangat terkejut luar biasa ketika diberitahu oleh KATAKAMI.COM bahwa beberapa nama yang disebutkan isteri Pejabat Tinggi tadi, adalah Pejabat-Pejabat penting yang samasekali tidak bersalah kepada Pejabat klenik tersebut.

Berdasarkan panggilan moral untuk ikut berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara, kami membujuk Si Paranormal untuk mencabut dan memulihkan kembali semua “karya” dirinya selama sebulan ini kepada sejumlah Pejabat Tinggi negara.

Kebetulan, kami mengenal baik setiap nama yang dijadikan target sasaran. Terbayang wajah-wajah Para Pejabat Tinggi Negara itu, mereka sudah begitu tulus, iklas dan sangat berdedikasi untuk mengabdi kepada bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

Semua orang tidak akan ada yang menyangka, kelakuan dari suami isteri klenik yang munafik ini. Bayangkan, beberapa orang yang mau dijatuhkan itu adalah “Orang Nomor Satu” di Jajaran mereka. Mohon maaf, untuk detailnya kami tidak bisa memuatnya disini.

Paranormal itu langsung bersedia untuk memulihkan segala sesuatu yang sempat ia buat agar menjadi “kusut dan tertutup”. Yang lebih mengejutkan, bukan cuma satu Paranormal, tetapi masih ada sederet Paranormal lain yang patut diduga dikerahkan oleh pasangan suami isteri klenik tadi untuk dijatuhkan.

Mengapa begitu sulit untuk memberikan penghargaan dan penghormatan kepada sesama Pejabat Tinggi Negara ? Mengapa sangat tak percaya kepada kekuatan Ilahi yang sangat murni dan agung nilainya ?

Dan menutup tulisan ini, pasangan suami isteri klenik tadi, mencantumkan juga dua orang wartawati yang masuk jadi target sasaran mereka. Biarlah cuma kami yang mengetahui kedua identitas wartawati tadi.

Kami pun sadar, betapa besar resiko mengungkapkan fakta dan hasil temuan investigasi kami. Seperti biasa, tindakan pengrusakan terhadap jaringan internet media kami, serta penyadapan liar berupa pencurian SMS-SMS akan semakin gencar dilakukan.

Que sera sera, What ever will be will be.

Biarlah terjadi, apa yang memang harus terjadi. Sebab kami, media yang memang menjunjung tinggi pentingnya faktor kepercayaan dari para PEMBACA. Sehingga, kebenaran akan selalu kami kemukakan.

Kami mempercayai kebenaran dari kalimat bijak ini, “Kebenaran ibarat air sungai yang mengalir, ia akan tetap mengalir walaupun dibendung sekeras apapun”.

Oh ya, kami hampir saja lupa menginformasikan berapa jumlah uang yang diberikan isteri Pejabat Negara tadi. Luar biasa … hanya Rp. 500 ribu.

Kami katakan kepada Sang Paranormal, “Uang Limaratus ribu itu terlalu kecil nilainya, untuk maksud dan tujuan yang sejahat ini. Tolong, jangan jatuhkan para Pejabat tadi. Mereka tidak bersalah. Kasihan, kalau harus diserang dan ditekan dengan beragam ilmu yang macam-macam. Tolong, tolong, tolong”.

Syukurlah, satu Paranormal bisa “kembali ke jalan benar” dan bisa diajak berpikiran waras demi kepentingan bangsa

 

(MS)

 

 

 

Poetry, “FROM JAKARTA WITH LOVE, MY WONDERFUL BEE” (Puisi Kiriman Pembaca)

        

 

 

 

Aku memberikan sebuah kode nama yang sangat singkat sekali , BEE

Kepada seseorang yang menyentuh hatiku dibalik kebaikannya

Dan kepadanya, kukirimkan salam manis saat jejak kakinya

Melangkah di Vientiane

“From Jakarta, With Love, BEE”

Dan kepadanya juga, selalu ada respek dan sepotong kenangan indah

Yang sudah tersimpan jauh sekali didasar hati

 

 

Pada suatu waktu yang kini menyapa

Aku ingin memberikan kode nama yang sama dan sangat singkat tadi, BEE 

Kepadamu, yang jauh didasar hati merasa peduli dan penuh atensi padaku

(Hei, kudengar suara hatimu bila berkata-kata tentang atau untuk aku) 

Dan kepadamu, kini kukirimkan salam manis saat tapak demi tapak dari jejak kakimu

Melangkah di seberang benua yang jauhhh tak terjangkau oleh rangkulan tangan

“From Jakarta, With Love, BEE ! My New BEE”

 

  

Dan kepadamu juga, kini selalu ada respek dan kepedulian yang sama besar Pada suatu waktu yang dulu  

Tak perlu merindu yang pilu saat engkau merasa tak dikabari :

“Because you’re always in my heart, MY WONDERFUL BEE”

Tak akan pernah ada manusia manapun didunia ini

Yang bisa menjabarkan atau merumuskan, apa dan bagaimana cinta

Dan cinta bukanlah cinta, jika dalam perwujudannya dibuat tak pantas dan tak indah

Cinta adalah bagian dari keindahan, yang paling kuat dan sempurna dalam hati

Hatimu, hatiku, dan hati siapa saja

“From Jakarta With Love, You’are Always In My Heart, MY WONDERFUL BEE!”

 

Terbanglah di sekitar hatiku agar hanya hatimu dan hatiku yang tahu

Dan tahu untuk sekedar hanya tahu didalam diam

Diam yang paling diam, sunyi, sepi, hening sekali

Agar didalam diam itu terasa getaran rindu pada seseorang dan sesuatu

Yang tak dilihat tapi dirasakan pengaruhnya

Jadi, dari kejauhan dan dalam kesenyapan, kujawab hatimu yang mencari dan bicara

Engkau adalah pesona yang semakin mempesona didalam kesenyapan rindu

Dan ketika pagi menyapamu nun jauh disana, saat membaca salamku :

“From Jakarta With Love, Good Morning MY WONDERFUL BEE”

(Jakarta 2009)

Kabinet Obama Lalui 100 Hari Pertama Dengan Rapor Biru “Excelent”, MANTAP Barry !

TULISAN UTAMA WWW.KATAKAMI.COM
 

 

Dimuat Juga Di WWW.REDAKSIKATAKAMI.WORDPRESS.COM & WWW.THEBLOGKATAKAMI.WORDPRESS.COM

 

Jakarta 29 APRIL 2009 (KATAKAMI)  Pada bagian kedua tulisan ini, muaranya tetap menyoroti 100 hari pertama Pemerintahan Presiden Barack Obama. Apapun yang dilakukan oleh Obama, pasti akan ada pro dan kontra. Terutama dari kalangan lawan politiknya sendiri. Ataupun dari negara-negara tertentu.

President Barack Obama (Photo : Pete Souza, White House)

President Barack Obama (Photo : Pete Souza, White House)

Jangankan diluar negeri, di Indonesia inipun ada yang patut dapat diduga liar kedengkiannya. Dengki biasanya adalah wujud dari rasa rendah diri yang berlebihan sehingga ketidak-mampuan untuk melakukan atau mengimbangi perbuatan orang lain yang lebih maju itu membuat sangat “gelap hatinya”.

Bahkan ketika beberapa hari lalu tulisan kami bagian pertama mengenai masa 100 hari Pemerintahan Obama dimuat, ada pihak tertentu yang kumat berusaha merusak tulisan itu yaitu yang patut dapat diduga adalah oknum yang itu-itu juga dari kalangan DINAS INTELIJEN dan kubu dari oknum berinisial GM.

 

 

 

 

Dengan kode rahasia, 4 L  alias Lu Lagi Lu Lagi  (Cape Deh).

Kasihan, barangkali lupa kalau selama ini patut dapat diduga oknum berinisial GM itu meraup keuntungan yang luar biasa dengan hanya menjadikan isu terorisme sebagai komoditi dagangan.

Tetapi namanya pengecut ya hanya akan berani di balik kegelapan.

Kalau terang-terangan, tentu saja malu luar biasa dan bisa-bisa menjadi tambah rendah diri di hadapan perangkat Pemerintahan AS seperti CIA dan FBI.

Beda-beda tipis kelakuan manusia-manusia pengecut ini dengan pemimpin teroris kelas dunia, Osama Bin Laden.

Pada tulisan bagian pertama kami uraikan bahwa Osama sangat tidak kesatria dan menerapkan gaya “Lempar Batu Sembunyi Tangan”. Membunuh ribuan orang mau tetapi dihukum tidak mau.

Seperti itu jugalah, oknum dari Badan Intelijen Negara (BIN) dan kelompok dari oknum Perwira Tinggi POLRI berinisial BHD dan GM sebab patut dapat diduga mereka semua akan sangat cepat merusak aset media kami kalau ada dugaan pelanggaran hukum mereka yang dibuka kepada masyarakat lewat tulisan-tulisan kami.

Sehingga, setelah melalui masa 100 hari pertama Pemerintahannya ini, Presiden Obama mendapatkan lebih banyak informasi mengenai bagaimana sesungguhnya “potret” Indonesia ini.

 

Berbicara mengenai gaya kepemimpinan Obama sejak resmi menjabat tgl 20 Januari 2009 sebagai Presiden AS ke-44,  yang membuat Obama menjadi berbeda adalah ia mau secara sportif menawarkan dan mengulurkan tangan untuk berdialog dengan sejumlah negara yang selama ini sangat keras berseteru dengan AS.

Iran, Venezuela dan Kuba misalnya.

Mari sejenak mundur ke belakang saat Obama menghadiri KTT Amerika baru-baru ini. Bagaimana bisa seorang Presiden dari negara adidaya yang sangat kuat pengaruhnya bisa dikritik oleh rata-rata pemimpin dunia yang hadir disana ?

Rata-rata ingin agar AS mencabut embargo atas Kuba.

Dan Obama menghadapi semua itu dengan wibawa yang sulit ditandingi. Pasti, telinga Obama kurang nyaman mendengar negaranya dikritik habis-habisan. Tetapi ia tenang dan tetap bersikap terhormat.

 Walau ia mendengar semua kritikan dengan sikap yang begitu tenang, hujan kritik di KTT Ke-34 Negara-Negara Amerika di Trinidad-Tobago (Port Of Spain) pertengahan April lalu tak berhasil membuat Obama menjadi tersudutkan dan bisa dengan mudah didikte.

Gaya politik luar negeri Obama harus diakui cerdik. Tenang tapi “menghanyutkan”.

Obama pasti sudah secara cepat menganalisa bagaimana situasi dan kondisi pada KTT tersebut. Bayangkan saja, ia harus menghadiri sebuah KTT yang dihadiri oleh mayoritas Pemimpin Dunia yang selama ini berseberangan dan berseteru hebat dengan AS.

Presiden Obama Bersalaman Dengan Presiden Chavez

Presiden Obama Bersalaman Dengan Presiden Chavez

 

 

Presiden Hugo Chavez misalnya, ia yang menghampiri Obama untuk bersalaman.

Semua mata memandang, terutama  media massa yang datang dari berbagai negara. Obama justru menyapa terlebih dahulu dengan kalimat sapaan berbahasa Spanyol, “Como Estas ?” yang artinya Apa Kabar ?

Lalu Presiden Chavez mengatakan, ”Saya berjabatan-tangan dengan Bush delapan tahun lalu. Saya ingin jadi sahabat Anda,” kata Chavez kepada Obama.

”Terima kasih,” jawab Obama.

Setelah itu, Chavez menyerahkan buku berjudul Menguak Tabir-tabir Amerika Latin: Lima Abad Perampasan Sebuah Benua dalam bahasa Latin karya Eduardo Galeano berisikan esai soal campur tangan AS dan Eropa di kawasan.

Ketika itu, saat Obama berpidato ia menegaskan bahwa AS akan memulai hubungan baru.

”Saya memiliki banyak hal untuk dipelajari dan ingin mendengar,” kata Obama dalam pidato pembukaan. Dia menjanjikan sebuah agenda baru baru Amerika, sekaligus sebuah gaya baru dalam berhubungan.

”Kita pernah lama tercerai dan pernah lama saling mendiktekan kehendak. Namun, saya berjanji kepada Anda, saya menginginkan kemitraan yang setara. Tidak ada mitra senior dan yunior dalam hubungan kita,” kata Obama.

Obama juga menyapa Presiden Nikaragua, yang selama bertahun-tahun pernah dicoba dijungkalkan AS di bawah Presiden Ronald Reagan. Ortega terjungkal lewat pemilu tahun 1990 sekaligus mengakhiri perang sipil. Namun, pada 2006 Ortega kembali berkuasa.

Ortega kemudian memberi pidato selama 50 menit dengan mengecam kapitalisme dan imperialisme AS, termasuk menyinggung invasi Teluk Babi, Kuba, tahun 1961. Namun, Ortega mengatakan Presiden baru AS tidak bersalah atas semua itu.

”Saya senang Presiden Ortega tidak mempersalahkan saya atas kejadian di kala saya masih berusia tiga bulan,” kata Obama yang membuat hadirin tertawa dan bertepuk tangan. Namun, tepukan tangan terpanjang adalah ketika Obama menyerukan hubungan baru Washington-Havana. Dia juga menginginkan Kuba kembali menjadi anggota OAS, yang terputus sejak 1962

Dari berbagai pemberitaan di media massa akan sangat mudah diketahui apa saja kegiatan, pernyataan, kebijakan dan segala hasil pekerjaan Obama sejak dilantik tanggal 20 Januari 2009.

Itulah sebabnya,  kami meyakini bukan pujian yang dikejar oleh Obama !

Obama, bekerja dari mulai detik pertama ia duduk di meja kerja sebagai Presiden AS. Dan kita semua tahu bahwa keputusan pertama yang diambilnya adalah menutup penjara Guantanamo di Teluk Kuba selambat-lambatnya Januari 2010.

Bukan karena Penjara Guanatanmo ciptaan Presiden Bush itu dikritik habis-habisan maka Obama langsung memutuskan untuk menutup penjara itu sampai paling lambat satu tahun ke depan.

THE RULE OF LAW.

Itu yang ingin ditegakkan Oleh Kabinet Obama. Dengan menutup Penjara Guantanamo, Obama bukan berarti melupakan tragedi yang sangat memilukan hati bangsa dan rakyat AS yaitu Tragedi 11 September 2001.

Tragedi 11 September itu tak akan pernah dilupakan oleh AS, bahkan oleh dunia internasional. Sehingga disini lewat keputusan untuk menutup Penjara Guantanamo, terlihat betul bahwa seorang Barack Hussein Obama ingin agar “THE RULE OF LAW” atau Penegakan Hukum dapat ditegakkan secara murni.

Kami tidak ingin secara tajam menyorot kelemahan Dinas Rahasia AS (CIA), atau juga Biro Investigasi Federal (FBI) terkait penanganan terorisme pasca Tragedi Serangan 11 September 2001.

CIA terutama, Dinas Rahasia andalan AS ini adalah sebuah INSTITUSI yang keberadaannya mutlak dibutuhkan oleh rakyat AS untuk melindungi mereka dari segala ancaman di sektor keamanan nasional AS (National Security).

CIA tetap diharapkan peran dan kerjasamanya dengan dunia internasional dalam penanganan terorisme. CIA perlu membenahi beberapa hal dan kami sependapat kalau CIA yang dipersalahkan dan dihujat ramai-ramai terkait kondisi riil di Penjara Guantanamo.

Mereka hanya bawahan. Dan di negara manapun juga, bawahan tetaplah bawahan. Mereka sebatas menjalankan STATE POLICY. Kebijakan Negara.

 

President George W. Bush

President George W. Bush

 

Disini sebenarnya, yang patut dapat diduga sangat besar bobot kesalahannya adalah Presiden George W. Bush.

Kesalahan yang kami maksud adalah Bush tidak sepenuhnya menyerahkan kepada PROSES HUKUM terkait aksi terorisme Tragedi Serangan 11 September.

Sekali lagi, tragedi serangan 11 September itu adalah sebuah tragedi kemanusiaan yang sangat keterlaluan, biadab dan diluar batas batas-batas kewajaran. Sialnya lagi, otak pelaku dari tragedi serangan 11 September itu tak punya nyali dan sangat tidak kesatria sifatnya.

Sebab, tidak mau dan tidak berani menghadapi kenyataan yang sebenarnya bahwa setiap pelanggaran terhadap kemanusiaan, hukum dan HAM harus mendapat konsekuensi yang setimpal.

Presiden Bush sangat sulit untuk menahan emosi yang begitu dalam kepada para pelaku tragedi serangan 11 September itu. Sebenarnya, bisa dipahami jika tragedi serangan 11 September itu menjadi sebuah trauma yang sangat memukul perasaan, harga diri dan kehormatan AS.

Para pelaku serangan 11 September itu benar-benar manusia terkutuk yang sangat biadab.

Agresi militer AS ke sejumlah negara, yang lagi-lagi merupakan STATE POLICY atau KEBIJAKAN NEGARA dikeluarkan oleh Presiden Bush. Lalu dibukanya Penjara Guantanamo juga buntut yang berkepanjangan dari dendam yang sangat dalam pada diri Presiden Bush.

Bush tentu sangat terpukul dan bisa jadi akan terus semakin terpukul, setiap kali ia mengenang tragedi serangan 11 September. Dan yang ia kenang, pasti tentang banyaknya rakyat AS yang menjadi korban tewas. Pemimpin mana yang tidak akan terguncang hatinya menyaksikan rakyat yang dipimpinnya mati sia-sia karena perbuatan biadab para teroris itu ?

Tanpa banyak disorot terkait 100 hari pertama Obama menjabat, kami ingin menyinggung salah satu kunci keberhasilan Obama untuk membuat ritme pemerintahannya menjadi jauh lebih dinamis.

Ia “merangkul” Hillary Rodham Clinton sebagai Menteri Luar Negeri.

Pihak-pihak yang tadinya sangat berseberangan karena tersekat oleh jurang rivalitas politik, sekarang justru menjadi “mitra kerja” yang sangat membanggakan. Hillary menjadi motor yang membuat gerak kabinet Obama lebih bersemangat dalam konotasi yang sangat positif.

Tidak ada kecurigaan dari Obama dan yang terjadi justru sebaliknya bahwa ia memberikan mandat serta kepercayaan yang sedemikian besar untuk Hillary. Dan Hillary terlihat sangat menjiwai tugasnya sebagai Menlu.

Dalam beberapa pekan terakhir ini saja misalnya, Hillary terbang ke Irak disaat sektor keamanan di sana sangat berbahaya. Lalu langsung melanjutkan kunjungan kerja ke Libanon.

Inilah salah satu kejelian dan kecerdasan Obama dalam berpolitik.

Presiden Barack Obama & Menlu Hillary Clinton

Presiden Barack Obama & Menlu Hillary Clinton

 

 

Potensi yang sangat membanggakan dari Hillary tidak disia-siakan sebab memang AS membutuhkan. Dan Obama harus berbangga hati karena keputusannya memilih Hillary ternyata sangat tepat. Hillary terlihat betul sangat menyadari bahwa kini ia adalah ujung tombak dari kabinet Obama dalam hubungan luar negeri.

Hillary tahu, kapan ia harus berbicara secara keras, tegas dan lantang untuk menyuarakan pandangan AS dalam masalah tertentu. Tetapi di lain kesempatan, Hillary bisa tampil dengan wajah yang ramah – dimana garis kecantikan di raut wajahnya masih sangat terlihat jelas –. Hillary juga tahu kapan ia harus berbicara secara manis dan normatif.

Program 100 hari Presiden Obama yang cukup berhasil ini, adalah juga atas peran dan kontribusi yang nyata dari Hillary. Mereka saling mengisi dan melengkapi dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan.

Dan tentu atas peran dari seluruh anggota Kabinetnya. Posisi Hillary sebagai Menteri Luar Negeri, membuat isteri dari Presiden Bill Clinton ini lebih besar porsi pemberitaannya dari media massa internasional.

Tetapi, dalam menjalankan roda pemerintahan di AS, Obama tidak sendirian. Juga tak cukup, walau didukung oleh kemampuan diplomasi yang sangat tinggi dari Hillary Clinton. Jadi, Obama bukanlah “One Man Show”. Obama, Hillary dan semua anggota kabinet mereka, adalah satu kesatuan yang akan menentukan berhasil atau tidaknya Obama menjadi Presiden AS dalam era pemerintahan mereka.

Dalam rangka 100 hari pertama pemerintahan Obama ini, memang bukan pujian yang harus disampaikan kepada Obama.

Obama juga pasti tak mengharapkan pujian yang penuh puja dan puji berlebihan dari semua pihak setelah melakukan banyak hal dalam 100 hari pertama pemerintahannya.

Sebab, 100 hari pertama ini adalah awal dari sebuah perjalanan panjang Presiden Obama dan kabinetnya untuk bekerja, bekerja dan bekerja. Obama memerlukan dukungan yang kuat dari semua pihak, terutama dari semua perangkat dibawahnya dan dari seluruh rakyat AS.

Jika dalam 100 hari pertamanya ini, Obama meraih 73 persen pada peringkat popularitasnya di AS maka itu harus jadi masukan yang sangat berarti. 

Oke, anda dapat 73 persen dalam 100 hari pertama tetapi apakah angka 73 persen itu akan tetap bertahan,  meningkat atau malah menukik tajam jungkir balik ke bawah dalam 100 hari berikutnya dalam masa pemerintahan Obama. Serta bagaimana pada saat nanti kekuasaan Obama memasuki usia setahun, dua tahun dan seterusnya sampai akhirnya selesai menjalani masa baktinya sebagai Presiden AS ke-44.

Jalan masih panjang, terjal dan berliku untuk Presiden Obama menuntaskan masa pemerintahannya.

Dan Obama pasti menyadari itu sehingga dalam 100 hari pertama ini, yang dilakukan oleh Obama adalah untuk memasang dan menguatkan fondasi-fondasi yang fundamental di berbagai sektor yang strategis. 

Obama memang tak perlu repot-repot untuk sengaja berbuat yang penuh rekayasa agar ia bisa menyenangkan semua orang. Ia memang DISENANGI semua orang, sejak pertama melangkah maju dalam pertarungan merebut kursi kepresidenan. Ia sangat disenangi oleh mayoritas rakyat AS. Bahkan oleh pihak-pihak yang berada di partai politik yang menjadi lawan Obama.

Dan setelah Obama menjadi PRESIDEN AS, ia tetap disenangi oleh rakyatnya dan dunia internasional. Bahkan oleh lawan-lawan AS selama beberapa puluh tahun terakhir ini.

So what gitu loh !

 

Jadi, kritikan usil yang kurang kerjaan dengan menyebutkan bahwa Obama terlalu ingin menyenangkan banyak orang, hanyalah komentar yang kurang cerdas dan kurang jeli. Kasihan deh lo.

Seratus hari pertama telah dilalui Kabinet Obama dengan sangat baik. Rapornya biru, dengan angka-angka penilaian yang “EXCELENT”. Sehingga kalau mau dirangkum dalam sebuah kalimat, ya singkat saja.

MANTAP BARRY !

(MS)

Terkenang Saat Antasari Nyanyi Juwita Malam Tapi Kini Dipenjara, Selamat Polda Metro Jaya , Periksa Gories Mere, Lalu SBY Didesak Copot Kapolri BHD

Jakarta 4 APRIL 2009 (KATAKAMI) Bersamaan dengan hari pemeriksaan sekaligus penahanan Antasari Azhar di Rutan Polda Metro Jaya pada hari Senin (4/5/2009) ini, Group Musik terkenal SLANK berkunjung ke Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk tetap memberikan dukungan terhadap upaya pemberantasan korupsi.

Antasari Azhar pernah berkunjung ke MARKAS SLANK tanggal 16 April 2008 dan ketika berada di GANG POTLOT itu mantan Direktur Penuntutan Pada Jampidum Kejaksaan Agung ini menyanyikan lagu JUWITA MALAM.

Jadi kalau METRO TV memasang lagu TOO MUCH LOVE WILL KILL YOU untuk menjadi backsound berita tentang penahanan Antasari Azhar pada Senin malam ini, KATAKAMI.COM lebih memilih memuat lirik lagu JUWITA MALAM. Intinya sama, sambil menyajikan berita-berita aktual maka ada baiknya diselingi dengan senandung-senandung yang menghibur. Tak ada maksud buruk dari MEDIA MASSA jika melakukan improvisasi.

Bicara tentang lagu JUWITA MALAM, saat menyanyikan lagu itu di GANG POTLOT di tahun 2008 lalu Antasari mengenakan JAKET KULIT HITAM. Ganteng habis ! Iya dong, pejabat tinggi negara yang biasa berjas, tiba-tiba berpenampilan yang “lain dari biasanya” yaitu mengenakan jaket kulit.  

Terbayang kalau misalnya suara berat Antasari menyanyikan lagu JUWITA MALAM itu, disenandungkan didepan RANI JULIANTI yang patut dapat diduga sengaja menghilangkan diri untuk lari dari kejaran hukum. Wah, bisa-bisa melambung tinggi khayalan saat mendengarkan lagu JUWITA MALAM dengan penuh perasaan. 

Mengapa kami membawa-bawa nama RANI JULIANTI ? Ya, karena patut dapat diduga perempuan muda berusia 22 tahun inilah yang menjadi pemicu perseteruan antara Antasari Azhar dengan Nasrudin Zulkarnaen.

Semua perkembangan memang bagaikan panggung sandiwara. Masih kental dalam ingatan kita saat Antasari menggelar jumpa pers di kediamannya hari Minggu (3/5/2009) kemarin. Sungguh sangat romantis saat bibir yang diselimuti KUMIS TEBAL itu menciumi sang isteri di hadapan wartawan yang hadir.  

Dan Senin (4/5/2009) ini, panggung sandiwara itu menyajikan babak berikutnya yang lebih mencengangkan.   

ANTASARI AZAHAR dijebloskan ke dalam PENJARA yaitu di RUTAN POLDA METRO JAYA.  

Habis sudah semua hiruk pikuk yang berisi bantahan dan pembelaan diri dari pihak Antasari Azhar. Dampak politis yang terberat dari penahanan Antasari Azhar ini ada di pundak PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO.   

Betul bahwa proses hukum sedang berjalan dan ada azas praduga tidak bersalah yang harus dihormati (presumption of innocent). Tetapi, secara moral penetapan status tersangka dan penahanan Antasari Azhar ini sudah mencoreng muka PEMERINTAHAN SBY.     

 

Inilah potret PEMERINTAHAN INDONESIA dibawah kepemimpinan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO. 

Inilah yang patut dipertimbangkan oleh SBY saat dengan penuh antusias memasang poin keberhasilan pemberantasan korupsi dalam iklan-iklan politiknya.

Walau Antasari tidak terperosok dalam kasus korupsi tetapi kasus hukum yang kini menyeret nama Antasari Azhar adalah kasus yang jauh lebih memalukan yaitu patut dapat diduga Antasari adalah dalang pembunuhan terhadap Nasrudin Zulkarnaen karena CINTA SEGITIGA.

Betapa malunya kalau misalnya kita yang jadi PRESIDEN SBY.       

 Sudah tak bisa untuk pura-pura tenang dan berwibawa. Tragedi hukum yang menyeret nama Antasari Azhar pada kasus pembunuhan ini, sudah langsung merobohkan dan melenyapkan kepercayaan rakyat Indonesia kepada PRESIDEN SBY, demikian yang diungkapkan ADHIE MASSARDI, Jurubicara dari Kelompok Bangkit Indonesia.    

 

“Betul bahwa ada asas praduga tidak bersalah, itu harus kita hormati. Tetapi secara moral, dengan penetapan status tersangka dan penahanan Antasari maka tanggung-jawab moral yang sepenuhnya ada pada SBY. Kasus Antasari ini sudah menghancurkan sisa-sisa kepercayaan rakyat Indonesia. Apalagi yang mau dikatakan sekarang ? Apa masih mau didiamkan ? Copot dong Antasari, tidak bisa dibiarkan mengambang begini. Proses hukum memang harus berjalan tetapi jabatan Antasari sebagai Ketua KPK harus segera dicopot. Jadi kalau sekedar non aktif saja, percuma” kata Adhie Massardi lewat wawancara khusus dengan KATAKAMI.COM di Jakarta, Senin (4/5/2009).      

 

Dan menurut mantan jurubicara kepresidenan era Presiden Gus Dur ini, ada satu lagi pejabat yang harus dicopot oleh PRESIDEN SBY.

“Selain Antasari, SBY juga harus segera mencopot KAPOLRI Jenderal Bambang Hendarso Danuri sebagai wujud dari pertanggung-jawaban moral. Coba lihat permasalahannya, ada kasus pembunuhan yang sangat sadis di republik ini menyeret Pejabat Tinggi Negara yang lembaganya merupakan bagian tak terpisahkan dari Pemerintahan SBY. Dan hebatnya lagi, kasus pembunuhan itu dilakukan oleh POLISI ! Dimana tanggung-jawab BHD sebagai Kapolri ? Memang BHD tidak terlibat secara teknis.Tetapi seorang PANGLIMA harus secara kesatria memikul tanggung-jawab. Ini aib bagi Pemerintahan SBY, apakah Capres Partai Demokrat ini akan tetap mempertahankan 2 Pejabat Tinggi Negara yang kini dianggap bermasalah oleh rakyat Indonesia ? tanya Adhie Massardi.   

Adhie Massardi menambahkan bahwa keterlibatan anggota POLRI sebagai eksekutor yang melakukan pembunuhan terhadap Nasrudin Zulkarnaen adalah contoh konkrit kegagalan BHD sebagai Kapolri.    

“Memalukan sekali, ada dalam kepemimpinan BHD di dalam struktur organisasi POLRI, bisa terjadi tragedi pembunuhan yang sangat sadis, brutal dan tidak manusiawi. Sadari bahwa keterlibatan anggota POLRI dalam kasus pembunuhan ini wajin dipertanggung-jawabkan oleh KAPOLRI BHD. Dan pertanggung-jawaban itu harus dikendalikan langsung oleh SBY dengan cara mencopot Jenderal Bambang Hendarso Danuri. Sudah tidak ada alasan untuk berkelit. Kalau memang di Indonesia ini belum ada budaya bagi para pejabat untuk mundur secara kesatria kalau ada kesalahan fatal yang dilakukan dirinya atau lembaganya, maka Presiden yang harus pro aktif. Copot Kapolri !” pungkas Adhie Massardi.  

Seluruh dunia tersentak atas kasus pembunuhan ini.   

Era yang sangat canggih seperti ini, masih bisa terjadi tragedi pembunuhan ala mafioso yang bengis. Makelar pembunuhan yang menjadi fasilitator kebiadaban ini, patut dapat diduga sudah merancang segala sesuatunya agar PIHAK lain dalam struktur organisasi POLRI yang terkena getahnya.   

Bayangkan, sampai senjata api yang mau digunakan untuk membunuhpun, sudah diatur agar dibeli saja dari anggota TNI Angkatan Laut yang sudah disersi.   

POLRI yang harusnya menjadi pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat, justru ada oknumnya yang menjadi PEMBUNUH bagi rakyatnya sendiri. 

POLRI yang benar-benar sangat dicintai dan dibanggakan oleh rakyat Indonesia, ternyata ada oknumnya yang menjadi PEMBUNUH bagi rakyatnya sendiri.     

   

Tapi lepas dari permasalahan ini, fakta riil yang harus diacungi jempol adalah KINERJA POLDA METRO JAYA dibawah kepemimpinan Irjen Polisi Wahyono.

Siap, ini kerja yang membanggakan Jenderal ! Selamat.

Tidak gampang untuk menangani situasi yang pelik seperti ini. Bayangkan, POLDA METRO JAYA harus berhadap-hadapan dengan seorang Pejabat Tinggi Negara yang sedang aktif di puncak kekuasaannya karena patut dapat diduga tersandung dalam kasus hukum berbau anyir pembunuhan.

Jempol kami acungkan untuk Jajaran Penyidik Reserse di Direktorat Kriminal Umum dibawah pimpinan Kombes Mochamad Iriawan (IWAN).

Selamat, sekali lagi Selamat.

Hampir saja, proses pemeriksaan ini terancam kacau balau karena patut dapat diduga Pihak KEJAKSAAN AGUNG sudah kebelet untuk memuntahkan dendam mereka kepada Antasari. Sehingga, keputusan pencekalan sudah diumumkan kepada masyarakat. Padahal POLDA METRO JAYA mengirimkan surat panggilan untuk Antasari sebagai SAKSI.

Ini menjadi pelajaran untuk HENDARMAN SUPANDJI sebagai Jaksa Agung.

Anda juga harus belajar lebih santun, beretika dan menghormati proses hukum yang sedang dijalankan oleh Pihak Kepolisian. Ya, kami berbicara kepada HENDARMAN SUPANDJI.

Masak tidak malu, berperilaku seperti itu di hadapan rakyat Indonesia ?

Sabar dong sedikit. Anda kan juga aparat penegak hukum. Masak anda tidak memperhitungkan bahwa pengumuman tentang pencekalan itu akan menjadi kontradiksi dengan tugas yang dijalankan Pihak Kepolisian.

Patut dapat diduga bahwa seorang jurubicara tidak akan pernah “bunyi”, kalau tidak ada perintah dari JAKSA AGUNG.

Kan bisa jadi berantakan semuanya kalau misalnya ada seseorang yang sudah pasti akan dijadikan tersangka, justru melarikan diri karena patut dapat diduga ia takut menghadapi kenyataan.

HENDARMAN SUPANDJI harus sadar dong bahwa yang dihadapi dan ditangani oleh POLDA METRO JAYA dalam kasus ini, bukan warga negara kelas dua atau barang rongsokan yang tidak ada harganya. 

POLDA METRO JAYA harus memeriksa seorang Pejabat Tinggi Negara, camkan itu !

Untuk anda, yang bernama HENDARMAN SUPANDJI, sadarilah bahwa tindakan anda sangat disayangkan oleh banyak Pihak.

Hormati wilayah tugas dari INSTANSI lain yang memerlukan prinsip kehati-hatian dalam menjalani dan menanganinya. Memalukan sekali kalau belum apa-apa, sudah ada yang mau “kipas-kipas” tanda kesenangan.

HENDARMAN SUPANDJI harus sadar dong bahwa INSTANSI KEJAKSAAN AGUNG juga tidak sangat bersih kinerjanya. Jadi, kalau patut dapat diduga sama-sama bermasalah maka ikuti saja aturan main yang berlaku dalam proses hukum.

    

(Ki-Ka : Jaksa Ester, Urip Tri Gunawan, Ratmadi Saptondo, Kemas Yahya Rahman & M. Salim, serta barang bukti kasus bandar narkoba MONAS)

Bagaimana kabarnya kasus JAKSA ESTHER yang patut dapat diduga menjadi TUKANG TILEP narkoba ?

Bagaimana kabarnya jaksa-jaksa penuntut umum yang menangani kasus narkoba Taman Anggrek yang melibatkan sindikat Liem Piek Kiong alias Monas karena patut dapat diduga JAKSA sudah kongkalikong untuk tutup mulut ketika MONAS tidak dilimpahkan berkas perkaranya oleh Pihak BARESKRIM POLRI kepada Pihak KEJAKSAAN.

Kejaksaan Agung harus banyak introspeksi diri karena patut dapat diduga dalam kurun waktu 2 tahun kepemimpinan HENDARMAN SUPANDJI, nama baik dan citra KEJAKSAAN AGUNG justru menjadi hancur berantakan dan bau busuk akibat banyaknya kasus-kasus yang memalukan. 

Dan kembali pada permasalahan penetapan status tersangka dan penahanan Antasari Azhar di Rutan Polda Metro Jaya, semua pihak menunggu hasil pemeriksaan pihak KEPOLISIAN.

Katakan yang bersalah itu memang bersalah !

Siapapun, bahkan jika patut dapat diduga ada oknum POLRI berpangkat KOMISARIS JENDERAL yang dimungkinkan menjadi MAKELAR PEMBUNUHAN ini. Mau sehebat apapun direkayasa agar pihak lain dalam internal POLRI yang terkena dampaknya, POLDA METRO JAYA jangan pernah ragu untuk menangkap yang pangkatnya sudah “diatas”.

Tidak tahu malu !  

Kalau manusia semacam ini memang tidak punya malu maka BANGSA, NEGARA & RAKYAT INDONESIA yang malu, punya seorang aparat POLISI berpangkat tinggi yang patut dapat diduga cari makan lewat uang kotor dan haram. Kalau patut dapat diduga, bakat utamanya adalah sebagai PEMBUNUH, maka jangan bersandiwara dan bersembunyi dibalik seragam polisi.

Brengsek, bikin malu Indonesia saja. 

Irjen Wahyono dan bawahannya yang sedang menangani kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen ini, juga harus segera mencari dan menangkap bekas caddy bernama RANI JULIANTI itu.

Tidak ada yang boleh lepas dalam situasi yang sangat blunder seperti ini.   

Kita harus ingat beberapa tahun silam, seorang Menteri dibacok kepalanya dan akhirnya meninggal dunia setelah menderita sakit bertahun-tahun. Ternyata yang ada dibalik kejahatan brutal itu adalah isteri mudanya.

Tangkap Rani Julianti. Dan tangkap, oknum Perwira Tinggi POLRI yang patut dapat diduga menjadi MAKELAR PEMBUNUHAN yang sadis, brutal dan tidak manusiawi ini.

Heran, kok tidak tahu diri. Bisa-bisanya melemparkan kesalahan kepada perwira menengah dan kepada Divisi lain agar orang lain yang terkena dampaknya.

Pengecut sekali. Banci saja, tidak akan pernah sepengecut ini. Sudah membunuh orang, sekarang mau enak-enakan cari selamat.

Hoi, keluar dong. Akui kesalahan !

Patut dapat diduga dari usaha sampingan sebagai BEKING BANDAR NARKOBA, sekarang patut dapat diduga menjadi MAKELAR PEMBUNUHAN.

Sadis ! Dan karena ketakutan jika kebusukan ini tercium lewat tulisan-tulisan KATAKAMI maka patut dapat diduga PERWIRA TINGGI yang liar ini terus berusaha merusak dan melakukan sabotase pada KATAKAMI.COM. Dan untuk menutup tulisan ini, diharapkan Jajaran Polda Metro Jaya tetap mengembangkan pemeriksaan pada proses penyidikan ini. Termasuk mencermati apakah patut dapat diduga ada keterlibatan KOMISARIS JENDERAL GORIES MERE dan kelompoknya. 

Mohon maaf, kami tidak bermaksud memfitnah siapapun tetapi terus terang saja didalam struktur organisasi POLRI yang mempunyai kemampuan tinggi adalah GORIES MERE karena ia dan kelompoknya sudah sangat dilatih untuk sempurna ilmu serta kemampuannya dalam menangani terorisme. Tak cuma kemampuan dalam bidang IT, tetapi dalam hal tembak-menembak.

Patut dapat diduga, rekam jejak yang bersangkutan juga tidak sempurna dalam menapaki kariernya sebagai POLISI karena tercatat berulang kali terkait dalam pelanggaran hukum menyangkut penanganan narkoba. Tapi tidak ada satupun yang diproses secara hukum.

Misalnya, patut dapat diduga terlibat dalam kasus pencurian barang bukti sabu-sabu 13 kg beberapa tahun lalu dan meloloskan sebanyak 3 kali berturut-turut atas bandar narkoba Liem Piek Kiong (MONAS).

Patut dapat diduga, GORIES MERE terlibat juga dalam pembunuhan misterius secara sadis terhadap bandar narkoba HANS PHILIP dan salah seorang beking HANS PHILIP dari unsur KEPOLISIAN yaitu Sugeng Basuki justru bisa menjadi PENYIDIK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada bulan Februari 2008.

Padahal Sugeng Basuki sudah pernah ditahan dan diancam dipecat dari POLRI karena memang terbukti menjadi beking bandar narkoba HANS PHILIP.

Patut dapat diduga, keberadaan Sugeng Basuki menjadi Penyidik KPK bisa menjadi entry point atau jalan masuk untuk menyingkap sindikat narkoba atau perjudian yang melingkari Antasari Azhar. Bayangkan, bagaimana mungkin seorang POLISI yang sudah nyata-nyata ditemukan berbagai indikasi pelanggarannya sebagai beking (yang ditempatkan “beking utama yang sebenarnya”) untuk melindungi Hans Philip, bisa menjadi Penyidik KPK.

Ketika KAPOLRI dijabat oleh Jenderal Dai Bachtiar, Sugeng Basuki sudah dipastikan akan segera dipecat karena senjata api yang diberikan INSTITUSI POLRI kepada Sugeng Basuki justru diberikan kepada Hans Philip.

Tetapi pada akhirnya, Hans Philip mati secara sangat misterius yaitu patut dapat diduga ditembak di bagian kepala oleh Gories Mere dan kelompoknya di daerah Bogor.

Badan Intelijen Negara (BIN) mengetahui kabar bahwa patut dapat diduga Sindikat Gories Mere  terkait dalam “kematian misterius” bandar narkoba Hans Philip di daerah Bogor. Jika memang ada penegakan hukum di Indonesia, mengapa patut adfa tindakan PEMBUNUHAN terhadap bandar narkoba hans Philip ?

Ada apa sehingga seorang bandar langsung dibinasakan dan dilenyapkan dari muka bumi ini dengan cara yang sangat sadis ?

Dan patut dapat diduga, Kapolri yang saat itu menjabat (Jenderal Dai Bachtiar) tak berani menindak Gories Mere sehingga yang terkena dampaknya adalah kroco-kroco tingkat bawah dalam sindikat Gories Mere.

Patut dapat diduga, ada seorang POLISI di tingkat bawah sudah lebih dari 5 tahun mengalami depresi berat dan sangat terpukul karena ia sengaja dikorbankan oleh Gories Mere dalam kasus narkoba.

Akibat kalah pangkat maka si POLISI yang satu ini yang dengan mudah dipermainkan. Dan sampai sekarang, POLISI yang sangat malang terzolimi secara tidak manusiawi ini masih tetap ada di Mabes POLRI dan tetap mendekatkan diri dalam ajaran agama (Islam).

Patut dapat diduga, Gories Mere adalah orang yang harus bertanggung-jawab ketika terbongkar dan ketahuan ada sejumlah alat penyadap yang dipasang secara liar di kediaman dinas KAPOLRI.

Patut dapat diduga, ada teror dan intimidasi yang sangat berlebihan kepada sejumlah JURNALIS yang mencoba membuka berbagai pelanggaran hukum yang dilakukan Gories Mere sejak beberapa tahun terakhir ini yaitu dari mulai pengrusakan sepeda motor, pengrusakan SITUS KATAKAMI dan rangkaian teror lainnya yang dialami sejumlah JURNALIS.

Patut dapat diduga, Gories Mere terlibat dalam sebuah kasus kematian “seseorang” yaitu saat Gories Mere dengan sengaja memerintahkan kepada seorang PENYIDIK POLRI agar mau menuliskan dalam hasil tugasnya bahwa mayat tang terbujur kaku di Anyer belasan tahun lalu adalah memang seorang  Direktur Bank yang terlibat dalam kasus ekonomi.

Sementara Penyidik itu samasekali belum melakukan pemeriksaan sesuai ketentuan hukum, apakah benar mayat itu adalah mayat dari Direktur Bank yang dimaksud.

Patut dapat diduga, Penyidik POLRI itu sempat mau “diberi pelajaran” oleh Gories Mere tetapi ada pihak-pihak lain di POLRI yang tahu bahwa Penyidik itu tidak bersalah (dan justru Penyidik inilah yang benar), langsung mengamankan si Penyidik tadi dan sampai sekarang masih tetap aktif bertugas di POLRI.

Patut dapat diduga, seorang Perwira Menengah yang berada didalam lingkaran (ring satu) Gories Mere pernah melakukan penyekapan terhadap seseorang agar mengakui hal-hal tertentu dalam kasus illegal logging.

Patut dapat diduga, Perwira Menengah ini jugalah yang berada dibalik pembuatan situs rekayasa dari negara Kanada tahun lalu yaitu situs yang memuat surat wasiat Amrozi cs. Bayangkan juga, Amrozi cs yang saat itu tinggal menunggu hari kematiannya di LP Batu Nusa Kambangan difitnah memuat surat wasiatnya lewat sebuah situs.

Kabarnya, Perwira Menengah POLRI yang “sok jago” itu berbulan-bulan bolog dari pekerjaannya di BARESKRIM POLRI, tanpa ada keterangan resmi apapun. 

Patut dapat diduga, Gories Mere adalah agen asing yaitu menyuplai rahasia negara dalam penanganan terorisme.

Salah satu contoh yaitu patut dapat diduga, sebelum penangkapan terhadap Zarkasih dan Abu Dujana tanggal 9 Juni 2007, Gories Mere mengundang sejumlah polisi dari negara tertentu untuk intes bertemu di sebuah hotel mewah di kawasan Kuningan Jakarta Selatan.

Dan setelah Zarkasih dan Abu Dujana tertangkap, patut dapat diduga Pemimpin Dunia yang pertama dihubungi Gories Mere untuk dilapori bahwa ada penangkapan terhadap teroris adalah Perdana Menteri Australia.

Presiden SBY dianggap angin lalu karena baru dilapori tentang penangkapan itu pada kesempatan yang berikutnya. Itu sebabnya, tahun 2007 itu Istana Kepresidenan tidak mengeluarkan pernyataan resmi sebagai tanda ucapan selamat atas penangkapan tersebut karena ada ketersinggungan yang sangat prinsip mengenai ulah Gories Mere yang patut dapat diduga memang dikenal sangat liar ini.

Kami tidak sembarang bicara tetapi patut dapat diduga kemampuan yang lihai dan licik berbahaya memang dikuasai semua tekniknya oleh GORIES MERE.

Sudahlah, kepada siapapun yang patut dapat diduga menjadi MAKELAR pembunuhan ini, anda bertanggung-jawab dong, Jagoan !

Kombes WW belum setinggi “perwira tinggi tertentu” ilmunya dalam melakukan segala sesuatu yang ujud-ujungnya adalah mencari usaha sampingan yang menghasilkan pundi-pundi.

Kombes WW, hanya perwira menengah yang pasti didalam kepalanya hanya mengikuti hierarki dan garis komando penugasan.

Apakah ia hanya sebagai alat dari oknum yang pangkat dan angkatannya jauh lebih tinggi ?

Apakah saat melakukan persiapan eksekusi ini, Kombes WW berada dalam keadaan sehat jasmani dan rohani sebab patut dapat diduga “perwira tinggi tertentu” yang sangat liar berbahaya di POLRI itu, memiliki kemampuan hipnotis yang sangat berbahaya dan ketergantungannya kepada ilmu supranatural memang sangat kuat. 

Disini POLRI harus berani membuka karena tidak ada yang kebal hukum di negara ini. Buka, buka semua.

Jangan pernah takut terhadap orang per orang. Jika memang ada kendala bagi POLDA METRO JAYA untuk menangani kelompok tertentu yang dikenal sangat UNTOUCHABLE di dalam struktur organisasi POLRI maka jangan pernah ragu-ragu meminta dukungan dari JAJARAN POLHUKKAM, bahkan kepada Presiden SBY dan Wapres JK.

Tuntaskan penyelesaian kasus ini. Keterlaluan yang menjadi MAKELAR pembunuhan ini.

Tidak tahu malu karena yang dilakukan seperti binatang liar yang buas kelaparan tetapi tidak bertanggung-jawab.

(MS)

Jatuh Cinta Berjuta Rasanya Bila Patut Dapat Diduga Dua Oknum Pejabat Kasmaran Pada “Perempuan Selingkuhan” Yang Sama. Busyet, Kok Tidak Tahu Malu Ya

TULISAN UTAMA DI WWW.KATAKAMI.COM

Dimuat di (KLIK saja) :  http://www.blogskatakami.wordpress.com  & http://www.theblogkatakami.wordpress.com

 

Jakarta, Februari 2009 (KATAKAMI) Hari Kasih Sayang atau yang biasa disebut Valentines Day sudah lewat. Tapi kami ingin menceritakan sebuah true story tentang pernak pernik dari “perasaan sayang”.

Pernahkah anda merasakan, bagaimana rasanya bila jatuh cinta seperti yang dikisahkan dalam lagu JATUH CINTA karya Titiek Puspa ? Apalagi misalnya, jatuh cinta pada orang yang sebenarnya sudah sangat lama anda kenal. Yang tadinya cuma berteman biasa, tetapi akhirnya ada benih cinta tumbuh di sebentuk hati.

 

Kami teringat terhadap seorang sahabat perempuan yang berstatus “jomblo”.

Entah mengapa, tiba-tiba ia mengakui sendiri bahwa ia jatuh cinta kepada seorang Pejabat. Demi kebaikan bersama, tidak akan kami muat nama dan identitasnya disini. Baik sahabat kami itu ataupun Pejabat yang ditaksirnya.

Hebatnya lagi, ia tak pernah bertepuk sebelah tangan. Kepada siapa saja ia merasa jatuh cinta dan secara agresif mendekati, maka akan jatuhlah ke dalam “kerling mata” sang perempuan.

Selama beberapa bulan, kami menjadi saksi hidup yang melihat dan mendengar sendiri seorang Pejabat saling merayu dan menunjukkan ketertarikan yang “dalam” satu dengan yang lainnya.

Untuk menghubungi sang perempuan, biasanya yang disuruh adalah ajudan tetapi menggunakan hp pribadi yang dipegang langsung oleh PIMPINAN di sebuah kantor.

Yang patut dikasihani adalah pejabat yang kacang lupa kulit … maksud kami, lupa diri ini sempat tak mampu mengendalikan dirinya didepan umum. Bayangkan, pernah di suatu hari libur nasional, pejabat ini datang ke kantornya hanya karena mengetahui si perempuan tersebut sedang berkunjung ke kantor sang pejabat untuk sebuah urusan pribadi.

Waduh. Waduh.

Pernah juga, sampai berlaku seperti anak muda yang mabuk kepayang karena secara mendadak memerintahkan diadakan acara malam tahun baru yang dilengkapi dengan live band pada pergantian malam tahun baru 2008 / 2009 yang lalu.

Sore harinya, sang perempuan ditelepon dan diberitahu agar datang karena sudah disiapkan acara pergantian tahun. Dan, sang Arjuna kabarnya – seperti yang dijanjikan saat menelepon Yuri – memenuhi janjinya untuk menyumbangkan suara emas dengan menyanyi di panggung.

Kasihan, sebab perilakunya sudah seperti orang yang lupa diri karena tentu bawahan-bawahan akan mencium keanehan dari sikap sang pimpinan.

Lama-kelamaan perasaan suka sama suka tadi, menjadi lebih dalam sekali. Barangsekali, sedalam sumur tua yang sudah kering airnya !

“Gue kangen sama si AA … lagi ingat gue gak ya ?” begitu kata si perempuan kepada kami hampir setiap malam.

Atau jika baru bertemu maka komentarnya lain lagi, “Aduh tadi si AA ganteng banget. Gue panggil AA aja kali ya, nanti kalau gue panggil Abah kayak cucunya, ntar dia marah lagi. Dikira gue ngeledek kalau dia sudah ketuaan,” kata si perempuan.

Ya memang, si Pejabat tadi memiliki 2 orang cucu perempuan.

Lama-kelamaan, si pejabat ini masih punya malu rupanya. Untuk menyembunyikan indikasi kedekatannya yang sangat berlebihan dengan seorang sahabat tadi, maka diakali agar si perempuan bisa bertamu ke kediaman dinas dan yang menemani adalah … kami !

Berbeda jauh sikapnya. Semua sudah distel agar terkesan formil. Yang biasanya cium pipi kiri kanan begitu bertemu di ruang kerja (di kantor), bila pertemuan dibuat “formal” di kediamanan dinas, maka ritual cium pipi ditiadakan.

“Kasus Bank C cukup menarik juga untuk dicermati ya. Nanti tolong diperhatikan Mbak,” kata si Pejabat kepada KATAKAMI.COM.

Dan ketika pulang, Pejabat tadi memberikan suvenir.

Di perjalanan kami bisikkan kepada perempuan yang sedang kasmaran dengan pejabat tadi, “Wah, suvenir yang dikasih kok ada nama kantor yang katanya bermasalah tadi ya. Katanya bermasalah, kok bisa-bisanya dapat “setoran begini ?” pancing KATAKAMI kepada sahabat kami tadi.

Yang ingin kami sampaikan disini adalah hendaklah setiap pejabat itu menjaga tindakan dan perilakunya di muka umum dan dihadapan seluruh bawahan.

Betapa memalukannya, jika ada pejabat yang tidak mampu mengendalikan diri dan perasaan yang salah salah alias salah arah.

Orang lain, kalau misalnya jatuh cinta saat jadi tokoh publik (publik figure) maka akan menjaga sikap agar tidak mencoreng nama baik, harkat dan martabat dirinya, keluarga dan instansi yang dipimpin.

Kami teringat lagu yang pernah dinyanyikan Titiek Puspa yang berjudul, “Jatuh Cinta”. Seperti ini jugalah yang terjadi pada sahabat kami tadi dan pejabat yang kasmaran berat tadi.

Jatuh cinta berjuta rasanya
Biar siang biar malam terbayang wajahnya

Jatuh cinta berjuta indahnya
Biar hitam biar putih manislah nampaknya

Dia jauh aku cemas tapi hati rindu
Dia dekat aku senang tapi salah tingkah

Dia aktif aku pura-pura jual mahal
Dia diam aku cari perhatian oh repotnya

Jatuh cinta berjuta indahnya
Dipandang dibelai amboi rasanya

Jatuh cinta berjuta nikmatnya
Menangis tertawa karena jatuh cinta
Oh asyiknya

Lalu sekarang, kami teringat pada penggalan kisah lain yang terjadi.

Ternyata, sahabat kami itu sudah lebih dulu “dekat dan akrab” dengan seorang pejabat lain yang patut dapat diduga dendam pada pejabat yang kasmaran pada sahabat kami ini.

Sehingga, ada indikasi bahwa perempuan ini sengaja diumpan untuk bisa memiliki kedekatan dengan pejabat tadi.

Luar biasa.

Sebuah TRUE STORY yang sangat mencengangkan dan mengejutkan. Ternyata ada kisah seperti ini didalam kehidupan. Dua lelaki jatuh cinta pada perempuan yang sama, dimana keduanya sama-sama jatuh cinta kepada “WANITA IDAMAN LAIN” alias WIL.

Kalau yang satu cuma berani sembunyi-sembunyi dan kabarnya sengaja pergi janjian dengan perempuan ini untuk pergi ke salah satu provinsi di Pulau Kalimantan.

Pura-puranya ada urusan yang sama-sama akan dikerjakan disana. Tetapi, sstttt, kamar di hotel bisa dibuat bersebelahan. Kami mengetahui ini dari cerita dan pengakuan dari mulut si perempuan sendiri.

 “Pas gue baru masuk, sudah ada si Bapak. Dia sudah mau main sosor ke bibir gue aja. Gue bilang, Bapak keluar ah … !” kata si perempuan saat menceritakan kepada KATAKAMI.COM.

Waduh Waduh. Tidak ada kata-kata lain yang bisa kami ucapkan, selain … waduh waduh. No comment deh ah !

Hanya ada satu nasehat sederhana, jangan karena nila setitik, maka akan rusak susu sebelanga.

Belakangan, tampaknya kedua oknum Pejabat ini mulai “agak” sadar bahwa kasmaran ala cinta segitiga ini ternyata memang sangat memalukan.

Herannya, baru belakangan keduanya menyadari bahwa perilaku kasmaran yang dipertontonkan kepada publik ini sangat tidak tepat.

Lho, kami jadi teringat pada sebuah pepatah lama, “Jangan karena kita yang tidak bisa menari maka lantai yang dibilang miring,”.

Waduh. Waduh !

Kalau anda semua penasaran, siapa gerangan mereka. Ups, kami tidak akan memberitahu. Tapi tampaknya, kedua pejabat ini suka berkantor di kawasan yang dekat dengan Pusat Perbelanjaan.

Yang satu di dekat Mal Kalibata berinisial W. Dan yang satu, didekat Mal Pasaraya Blok M berinisial BH@.

Rasanya cukup demikian saja kata kunci dari kami. Sebab, ini sekedar memberi nasehat agar dalam menjalankan tugas dan amanah dari negara agar dilaksanakan secara baik, bertanggung-jawab dan konsekuen.

Dan kadangkala, inilah salah satu seni dari JURNALIS INDEPENDEN sebab kami tahu, apa yang orang tidak tahu. Dan kami siap memberitahu, apa yang orang perlu tahu.

Harusnya, pejabat-pejabat yang patut dapat diduga SANGAT KOTOR & RUSAK moralnya seperti ini, tak pantas untuk diberi kepercayaan menjabat di posisi yang penting. Apalagi, kalau patut dapat diduga menyeret INSTITUSI yang dipimpinnya untuk menjadi TIDAK NETRAL hanya karena takut dicopot sebab berkuasa itu enak sekali.

Oh ya, kami perlu menjelaskan juga bahwa KATAKAMI tidak mengada-ada sebab kami adalah saksi hidup. Suvenir yang diberikan oknum pejabat ini kepada wartawati tadi adalah uang tunai senilai Rp. 40 juta. Padahal,  wartawati ini bekerja di sebuah media cetak yang melarang keras para wartawannya menerima uang sepeserpun juga dari NARASUMBER.

SEJUMLAH OKNUM ANAK BUAH-nya diperintahkan untuk mengendalikan dan ikut merusak SITUS & SEMUA BLOG KATAKAMI agar pihak-pihak lain yang selama ini memang sering merusak KATAKAMI semakin terpojokkan.

Kami mengecam tindakan yang keterlaluan ini. Hentikan semua sandiwara dan kecenderungan untuk melakukan ABUSE OF THE POWER. Jangan pernah lagi merusak KATAKAMI untuk meninggikan INSTITUSI sendiri, padahal patut dapat diduga anda juga penjilat nomor satu.

Jangan pernah bermimpi mengendalikan PERS NASIONAL dengan cara yang sangat kotor dan menyimpang.

 

(MS)

 

Ya Ampun, Patut Dapat Diduga Ada Oknum Bak “MONSTER MAFIA” Yang Jadi Makelar Pembunuhan Nasrudin Hendak Merusak Nama Baik INSTITUSI POLRI

Jakarta 4 MEI 2009 (KATAKAMI)  Untunglah para tersangka kasus pembunuhan terhadap Almarhum Nasrudin Zulkarnain memutuskan untuk memakai jasa Pengacara terkenal, Petrus Balapationa. Bayangkan kalau para tersangka ini memakai jasa Pengacara Senior, OC Kaligis. Lalu di persidangan, jika patut dapat diduga Antasari Azhar terlibat dalam kasus pembunuhan ini maka akan terjadilah pertemuan antara Antasari Azhar dengan OC Kaligis.

 

OC Kaligis adalah Tim Kuasa Hukum dari Artalyta Suryani saat menghadapi persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Selatan sepanjang tahun 2008 (dalam kasus suap kepada jaksa Urip Tri Gunawan senilai USD 660 Ribu).

 

OC Kaligis mengatakan kepada KATAKAMI bahwa patut dapata diduga Antasari Azhar pernah mengutus bawahannya untuk menemui Artalyta Suryani di Rutan Bareskrim Mabes Polri untuk mendesak agar OC Kaligis dicopot sebagai Tim Kuasa Hukum agar tuntutan kepada Artalyta Suryani dibuat tidak terlalu tinggi.

 

“Wah hebat Antasari, status sebagai saksi tetapi pengacaranya banyak. Tapi kalau pihak dia yang menangani perkara, saksi tidak diperbolehkan didampingi pengacara” kata OC Kaligis kepada KATAKAMI, Senin (4/5/2009).
Antasari Azhar menjalani pemeriksaan di POLDA METRO JAYA pada hari Senin (4/5/2009) ini. Ia didampingi sejumlah pengacara terkenal yaitu M. Assegaf, Farhat Abbas dan anggota Tim Kuasa Hukum Antasari yang lainnya.

 

Ini adalah pemeriksaan yang pertama bagi Antasari sebagai SAKSI dalam kasus pembunuhan Nasrudin.

 

Tetapi ada yang cukup menarik untuk disimak dari permasalahan ini bahwa patut dapat diduga pelaku eksekutor pembunuhan itu adalah oknum anggota POLRI.

 

Mari, kami ajak anda untuk menyimak berita dari Situs Koran Tempo yang mengutip pernyataan dari Pengacara para tersangka Petrus Balapationa.

 

Rapat Eksekusi Nasrudin di Mabes Polri

 

Rapat perencanaan pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen diduga kuat dilakukan di salah satu ruangan di Markas Besar Kepolisian RI, Jakarta.

 

“Informasi itu saya peroleh dari keluarga para tersangka pelaku lapangan,” kata Petrus Balla Pattyona, pengacara empat tersangka, kepada Tempo di Jakarta kemarin. Kliennya adalah Fransiscus Tanu Kerans, Daniel, Heri Santoso, dan Sei, yang masih buron.

 

Menurut Petrus, Daniel selalu mengaku sedang berada di Mabes Polri jika dihubungi oleh keluarganya. “Daniel menyatakan sedang menjalankan tugas negara.” Para tersangka diindoktrinasi bahwa Nasrudin mesti dihabisi karena membawa dokumen yang membahayakan negara.

 

Kepala Satuan Kejahatan dan Kekerasan Kepolisian Daerah Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Nico Afinta menolak menanggapi sinyalemen ini. “Masih dikembangkan,” katanya pendek.

 

Juru bicara Mabes Polri, Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira, pun menolak berkomentar. “Besok dijelaskan semua,” katanya kemarin malam. Rencananya hari ini Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Wahyono akan mengumumkan hasil pemeriksaan.

 

Sumber di kepolisian menyatakan rapat dilakukan di kantor Komisaris Besar WW, salah satu kepala subdirektorat pada Badan Pembinaan dan Keamanan Mabes Polri. “Karena itu, para eksekutor percaya bahwa target (Nasrudin) musuh negara,” ujarnya.

 

Pada Juli nanti, rencananya bekas kepala kepolisian resor di Jakarta itu dipromosikan menjadi direktur di Mabes Polri dengan pangkat brigadir jenderal.

 

Nasrudin, 41 tahun, tewas setelah ditembak kepalanya di dalam mobil di kawasan lapangan golf Modernland, Tangerang, Banten, pada 14 Maret lalu. Polisi telah mencokok sembilan tersangka, yaitu Kor, Fransiscus Kerans, Daniel, Heri Santoso, Hendrikus Kia, Edo, Jeri Kusmawan, Sigid Haryo Wibisono alias Bibik, serta WW.

 

Jeri dan Sigid dituduh mendanai pembunuhan. Penyidik tengah memburu dua orang lagi, yakni pemantau operasi P alias Sei yang kini di luar Jawa dan seorang pejabat tinggi.

 

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar kemarin kembali membantah jika disebut menjadi tersangka kasus ini. “Akan saya jelaskan besok di Polda Metro Jaya,” katanya kemarin di rumahnya, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan.

 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kasus ini ditangani secara transparan. “Jangan sampai ada pembelokan sehingga kita gagal menegakkan keadilan,” ujarnya di Jimbaran, Bali, kemarin.

 

Menurut Petrus, kliennya yang rata-rata berusia 25 tahun itu direkrut oleh Hendrikus dan Edo. Semuanya berasal dari Flores. Edo-lah yang berhubungan dengan WW. Nilai proyek itu Rp 500 juta. “Oleh orangnya WW, uang itu diserahkan di suatu tempat menggunakan mobil patroli,” ujarnya.

 

Dua pekan sebelum eksekusi, kliennya menabrak mobil Nasrudin. Tapi sopir Nasrudin yang keluar dari mobil. Maka penembakan baru dilakukan pada 14 Maret silam.

 

DIRANCANG DI MABES POLRI

 

Kasus penembakan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen mengungkap fakta baru. Rapat persiapan diduga bertempat di kantor Badan Pembinaan dan Keamanan (Babinkam) Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.

 

TERBUNUHNYA NASRUDIN
14 Maret 2009, Pukul 14.00.

Nasrudin pulang dari main golf di Padang Golf Modernland, Tangerang, Banten. Duduk di kursi belakang sedan BMW perak bernomor polisi B-191-E, dia ditembak di dekat mal Metropolis Town Square, Jalan Raya Metropolis Modernland, Tangerang.

 

1 » PELAKU LAPANGAN
Mr X (pria berinisial Sei). Bersama Fransiscus di mobil Avanza (tugas: memantau BMW).

 

Fransiscus Tanu Kerans.
Mengendarai mobil Avanza (tugas: memperlambat BMW Nasrudin).

 

Heri Santoso (tugas: mengendarai motor, memboncengkan Daniel).

 

Daniel (tugas: menembak).

 

2 » PEREKRUT
Hendrikus Kia (tugas: merekrut dan memberi perintah kepada para pelaku lapangan: Fransiscus, Daniel, dan Heri Santoso)
3 » PEMBERI ORDER Edo (tugas: memberi arahan kepada Hendrikus)

 

TUGAS DAN IMBALAN

 

Edo dan Hendrikus mengindoktrinasi para pelaku lapangan bahwa mereka sedang menjalankan “tugas negara”, yaitu menghabisi Nasrudin, yang dianggap membahayakan karena sering membawa dokumen negara.

 

Setelah operasi berjalan, Edo menerima Rp 500 juta dari seorang ajudan perwira menengah polisi berinisial WW. Uang lalu diberikan kepada Hendrikus Rp 450 juta. Dari Hendrikus, uang mengalir ke empat pelaku lapangan (antara lain Fransiscus Rp 20 juta serta Daniel dan Heri masing-masing Rp 70 juta).

 

Sementara REPUBLIKA Online memberitakan bahwa senjata api dibeli oleh eksekutor pembunuhan lewat anggota disersi dari TNI Angkatan Laut seharga Rp. 11 Juta.

 

JAKARTA —- Senjata api yang digunakan para eksekutor dalam pembunuhan Nasrudin Zulkarnain, Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, ternyata milik seorang anggota TNI Angkatan Laut yang telah desersi.

 

Hendrikus Kia, tersangka kasus ini, membeli pistol tersebut seharga Rp 11 juta. “Membeli pistol dari anggota AL yang disersi. Dia sudah ditahan juga,” kata Kuasa Hukum empat eksekutor, Petrus Balla Patyyona, di Polda Metro Jaya, Senin (4/5).

 

Menurut dia, Hendrikus mengenal anggota TNI AL tersebut dari temannya. Ketika itu, Hendrikus yang tengah mencari pistol bertemu dan berbicara dengan temannya.

 

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jendral Polisi Bambang Hendarso Danuri, mengatakan, jika senjata api yang digunakan para pelaku merupakan senjata organik. Namun, dia membantah adanya keterlibatan anggota militer dalam kasus ini.

 

Meski organik, Bambang Hendarso menyebutkan, senpi yang digunakan oleh pelaku didapatkan secara tidak resmi atau ilegal. “Senpinya ilegal. Organik, tapi sudah dijual di luar,” kata dia.

 

Nasrudin mengalami penembakan usai bermain golf di Modernland, Cikokol, Kota Tangerang pada Sabtu (14/3/2009). Ia mendapat tembakan dua kali saat duduk di kursi kiri belakang mobil BMW berwarna abu-abu yang tengah bergerak.

 

Sebelum mengenai pelipis korban, peluru sempat mengenai jendela mobil. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Mayapada dan selanjutnya dirujuk ke RS Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Namun, pada Ahad (15/3) pukul 12.05 WIB, Nasrudin tewas dengan dua peluru masih bersarang di kepala.

 

Pekan lalu, polisi pun menangkap tujuh tersangka pembunuhan tersebu, yakni, tiga pelaku di lapangan, Fransiscus Tanu Kerans, Daniel, Heri Santoso, kemudian dua pelaku yang bertindak sebagai operator lapangan, yaitu Edo dan Hendrikus, serta dua lainnya diduga sebagai penyandang dana, Jeri dan Sigid Haryo Wibisono.

 

Polisi tengah memburu dua pelaku, satu pejabat negara yang diduga merupakan aktor intelektual. Diduga, Ketua KPK nonaktif, Antasari Azhar, menjadi aktor intelektual tersebut. Sementara satu tersangka lainnya, yaitu eksekutor bernama Sei yang diduga buron ke luar jawa.
Yang ingin disampaikan disini adalah siapa sebenarnya oknum yang menerima order pembunuhan ini didalam internal POLRI ?

 

Agak sulit diterima oleh akal sehat siapapun jika pagi-pagi buta seperti ini ada tersangka yang “ngoceh” bahwa pihaknya merencanakan pembunuhan itu di MABES POLRI.

 

Patut dapat diduga, oknum POLRI yang menerima order pembunuhan ini memang sudah sangat terlatih untuk merancang situasi yang sedapat mungkin menghilangkan jejak keterlibatan dari figur-figur utama yang terlibat.

 

Untuk sengaja hendak menjebloskan divisi tertentu agar divisi itulah yang langsung terkena dampaknya jika pada akhirnya kasus ini terungkap, maka patut adpat diduga jagoan yang banting setir menjadi makelar pembunuhan ini sengaja mengatur agar rapat pembunuhan terhadap Nasrudin dilakukan di tempat tertentu yang sudah dipilih untuk dikorbankan.

 

Untuk sengaja hendak hendak membuat kabur semua fakta keterlibatan diri atau kelompoknya yang memang sudah sangat biasa menghabisi nyawa orang maka patut dapat diduga makelar pembunuhan ini juga sudah merancang asal muasal senjata api yang digunakan.

 

Para otak pelaku yang menjadi fasilitator pembunuhan ini, patut dapat diduga memang orang-orang canggih mencuci tangan mereka yang penuh darah.

 

Tentu saja senjata api itu menjadi sangat menentukan dalam order pembunuhan ini. Dari jenis dan bentuk peluru saja sudah langsung dapat diketahui, apakah senjata api itu organik atau non organik.

 

Seluruh senjata api dan peluru yang ada didalam MABES POLRI sudah terdaftar. Patut dapat diduga, mafia utama fasilitator pembunuhan inilah yang merancang juga bahwa senjata api harus dibeli dari kelompok tentara yang disersi.

 

Dari hitung-hitungan matematika, dengan mendapatkan upah Rp. 500 juta maka patut dapat diduga tersangka pelaku eksekutor pembunuhan dari jajaran POLRI itu tidak akan keberatan jika disuruh mengakui tentang apapun jika pada akhirnya tertangkap.

 

Jangan dikira, publik akan mudah dikelabui oleh mafia-mafia kotor yang bersembunyi dibalik seragam mereka sebagai aparat negara. Sehingga, mafia-mafia kotor yang pengecut dan biadab merancang semua pembunuhan ini, perlu dicari batang hidungnya sampai ketemu. Dan kalau sudah ketemu, orang pertama yang pantas dituntut dan dijatuhi hukuman mati dalam kasus ini adalah MAFIA yang menjadi makelar pembunuhan ini.
Tidak tahu diri dan sangat lancang hendak membusukkan INSTITUSI sendiri.

 

Tidak tahu diri dan sangat lancang hendak menghancurkan DIVISI tertentu dalam MABES POLRI.

 

Tidak tahu diri dan sangat lancang hendak merusak nama baik TNI dengan sengaja membeli senjata api dari disersi tentara.

 

Patut dapat diduga, petugas yang sangat terlatih dengan tingkat kemampuan menembak dan merancang strategi pelumpuhan terhadap lawan adalah pihak-pihak yang memang di lapangan harus berhadapan dengan target-target pelaku kejahatan yang berkemampuan tinggi seperti penanganan TERORISME & NARKOBA.

 

Masak tega, merusak dan menghancurkan nama baik INSTITUSI ?

 

Masak tega, merusak dan menghancurkan nama baik DIVISI lain ?

 

Manusia biadab yang menjadi MAKELAR PEMBUNUHAN ini adalah manusia laknat yang tak pantas menjadi bagian dari Keluarga Besar POLRI. Ingin tetap aman tetapi cari makan dari usaha sampingan yang berbau kemafiaan yang sadis, brutal dan melanggar HAM.

 

Sadarlah, hai engkau, yang patut dapat diduga adalah otak sebenarnya menjadi MAKELAR PEMBUNUHAN ini !

 

Sadarlah, hai engkau, yang patut dapa t diduga adalah orang yang selama ini aktif merusak SITUS KATAKAMI karena tudingan yang paling tepat sebenarnya diarahkan ke muka anda .. hai pengecut yang tak bermoral, biadab dan tak berperikemanusiaan.

 

Satu referensi tentang keahlian orang tertentu membunuh dengan cara yang menghilangkan jejak dari oknum POLRI yang patut dapat diduga masih menduduki jabatan penting di POLRI adalah sebagai berikut :

 

Belasan tahun silam, saat menangani kasus ekonomi. Oknum Polisi tertentu memerintahkan kepada seorang Penyidik untuk segera bergerak ke daerah Anyer guna menangkap seorang Direktur Bank yang berada disana. Alangkah kagetnya Penyidik ini karena setibanya di lokasi, sudah ada sesosok mayat tak bernyawa dengan bentuk tubuh yang sudah hancur berantakan. Oknum Polisi yang menjadi atasannya dalam menangani kasus ini mengatakan kepada si Penyidik itu bahwa mayat itulah mayat si Direktur Bank. Penyidik ini tidak mau diperintah seperti itu karena wajib hukumnya untuk memastikan terlebih dahulu apakah mayat itu memang mayat dari si Direktur Bank. Tetapi atasannya yang sangat biadab itu, tetap keukeuh mengumumkan bahwa mayat itu adalah mayat si Direktur Bank. Pihak Keluarga dari si Direktur Bank juga menolak secara tegas sebab menurut mereka mayat itu bukan mayat anggota keluarga mereka. Oh ya, kondisi mayat itu sudah tak bisa diambil sidik jarinya. Dan sampai saat ini, Penyidik yang sangat jujur tadi (yang diperintah untuk pergi ke Anyer) sampai saat ini masih ada dan sudah berpangkat KOMISARIS BESAR.

 

Mengapa ini kami ceritakan ?

 

Kami ingin memberikan perbandingan bahwa patut dapat diduga MAKELAR PEMBUNUHAN ini adalah orang terlatih yang sangat terbiasa membunuh dengan cara yang tak berbekas di muka hukum.

 

Betapa berbahayanya nasib bangsa, negara dan rakyat INDONESIA karena patut dapat diduga ada MONSTER PEMBUNUH yang bersembunyi dibalik topeng sebagai APARAT PENEGAK HUKUM.

 

POLRI menjadi terkena dampak dan getahnya.

 

Dan ini menjadi catatan tersendiri bagi PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHYONO bahwa patut dapat diduga didalam tubuh POLRI terselip seorang MONSTER PEMBUNUH yang usaha sampingannya adalah bisnis kemafiaan untuk menghabiskan nyawa orang lain dengan cara-cara mafia.

 

Cari semua bukti dan lakukan pemeriksaan yang sangat ketat kepada para tersangka dari unsur POLRI. Lakukan semua teknis pemeriksaan yang paling jitu untuk membuat si tersangka ini buka mulut tentang siapa sebenarnya didalam struktur POLRI yang patut dapat diduga menjadi MAKELAR PEMBUNUHAN ini !

 

Tidak malu malu dan bisa-bisa berlagak alim. Lihat saja kebusukan dari manusia laknat MAFIA PEMBUNUH ini jika panik saat diberitakan di KATAKAMI.COM karena patut dapat diduga semua reaksi yang hendak ditunjukkan adalah melakukan sabotase, teror, intimidasi dan aksi pengrusakan.

 

Kasihan deh lo, seperti binatang serigala yang sangat buas kelaparan tetapi berbulu domba yang indah.

 

Sadarlah, hai engkau, MAFIA & MONSTER PEMBUNUH karena  otak dan hati nuranimu sebagai manusia yang waras sudah tak ada dalam dirimu.

 

Bikin malu karena ternyata di INDONESIA “nyasar” MAFIA yang patut dapat diduga cari makan dengan cara meloloskan bandar narkoba dari jerat hukum dan dengan menjadi MAKELAR PEMBUNUHAN.

 

Anak isterimu makan kok dari uang haram seperti itu ?

 

Ih, takut deh ! Besar sih besar keuntungan yang didapat, tapi kira-kira dong cing … ente dapat uang miliaran atau belasan miliar atau puluhan miliar untuk menjadi MAKELAR & MAFIA pembunuhan dengan cara yang seperti ini tetapi patut dapat diduga hendak menghancurkan INSTITUSI sebaik POLRI.

 (MS)

Dari Indonesia Kami Berharap, Semoga Roxana, Euna & Laura Bertahan & Semoga Telinga Sekjen PBB, Ahmadinejad & Kim Jong Il, Tidak Sedang Tuli .. !

TULISAN UTAMA DI WWW.KATAKAMI.COM

 

Jakarta 5 Mei 2009 (KATAKAMI)  World Freedom Press Day 2009 atau Hari Kebebasan Pers Sedunia sudah lewat beberapa hari lalu. Tetapi tepat pada tanggal 3 Mei saat Peringatan penting ini dirayakan di seluruh dunia (kecuali di Iran, Korea Utara dan Indonesia), sejumlah aktivis wartawan dari Organisasi Dunia melakukan aksi damai di depan Markas Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York yang menuntut perhatian dari PBB agar mau turun tangan menolong sejumlah wartawan yang saat ini disekap dan dipenjara di Iran dan Di Korea Utara. Roxana Saberi ditahan di Iran. Euna Lee & Laura Ling ditahan di Korea Utara.

 

 

 

Yang paling tragis nasibnya adalah Roxana Saberi karena pada pengadilan tingkat pertama di Iran, ia sudah divonis 8 tahun penjara.

Yang kami heran adalah IRAN sebagai sebuah negara Islam, mengapa tidak dengan sungguh-sungguh menunjukkan dan membuktikan tentang keindahan ajaran dalam agama Islam.

Menyekap, mengintimidasi, memfitnah dan memutar-balikkan fakta, jelas-jelas bukan bagian dari ajaran agama Islam.

 

Dari tokoh-tokoh Islam kaliber dunia yang kami kenal, misalnya sahabat dekat yang sangat kami hormati, Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gusdur atau dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kyai Haji Makruf Amin, kami yang menganut agama non muslim ini diberitahu bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan nilai-nilai keindahan didalam hidup.

Islam tidak mengajarkan kekerasan !

Islam tidak memperbolehkan umat-Nya untuk melakukan kekerasan kepada sesama manusia.

Kami berbicara kepada Presiden Iran Ahmadinejad.

 

 

 

“Tuan Presiden, mengapa negara anda memutar-balikkan fakta atas diri sahabat kami (sesama jurnalis) Roxana Saberi ? Ia bukan baru seminggu di negara Anda, tetapi sudah 6 tahun. Dan setelah enam tahun menjalankan tugas kewartawanan, bahkan dikenal oleh Pemimpin Tertinggi Iran yang berkuasa sebelum Anda, Roxana Saberi sudah dikenal sebagai Wartawati yang media tempatnya bekerja memang dari Amerika Serikat. Mengapa tiba-tiba, Anda — atau tepatnya Negara Anda — memutar-balikkan fakta bahwa Roxana Saberi adalah MATA-MATA ? Yang benar saja Tuan Presiden, Anda jangan sangat keterlaluan memfitnah seorang JURNALIS yang tak berdaya ! Kasihani sahabat kami. Lepaskan ia ! Apakah patut dapat diduga, Anda sebenarnya punya ketertarikan tertentu dan ternyata SAMASEKALI TIDAK BISA mendapat sambutan sebagaimana yang Anda harapkan sebagai seorang Penguasa ? Jangan habisi masa depan dan semua harapan yang ada diri serta kehidupan sahabat kami Roxana Saberi !”.

Dan kembali kepada aksi damai yang dilakukan organisasi wartawan sedunia yang memang ditujukan kepada Markas Besar Perserikatan Bangsa Bangsa (United Nations), tuan rumah di Markas Besar PBB adalah Ban Ki Moon.

 

 

Walau itu dilaksanakan pada hari Minggu dan PBB tidak berkantor seperti di hari kerja tetapi kami yakin gaung dan inti pesannya akan didengar atau paling tidak telah dilaporkan kepada ban Ki Moon.

Singkat saja harapan dari seluruh wartawan di dunia ini, BEBASKAN JURNALIS YANG DITAWAN, DISEKAP & DIPENJARAKAN.

Jangan jadi kebiasaan menuding muka JURNALIS sebagai agen mata-mata !

Hentikan semua omong kosong itu.

Mau Ahmadinejad, atau Kim Jong Il, dan siapapun juga di muka bumi ini yang berpredikat sebagai PENGUASA, hormati dan hargai WARTAWAN yang ada di negara masing-masing.

 

Tidak cuma Roxana Saberi, Euna Lee dan Laura Ling saja, tetapi semua manusia didunia ini memang memiliki MATA. Ada mata yang terpasang sejak dalam kandungan sang ibu di bagian wajah. Ada mata hati. Ada mata kaki. Ada juga mata iman kita sebagai umat beragama.

Tetapi yang kalau yang dimaksud adalah MATA-MATA, itu bukan predikat dari kalangan JURNALIS.

Ahmadinejad, Kim Jong Il, salah tuding. Jari telunjuk atau semua radar teknologi mereka, arahkan saja ke semua negara untuk mencari dimana titik setral dari DINAS INTELIJEN mereka.

Kalau Ahmadinejad dan Kim Jong Il, ingin berkenalan dengan Dinas Rahasia di AMERIKA SERIKAT. Arahkan saja radar pencarian mereka ke Markas DINAS INTELIJEN, CIA.

Atau kalau mau berkenalan dengan Dinas Rahasia di INDONESIA. Arahkan saja radar pencarian mereka ke Markas BADAN INTELIJEN NEGARA (BIN).

Ini kok tudingan diarahkan kepada JURNALIS.

Kalau istilah dalam bahasa Jawa, “Yang Boten-Boten Saja, Kalian Ini, Tuan Ahmadinejad dan Tuan Kim Jong Il. Ngono Yo Ngono, Ning Ojo Ngono”.

Beraninya kok sama perempuan, malu dong !

Sama saja kelakuan dengan sejumlah oknum aparat negara di Indonesia ini, beraninya cuma sama perempuan. Itupun dengan mengandalkan ILMU HIPNOTIS, ALAT PENYADAP & PERANGKAT TEKNOLOGI untuk mengendalikan, merusak dan merampas hak-hak individu dari warga negara di Indonesia ini. Tetapi ketika jurnalis yang ditekan dan diteror, tetap tangguh dan sulit dicari kesalahan dalam tugas kewartawanannya maka semakin agresif menindas.

 

 

 

Waduh, Tuan Adhmadinejad dan Tuan Kim Jong Il, patut berkenalan dengan sejumlah oknum di negara kami ini yaitu di Indonesia karena punya kesamaan bakat dan kecenderungan yang sejenis yaitu sama-sama brutal terhadap JURNALIS.

PBB, harus membicarakan masalah penyekapan terhadap jurnalis di sejumlah negara.

PBB, harus mengambil tindakan tegas dengan memberikan rekomendasikan kepada Dewan Keamanan untuk membahas ini dalam sebuah rapat khusus yang memiliki legitimasi untuk mengambil tindakan.

 

Mengapa Dewan Keamanan (Security Council) harus turun tangan ?

Tentu harus turun tangan, Iran dan Korea Utama sama-sama sedang disorot oleh dunia internasional. Khususnya oleh Perserikatan Bangsa Bangsa.

Sama-sama disorot karena masalah NUKLIR.

Ketika sekarang, ada  JURNALIS yang disekap di kedua negara itu, dan kedua negara itupun sama-sama kompak menuding bahwa JURNALIS yang mereka sekap adalah agen mata-mata, Dewan Keamanan PBB harus mencarikan solusi terbaik untuk menjemput dan mengantarkan para JURNALIS itu pulang ke negara atau ke rumahnya masing-masing.

Apa Tuan Ahmadinejad dan Tuan Kim Jong Il tidak punya mata ? Rasanya punya, kalau melihat kedua Tokoh Terkenal ini tampil di berbagai media massa (terutama Presiden Ahmadinejad), tapi kok sulit sekali melihat bahwa TAWANAN yang mereka fitnah dan masih terus disekap itu adalah JURNALIS.

Dan bukan agen mata-mata intelijen !

Bebaskan mereka. Hentikan semua rekayasa. Hormati dan hargai hak-hak individu dari para JURNALIS itu. Mereka tidak bersalah, jangan memfitnah dan menindas para JURNALIS itu.

Dan Dinas Rahasia INTELIJEN Iran serta KOREA UTARA, harus belajar lagi lebih baik dan lebih tinggi tingkat keilmuannya dalam medeteksi musuh-musuh negara.

Yang benar saja, masak wartawan dibilang agen mata-mata !

Ngaco Lu Ah ! Ngarang aja. Beraninya kok sama perempuan. Diajak dialog dengan baik-baik, tidak bisa. Jadi apa maunya ? Kok jadi sangat berkepanjangan masa penyekapan itu !

 

Apakah patut dapat diduga, di dalam penjara ada kekerasan atau pelecehan seksual terhadap para jurnalis itu ?

Buka akses penahanan itu kepada publik, terutama dunia internasional. Terlebih seluruh wartawan di dunia ini, kami ingin tahu apakah sahabat kami tetap diperlakukan baik.

WARTAWATI DI SELURUH DUNIA HARUS DIHORMATI KARENA WARTAWATI BUKAN PELACUR ATAU LONTE MURAHAN !!! WARTAWATI DISELURUH DUNIA BEKERJA DENGAN MENGGUNAKAN OTAK DAN KECERDASAN, BUKAN DENGAN MENGGUNAKAN VAGINA YANG BISA DIOBRAL. DAN WARTAWATI YANG MAU SAJA DITIDURI ATAU DILECEHKAN DARI SISI SEKSUALITAS HANYA UNTUK MENDAPATKAN BERITA, MAKA LEBIH BAIK JANGAN MENGAKU DAN BEKERJA SEBAGAI WARTAWATI. BODOH KALAU MAU MELACURKAN DIRI HANYA UNTUK DAPAT BERITA. Catat ini !

Dan kami menaruh hormat sangat tinggi kepada ketiga wartawati yang berani mengambil resiko ini. Jika kami yang mengalami hal yang sama, maka pilihan kami juga sama. Kami akan hadapi arogansi kekuasaan yang sebusuk dan sebiadab apapun. Kehormatan bagi JURNALIS, terutama bagi WARTAWATI-WARTAWATI adalah mutlak dijaga.

Jangan karena melihat JURNALIS cantik atau seksi sedikit maka birahi penguasa atau pihak yang punya “kekuatan bersenjata” akan naik tinggi bagaikan roket misil yang ditembakkan ke udara. Dan jika gayung tidak bersambut, WARTAWATI itu akan diteror, ditekan, diintimidasi, disekap, diperangkap, disadap, dirusak situsnya dan diperlakukan sangat biadab agar terbalaskan rasa malu atau dendam karena ditampik secara tegas.

Sapa yang mau sama elo ! Sapa yang takut sama elo ! Sorry ye … !

Wajar kami — sesama wartawan — merasa sangat kuatir dan curiga karena kami tidak ingin mereka dijadikan budak seks atau korban pelecehan seksual.

Orang yang ada didalam penjara, untuk makan saja sudah tidak aman. Para tahanan harus terima nasib, memakan apapun yang diberikan. Siapa yang bisa menjamin bahwa makanan itu bersih, sehat dan higenis ?

Bisa saja, didalam makanan siapapun ditaruh racun, obat bius, obat perangsang, bahan kimia mematikan lainnya, atau dimasukkan jampi-hampi ilmu hitam dan hipnotis.

Mengapa sadis sekali memperlakukan wartawan ?

Di Indonesia ini juga ada yang patut dapat diduga berperilaku seperti itu. Ada yang mindik-mindik mengikuti kemana target sasaran pergi, atau kasak-kusuk mau mengundang bawahan dan kolega yang manapun sesering mungkin, agar ketika bertemu bisa disodori makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi dengan unsur-unsur yang sudah tidak sehat, higenis, aman dan “waras”.

Jadi, kalau menggunakan sistem urut kacang maka yang pertama perlu disebut adalah BAN KI MOON sebagai Sekjem Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Kemudian, Ahmadinejad dan Kim Jong Il. Serta para penguasa di negara tertentu, serta oknum aparat negara di Indonesia yang patut dapat diduga “agak-agak kembar siam bakat dan kecenderungannya dalam hal menindas dan menteror JURNALIS”, terimalah pesan kami :

 

“Jangan budek dong, jangan tuli, karena patut dapat diduga suara kebenaran yang diterus disampaikan agar semua pihak mau serta mampu menghargai, menghormati, bekerjasama dan sangat menghargai nilai-nilai HAK AZASI MANUSIA dari  JURNALIS di negara masing-masing”

Malu dong sama wartawan, menghadapi wartawan kok bersikap buas dan terlalu mengada-ada. Kasihan deh Lo !

 

(MS)

Kisah Mistik Oknum Polwan VIVICK & Isteri Pejabat (NYONYA AA) Yang Berkelana Ke Paranornal Untuk Berklenik

TULISAN UTAMA DI WWW.KATAKAMI.COM


 
 

DOMUMENTASI KATAKAMI (Des 2008)

JAKARTA DESEMBER 2008 (KATAKAMI) Bukan sulap sembarang sulap. Ini memang fakta yang terjadi sebenarnya. Kalau didepan media massa, ada Pejabat Negara yang hobi memamerkan perilaku yang “sok santun” tetapi ternyata dibelakang layar sangat klenik !

Baru-baru ini, seorang Pejabat Negara mengutus “sang isteri” untuk mendatangi seorang Paranormal untuk menjatuhkan sesama Pejabat Negara. Bahkan ke Paranormal yang sama, seorang Polwan datang untuk mengurus hubungannya dengan seseorang yang diduga sebagai kekasih gelapnya. Pasalnya, sang Polwan merasa sejak setahun terakhir sudah tidak dibiayai lagi.

Dibandingkan isteri sang Pejabat Negara, sebenarnya yang lebih dulu datang bertamu ke rumah sang Paranormal itu seorang Polwan. Rumah Sang Paranormal itu di daerah ujung Cinere Jakarta Selatan (lokasi tepatnya, tidak bisa kami sebutkan).

Menggunakan rok, sang Polwan ditemani seorang temannya.

Sebutlah nama Paranormal itu “Matahari”  (kami mohon maaf, berdasarkan kesepakatan, inisial nama, nama lengkap, lokasi kediaman dan jenis kelamin Paranormal tidak akan kami muat disini).

Matahari menerima kedua orang tamunya awal Oktober lalu. Sang Polwan membawa foto seorang Perwira Tinggi. Yang pertama dibicarakan adalah soal macetnya pembiayaan dari Perwira Tinggi kepada Sang Polwan.

“Saya ini saudaranya, isteri Bapak ini selingkuh, jadi saya yang mengurus” begitu kata Si Paranormal meniru kata-kata si Polwan yang kuat merokoknya.

Paranormal ini tahu bahwa si Polwan itu menipu.

Sebab, Paranormal itu tahu siapa gerangan Perwira Tinggi yang ada didalam foto, yang dibawa oleh Sang Polwan. Perwira Tinggi itu dikenal sebagai oknum yang sangat tidak terkendali kecenderungannya untuk menyadap secara liar dan ilegal.

“Saya ini sudah belasan tahun dibiayai hidupnya oleh Bapak ini, tetapi sejak setahun terakhir berkurang. Apa ada perempuan lain ? Coba dilihat ! Lalu soal pekerjaan Bapak ini, baru-baru ini gagal jadi Kapolri. Ya, karena Bapak ini berani orangnya. Tapi tolong dibantu biar bisa menjadi … (menyebutkan sebuah jabatan)” lanjut si Polwan.

Foto tersebut ditinggalkan di rumah si Paranormal dengan perjanjian akan kembali lagi untuk mendapatkan hasil “jejampian” yang tokcer.

Sang Polwan tidak mengetahui bahwa foto itu langsung dibakar dan Si Paranormal tidak ingin berurusan dengan Perwira Tinggi tersebut sebab sudah santer terdengar bahwa Si Perwira Tinggi dari Indonesia Timur tersebut sangat kuat penggunaan klenik yang lebih “hitam”.

Sampai dengan hari ini, Paranormal tersebut terus berusaha menghindar dan tidak mau ditemui oleh Sang Polwan tadi. Sebab, Sang Paranormal tahu betapa buruk “bisik-bisik yang berhembus mengenai Perwira Tinggi tadi. Dan Sang Paranormal itupun sudah sangat tahu bahwa antara Sang Polwan dan perwira Tinggi tersebut konon kabarnya memang ada “hubungan gelap”.

 

 

Tak disangka-sangka, Si Paranormal juga mendapatkan kunjungan dari seorang isteri Pejabat Tinggi Negara. Untuk menutupi identitasnya, isteri yang “licik” ini menggunakan kursi roda.

Kedatangan pertama adalah hari Minggu 9 November 2008, bertepatan dengan hari eksekusi ketiga terpidana mati kasus Bom Bali I, Amrozi, Imam Samudera dan Ali Ghufron. Kedatangan berikutnya adalah hari Kamis 13 November 2008. Sama dengan kedatangan pertama, kedatangan kedua juga berpura-pura menjadi orang cacat.

Isteri yang mempunyai “sakit khusus” di bagian kepala ini, menyampaikan keluhan sang suami bahwa ada sejumlah Pejabat Tinggi Negara yang selalu menghalangi dan mengganggu pekerjaan sang suami tercinta. Singkat kata, tolong ditutup, diganggu dan dijatuhkan sejumlah nama Pejabat Tinggi Negara.

Pada kedatangan yang pertama, isteri pejabat tadi menggunakan nama samaran. Di salah satu tangannya penuh dengan gelang emas. Ia meminta kepada Sang Paranormal agar cincin suaminya “dibersihkan”.

Dan betapa terkejutnya Sang Paranormal, cincin itu bertahtakan 44 butir berlian !!!

Sesama Pejabat Negara yang diduga mau dijatuhkan itu adalah beberapa Pejabat di sebuah Instansi yang terletak di kawasan Blok M. Instansi ini sempat dihebohkan oleh kasus penangkapan seorang bawahan. Kami sempat terkesima, bayangkan … beberapa hari sebelumnya, kami masih bertemu dengan Pejabat-Pejabat dari Instansi ini dalam sebuah kegiatan yang mereka adakan di Kawasan Setiabudi Jakarta Selatan.

Pejabat berikutnya, diduga yang berkantor tidak jauh dari Instansi pertama yang kami sebutkan. Diseberang Instansi yang satu ini adalah lapangan sepakbola.

Inilah hidup yang serba penuh misteri.

 

Tidak ada satupun Pejabat Negara yang mau dijatuhkan oleh “suami isteri klenik” ini, yang mengganggu atau menghambat pekerjaan si suami klenik.

Semuanya hanya berdasarkan arogansi yang kebablasan dari si suami yang haus popularitas dan tak sanggup menguasai dirinya saat menerima jabatan yang penuh “kekuasaan”.

Jika memang ia umat yang beragama, untuk apa ke Paranormal dan bermain klenik ? 

Kalau saja masyarakat Indonesia tahu, terutama media massa secara keseluruhan, Pejabat Negara yang doyan klenik ini akan malu luar biasa. Selama setahun ini, ia berusaha mendongkrak citra lewat penanganan kasus demi kasus hukum.

Kalau saja masyarakat Indonesia tahu, terutama media massa secara keseluruhan, Pejabat Negara yang sebenarnya pernah berkantor di Instansi yang terletak di kawasan Blok M tadi, pasti akan malu karena isteri yang tidak cacat disuruh pura-pura menjadi orang cacat. Sehingga, saat mendatangi Sang Paranormal digunakanlah kursi roda.

Hebatnya lagi, sebelum sang isteri yang pura-pura cacat tadi datang, sepuluh hari sebelumnya atau sekitar akhir bulan Oktober 2008, Si Pejabat Negara yang liar berklenik tadi mengirimkan seorang dukun ilmu hitam untuk mendatangi rumah Sang Paranormal. Pura-pura membutuhkan tumpangan, sesama Orang Pintar tadi bertemu secara langsung dan akhirnya si dukun ilmu hitam diizinkan menginap.

Namanya ? Mirip nama ikan belut. Yaitu, Mbah …. (kepastiannya tidak bisa kami tuliskan disini).

Kabarnya, kedatangan itu untuk “mengamankan dan membuka jalan” bagi Sang Isteri agar aman bertemu leluasa dengan Si Paranormal. Si Pejabat Negara ketakutan jika bocor ke media massa.

Si isteri klenik ini, sempat membawa buah tangan parsel buah  yang masing-masing buah diberi sepasang (dua buah). Bahkan si isteri klenik tadi, menjanjikan untuk memberi hadiah kain songket Kalimantan, sepulangnya dari kunjungan keluar negeri. Ia ingin datang kembali ke rumah Paranormal.

Tapi apa daya, KATAKAMI.COM mendapatkan bocoran mengenai semua itu secara gamblang dan tuntas. Betapa menyedihkan, jika ada umat beragama yang jatuh lebih percaya kepada kekuatan sihir dan ilmu klenik.

Informasi awal mengenai hal ini kami dapatkan dari laporan masyarakat.

Kemudian, dalam beberapa hari terakhir ini kami mengadakan investigasi mendalam dan mendapatkan hasil seperti ini. Sayang, cincin bertahtakan 44 butir berlian tadi sudah terlanjur dikembalikan kepada Si Pejabat Tinggi itu. Kalau tidak, kami sudah bermaksud untuk memotret cincin itu dan memasang gambarnya di layar KATAKAMI.COM.

Sang Paranormal sangat terkejut luar biasa ketika diberitahu oleh KATAKAMI.COM bahwa beberapa nama yang disebutkan isteri Pejabat Tinggi tadi, adalah Pejabat-Pejabat penting yang samasekali tidak bersalah kepada Pejabat klenik tersebut.

Berdasarkan panggilan moral untuk ikut berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara, kami membujuk Si Paranormal untuk mencabut dan memulihkan kembali semua “karya” dirinya selama sebulan ini kepada sejumlah Pejabat Tinggi negara.

Kebetulan, kami mengenal baik setiap nama yang dijadikan target sasaran. Terbayang wajah-wajah Para Pejabat Tinggi Negara itu, mereka sudah begitu tulus, iklas dan sangat berdedikasi untuk mengabdi kepada bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

Semua orang tidak akan ada yang menyangka, kelakuan dari suami isteri klenik yang munafik ini. Bayangkan, beberapa orang yang mau dijatuhkan itu adalah “Orang Nomor Satu” di Jajaran mereka. Mohon maaf, untuk detailnya kami tidak bisa memuatnya disini.

Paranormal itu langsung bersedia untuk memulihkan segala sesuatu yang sempat ia buat agar menjadi “kusut dan tertutup”. Yang lebih mengejutkan, bukan cuma satu Paranormal, tetapi masih ada sederet Paranormal lain yang patut diduga dikerahkan oleh pasangan suami isteri klenik tadi untuk dijatuhkan.

Mengapa begitu sulit untuk memberikan penghargaan dan penghormatan kepada sesama Pejabat Tinggi Negara ? Mengapa sangat tak percaya kepada kekuatan Ilahi yang sangat murni dan agung nilainya ?

Dan menutup tulisan ini, pasangan suami isteri klenik tadi, mencantumkan juga dua orang wartawati yang masuk jadi target sasaran mereka. Biarlah cuma kami yang mengetahui kedua identitas wartawati tadi.

Kami pun sadar, betapa besar resiko mengungkapkan fakta dan hasil temuan investigasi kami. Seperti biasa, tindakan pengrusakan terhadap jaringan internet media kami, serta penyadapan liar berupa pencurian SMS-SMS akan semakin gencar dilakukan.

Que sera sera, What ever will be will be.

Biarlah terjadi, apa yang memang harus terjadi. Sebab kami, media yang memang menjunjung tinggi pentingnya faktor kepercayaan dari para PEMBACA. Sehingga, kebenaran akan selalu kami kemukakan.

Kami mempercayai kebenaran dari kalimat bijak ini, “Kebenaran ibarat air sungai yang mengalir, ia akan tetap mengalir walaupun dibendung sekeras apapun”.

Oh ya, kami hampir saja lupa menginformasikan berapa jumlah uang yang diberikan isteri Pejabat Negara tadi. Luar biasa … hanya Rp. 500 ribu.

Kami katakan kepada Sang Paranormal, “Uang Limaratus ribu itu terlalu kecil nilainya, untuk maksud dan tujuan yang sejahat ini. Tolong, jangan jatuhkan para Pejabat tadi. Mereka tidak bersalah. Kasihan, kalau harus diserang dan ditekan dengan beragam ilmu yang macam-macam. Tolong, tolong, tolong”.

Syukurlah, satu Paranormal bisa “kembali ke jalan benar” dan bisa diajak berpikiran waras demi kepentingan bangsa (MS)

Inilah Sebagian Dari Ribuan SMS Kiriman Gories Mere Sejak Tahun 2006-2009 Yang Memang Mengemis-Ngemis Perhatian & Meminta Pertolongan

TULISAN UTAMA DI WWW.KATAKAMI.COM

Jakarta 9 Mei 2009 (KATAKAMI) Kami muat sebagian dari RIBUAN SMS yang diterima Pemimpin Redaksi KATAKAMI Mega Simarmata dari Komisaris Jenderal GORIES MERE dari periode 2006-2009 (Bagian Pertama).

Sekedar untuk memberikan peringatan bahwa kami tidak akan segan-segan membuka semua dokumentasi data dan rahasia, jika patut dapat diduga Sdr GORIES MERE melakukan teror dan intimidasi secara sangat berlebihan karena ingin agar kami menutupi berbagai dugaan pelanggaran hukumnya.

Terutama dugaan pelanggaran hukum yang patut dapat diduga menjadi beking bandar & mafia narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS, serta patut dapat diduga terlibat sepenuhnya sebagai makelar pembunuhan NZ. Jangan korbankan Kombes Wiliardi Wizard. Dan jangan memutar-balikkan fakta. Kami hanya ingin bahwa yang benar dikatakan benar, dan yang  salah dikatakan salah.

Gories, janganlah menjadi serigala berbulu domba.  

Mega Simarmata, Editor In Chief Of KATAKAMI.COM 

 

Tidak, kami tidak mau dipaksa untuk menutupi kebenaran.

Selamat membaca sebagian kecil dari SMS-SMS yang memang mengemis-ngemis perhatian dan permintaan tolong.

Dan ketika KATAKAMI konsisten untuk tetap menyuarakan dan memihak pada KEBENARAN, patut dapat diduga Perwira Tinggi yang sudah 3 tahun mengemis-ngemis perhatian ini kesetanan melakukan teror, intimidasi, tekanan dan pengrusakan terhadap SITUS KATAKAMI. Kasihan, serangannya beda-beda tipis bak serangan hewan buas yang kelaparan.

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (17 Januari 2007, Pada Pukul 15.46.05)
Just arrive in DC, NON

(Gories Mere berada di Washington DC untuk mendampingi KAPOLRI Jenderal Sutanto yang melakukan kunjungan kerja ke AS, guna meminta akses pemeriksaan terhadap HAMBALI, teroris yang ditahan di Guantanamo Kuba).

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (18 Januari 2007, Pada Pukul 11.00.49)

Non, ini jawaban Brigjen Badrodin Haiti :

“Kapolda mana yang dihubungi Pak ? Sampai sekarang saya tdk pernah dihubungi oleh Ka BIN atau orang BIN masalah hal tsb”.

(Hal ini berkaitan dengan kabar bahwa POLRI telah meminta penambahan pasukan dari TNI untuk mengatasi situasi keamanan di POSO. Gories Mere sedang berada di Amerika Serikat, sementara di Gebang Rejo Poso berkecamuk bentrok fisik yang sangat serius antara POLRI dengan kelompok bersenjata. Atas perintah Gories Mere maka dilakukan penyerangan yang kedua kalinya di Poso tanggal 22 Januari 2007 yang mengakibatkan belasan orang sipil tak bersenjata tewas akibat tembakan POLRI. Saat itu, KOMNAS HAM turun ke lokasi bentrok tersebut dan menyimpulkan bahwa POLRI telah melakukan pelanggaram HAM).

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (22 Januari 2007, Pada Pukul 11.29.38)

Di Gebang Rejo, Poso, pagi ini, seberapa hebat dlm Negara Republik, ada berbagai jenis senjata yang ditembakkan kelompok sipil kriminal thd RAID (operasi penyerangan , Red) Aparat Penegak Hukum

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (22 Januari 2007, Pada Pukul 11.49.39)

3 Polri terluka ditembak kriminal bersenjata api yang tercerai-berai lari ke bukit, sedang dikejar terus NON

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (23 Januari 2007, Pada Pukul 08.32.34)

Eh NON mana your comment soal BOZZ MZ (Ryamizard Ryacudu, red).

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (23 Januari 2007, Pada Pukul 08.37.14)

Dia (Ryamizard Ryacudu, Red) nggak yakin ada JI (Al Jamaah Al Islamyah, red), Your Comment ?

 

(Sejumlah SMS dari Gories Mere memang berbunyi yang bernada mengejek Jenderal Ryamizard Ryacudu dan semua SMS yang sangat lancang serta tidak santun ini, tidak ditanggapi oleh Mega Simarmata. Sebab, Jenderal Ryamizard Ryacudu tidak pernah samasekali mengeluarkan pernyataan atau pendapat yang menyalahi aturan dalam tugas-tugasnya sebagai KEPALA STAF TNI ANGKATAN DARAT. Sedangkan Gories Mere, memiliki kecenderungan untuk mengejek dan merendahkan TNI, tetapi juga mengejek dan merendahkan INSTITUSI POLRI. Menurut pendapat kami, Gories Mere adalah perwira tinggi POLRI yang sangat tidak kredibel dan menyebarkan benih perpecahan disana sini).

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (24 Januari 2007, Pada Pukul 13.23)

Kalo nggak pedas dan santun gini, bukan NON lagi.

(SMS ini untuk menanggapi teguran dari Pemred KATAKAMI agar ybs tidak mengganggu Mega Simarmata)

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (24 Januari 2007, Pada Pukul 13.46.42)

Non, rupanya untuk mematahkan semangatmu dan membekukan hatimu, sangat sederhana caranya NON

(SMS ini untuk menanggapi teguran dari Pemred KATAKAMI agar ybs tidak mengganggu Mega Simarmata)

 

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (24 Januari 2007, Pada Pukul 18.33.29)

Mission Oriented ! (SMS untuk Pemberi Semangat untuk Si Pedas dan Pemberani, NON MS.

(SMS ini untuk menanggapi teguran dari Pemred KATAKAMI agar ybs tidak mengganggu Mega Simarmata)

Dari nomor telepon 0811.99.5.999 (28 Januari 2007, Pukul 00.46.10)

Non, kalau misalnya ada yang menyakiti kamu, apakah itu TB 1 (KAPOLRI), P5 (Panglima TNI) atau siapa saja, apalagi si ST (Suryo Tan, red) BABI CACING CAWUK, segera tumpahkan dan curhatkan pada GM, yach. Pokoknya GM siap jadi consultant MS, Ok NON ?

Dari nomor telepon 0811.99.5.999 (29 Januari 2007, Pada Pukul 00.35.52)

I just wake up ‘coz KORINTUS. Kamu itu memang HEBAT meledak-ledak tapi juga penuh KASIH. Saya ingat diri saya tempo dulu. He he. Tapi skr JUGA masih kambuhan sekali2 kalo lagi “battle in d field” (barangkali karena saya born in Green Daugther Hosp, Medan).

Dari nomor telepon 0811.99.5.999 (3 Februari 2007, Pada Pukul 17.41)

Kesulitan hub HP nggak bisa tembus Non Jagoanku dari tadi malam

(Ybs ingin bertemu untuk mengantarkan OLEH-OLEH yang diklaim-nya dibawa dari AMERIKA SERIKAT berupa 7 buah botol PARFUM, tetapi beberapa hari kemudian ada 2 orang JURNALIS di Istana Kepresidenan yang memang memiliki panca indera ke-6 memberitahu Pemred KATAKAMI bahwa tampaknya parfum itu semua ada “isinya” dan tidak baik jika digunakan karena patut dapat diduga terindikasi ada interes pribadi yang menyesatkan dari Ybs ini. Pada periode ini, Gories Mere mengirimkan hadiah HP Nokia 9300 dan keesokan harinya dikembalikan oleh Mega Simarmata karena patut dapat diduga HP tersebut dipasangi alat penyadap. Lalu pada periode ini juga, Gories Mere mengirimkan uang Rp. 2 juta kepada rekening pengusaha mutiara di Lombok NTB untuk mengirimkan sejumlah perhiasan MUTIARA kepada Mega Simarmata).

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (19 Februari 2007, Pada Pukul 01.37.23)

Hey, NON Jagoanku, kami lagi on mission, saya baru keluar dari “our kitchen” sejak kemarin dan sat ini sudah masuk Jakarta. Besok monitor DPR, Selasa masuk lagi ke “our kitchen”. Kalo ada yang bagus, NON yang pertama saya contact yach.

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (14 Mei 2007, Pada Pukul 12.39.37)

Orang-orang benci kepada saya karena :1. Saya pengikut YESUS

2. Saya tampil beda dengan rekan-rekan saya lainnya (ketika semua sudah berbudaya ala birokrat Indonesia yang berpikir mana bagianku, mana korupsi yang kubawa pulang, saya berbudaya yang berpikir dan berbuat apa yang bisa disumbangkan utk orang banyak, rakyat / bangsa & negara)

Dari nomor telepon 0811.99.5999 (8 Mei 2007, Pada Pukul 21.57.54)

I’m still in Madrid Non, Praying, Praying, Praying.

(Sms ini untuk meminta pertolongan terus melalui kemampuan dan karunia doa yang dimiliki Pemred KATAKAMI Mega Simarmata sesuai dengan ajaran agama Katolik. Dan saat berada di Spanyol inilah, GORIES MERE mengadakan pertemuan gelap atau rahasia dengan Pengusaha yang menyediakan alat penyadap dari ISRAEL yang mengeluh banyaknya upeti yang setoran yang harus dikeluarkan jika hendak melakukan investasi ke Indonesia. Tetapi semua ini hanya keterangan sepihak dari GORIES MERE. Pertanyaannya adalah mengapa ia mengadakan pertemuan gelap atau rahasia di luar negeri dengan Pengusaha alat penyadap ?

Dari nomor telepon 0816.999999 (9 Juni 2007, Pada Pukul 14.15.47)

Di Hutan Pantai Selatan Wilayah Gombong, Non.

Dari nomor telepon 0816.999999 (nomor ini atas nama TOMMY WINATA yang digunakan sejak bertahun-tahun lalu oleh GORIES MERE, 13 Juni 2007, Pada Pukul 01.06.28)

We got him. Thank you so much NON, for everything that has been happened & already done.

(Mengucapkan terimakasih karena kemampuan dan karunia doa dari Pemred KATAKAMI Mega Simarmata telah mampu untuk membantu mempercepat penangkapan terhadap teroris)

Dari nomor telepon 0816.999999 (17 Juni 2007, Pada Pukul 08.26.22)

Belum Misa, NON ? Sangat confidential, Only For NON. Ada yang sedang diambil dan sedang dikorek-korek karena masih kunci mulut. Pakai DOA-nya NON lagi, dong …

(Meminta pertolongan lagi dari Pemred KATAKAMI Mega Simarmata yang memang memiliki panca indera ke-6 dan karunia sebagai seorang pendoa).

Dari nomor telepon 0816.999999 (20 Juni 2007, Pada Pukul 23.07.40)

NON, orang-orang nggak tahu yang dibawah permukaan :- ABD (Abu Dujana, Red) bukan Ratu Kecantikan Dunia, Miss World yang untuk touching him dengan big KISSING yang mesra di bibir. Hehehe.- ABD : Military Wing Comannder yang dari analisa IT diketahui- 1. Dalam operasinya ABD selalu membawa senjata api (NORINKHO)- 2. ABD gerakkan Askhary-nya dan kirimkan bahan peledak & persenjataan ke POSO- 3. ABD sdh putuskan utk membalas & menyerang Polri / Satgas Bom yang toghut (setan besar).- ABD sudah perintahkan bawahannya mencari rumah baru untuk pelarian & memindahkan sekolah anak-anaknya. ABD baru 2 hari balik ke rumah dalam rangka segera akan pindah / menghilang.- Kita sudah rencanakan penyerbuan ke rumahnya sore tgl 9 Juni tetapi ketika Petugas kami observasi terakhir lewat jalan belakang sebelum RAID, kaget berpapasan dengan ABD face to face & langsung spontan menyergap sendirian (satu lawan satu).

- Sebenarnya Petugas kami akan melumpuhkan dgn menembak KEPALA ABD. Tapi Ybs berkelit. Menundukkan kepala & pahanya NUNGGING ke ATAS sampai tertembus peluru. Hehehe. Untung dia !

Dari nomor telepon 0816.999999 (29 Juni 2007,  Pukul 03.24.36)

Thank you So Much, NON !
We got another target (Still analizing the IT very seriously for hunting in the field). NON, Please always praying …

(SMS ini mengabarkan kembali bahwa target selanjutnya dari Densus 88 Anti Teror telah didapatkan, dan terus meminta pertolongan karunia dan kemampuan Mega Simarmata sebagai seorang pendoa agar lebih membukakan dan memudahkan jalan menangani serta menangkapi kalangan teroris)

Dari nomor telepon 0816.999999 (25 Juni 2007 Pukul 14.03.00)

Im otw to KL transit Cengkareng non. I will send something this afternoon. Could you received it, Please NON ?

(GORIES MERE berusaha memberikan uang suap Rp. 10 juta agar Pemred KATAKAMI bersedia untuk terus mendukungnya tetapi uang tersebut ditolak alias tidak diterima.

Dari nomor telepon 0816.999999 (22 Juni 2007 Pukul 21.40WIB)

Tolong Ben, sekarang juga bahan tadi dikirim melalui fax.

(GORIES MERE mem-forward SMS yang dikirimkannya kepada KOMBES BENNY MAMOTO yang berisi bahan penting karena GORIES MERE meminta pertolongan dengan sangat memelas agar Pemred KATAKAMI Mega Simarmata menolong DENSUS 88 yang terpojok)

Dari nomor telepon 0816.999999 (26 Juni 2007 Pukul 11.13.39 WIB

Semua jurnalist asing beri comment kalo mereka sangat suka cara SD menjawab yg sagat tangkas & smart, tdk kaya PEJABAT INDONESIA yg suka kamuflase & jawaban berpura-purat api tak ada isinya. Santhi saja yg sdh terbiasa sama jawaban klasik HUMAS government yg mutar2 gak ada ujungnya

Dari nomor telepon 0813.988.788.98 (AJUDAN GORIES MERE bernama SANTOS)

Mat pagi Ibu, apa kabar. Maaf ini dengan saya SANTOS, ADC Pak GM, mungkin saya bisa ketemu Ibu dimana, ini ada titipan dari Bapak untuk Ibu, Mohon petunjuk Bisa ketemu Ibu dimana. Balas. SANTOS

Dari nomor telepon 0816.999999 (29 Juni 2007 Pukul 10.39.56)

Thanks berat semua kerja teramat keras dari waktu ke waktu, NON

(Ucapan terimakasih dari GORIES MERE atas pertolongan yang diberikan Mega Simarmata membantu dan menyelamatkan Densus 88 Anti Teror yang semakin terpojok ketika itu pasca penembakan Abu Dujana di hadapan anaknya. Untuk memberi keseimbangan pemberitaan, Mega Simarmata meminta pendapat, pandangan dan tulisan kolom dari Mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Adhie Massardi dan sebagainya. Dan dimuat di halaman khusus yang dibayar berdasarkan tarif iklan advetorial berbagai surat kabar sehingga menghabiskan dana hampir Rp. 20 Juta)

Dari nomor telepon 0816.999999 (27 Juni 2007 Pukul 23.10.20)

Barusan saya diinfokan bahwa malam ini RAHMA SARITA dalam acara Metro Realitas barusan membuat kalimat kesimpulan sbb : “Jangan sampai perang melawan teroris justru mengorbankan anak bangsa”. Terus, bagaimana kalau tampilan2 media yang mendukung teroris penuh fitnah kepada kebenaran seperti ini harus dipercaya, NON ?

Dari nomor telepon 0816.999999 (23 April 2008 Pukul 11.11.25)

Beberapa waktu belakangan ini saya sering diluar. Skr sdg di Spore. Benar kedua JI itu termasuk sangat penting dan berarti untuk ungkap jaringan JI. Abu Husna bagian pendidikan rekruit doctrine radical JI dan Dr Agus Ketua Mantiqi Poso.

 

BERSAMBUNG  (TO BE CONTINUED … !)

Sepucuk Surat Persahabatan Untuk KOMBES WILIARDI WIZARD

TULISAN UTAMA DI WWW.KATAKAMI.COM 

 

 

 

Saya adalah bagian yang tak terpisahkan dari kasus pelecehan seksual yang dilakukan seorang guru bejat di Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP) khusus untuk anak-anak autis. Kasus pelecehan seksual itu dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan untuk yang pertama kalinya pada bulan Desember 2006 oleh 3 murid perempuan di sekolah khusus itu. Dan andalah yang menjabat sebagai Kapolres Jakarta Selatan pada saat kasus itu dilaporkan. Ivanka dan kedua teman sekolahnya memberanikan diri untuk melaporkan perbuatan sang buru bejat (Pak E inisial guru itu).

Saya adalah sahabat — bahkan bisa dibilang sebagai saudara — dari Cindy Inkiriwang, ibu dari Ivanka yang menjadi korban dari kasus pelecehan seksual itu. Kepada saya, Cindy mendiskusikan rencana pelaporan itu pertama kali. Dan ketika diputuskan bahwa kasus itu benar-benar akan dilaporkan, saya bertugas secara khusus “dibelakang” layar untuk membukakan jalan dan memudahkan mereka untuk meraih segala kebenaran, keadilan dan kemenangan.

Sejak kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen mencuat di media massa secara hebat dalam 2 pekan terakhir, saya pribadi sengaja untuk tidak mengarahkan “sorotan mata” pemberitaan kepada figur anda.

Saya perlu waktu untuk sejenak mengamati semua permasalahan dan perkembangannya melalui media massa.

Saya juga baru tahu kalau ternyata anda sekarang di Divisi Intelijen — setelah pindah dari Polres Jakarta Selatan –. Dan dari pemberitaan, saya ketahui bahwa sebenarnya dalam waktu dekat anda sudah akan dipromosikan menjadi Perwira Tinggi yaitu menjadi Brigjen.

Saya pun baru tahu dari pemberitaan media massa bahwa saat ini anda ditahan di Rutan Brimob Kelapa Dua Depok.

 

Rutan yang didominasi penjagaannya oleh Densus 88 Anti Teror Kelapa Dua. Dan patut dapat diduga, semua sejumlah sudut Rutan itu, terpasang begitu banyak alat pemantau dan alat penyadap. Entah itu dari pihak Densus 88 Anti Teror, ataupun dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tapi ada pemberitaan yang mengatakan Anda ditahan di Rutan Bareskrim POLRI. Whereever you are, no problem !
kombes williardi_wizard_kapolres_jaksel-20060523-002-wawan
Pak Wiliardi, tanpa bermaksud untuk mempengaruhi proses hukum yang dijalankan kepada Anda sebagai tersangka, saya ingin menyampaikan bahwa dari total kesalahan yang kini ditumpahkan kepada anda … tidak semua menjadi kesalahan anda sebagai pribadi.

 

 

Yang menjadi pertanyaannya adalah, apakah patut dapat diduga ada Perwira Tinggi yang sangat “untouchable” di belakang anda untuk memungkinkan pembunuhan itu terjadi ?

Pak Wiliardi, dalam bertugas sebagai JURNALIS maka andalan utama saya adalah hati nurani dan intuisi sebagai wartawan.

Dan ketika saya menanyakan kepada hati kecil saya, apakah anda yang sepenuhnya bersalah dalam kasus pembunuhan ini maka jawaban yang saya terima dari hati kecil saya adalah anda memutuskan untuk menghadapi ini sendirian” dan tidak akan membawa nama siapapun.

Ada apa sebenarnya, Pak Wiliardi ?

Saya tidak perlu repot-repot untuk kasak kusuk kesana kemari jika ingin mencari tahu tentang latar belakang permsalahan tertentu karena kebetulan Tuhan mengaruniakan panca indera ke-6 (SIX SENSE) untuk saya. Sehingga saya dengan mudah dan aman bisa mendengar suara hati siapa saja dan dari mana saja (sejauh apapun dan suara hati siapapun, bisa saya tanya atau saya dengarkan jika berbicara tentang apapun juga).

Anda bukan tipe yang kemaruk uang dan liar tak terkendali dalam menjalankan tugas sebagai POLISI. Sama sekali bukan, paling tidak itulah yang bisa saya simpulkan kalau belajar dari kasus pelecehan seksual dulu dan kalau ditanyakan kepada hati kecil saya.

Kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak autis oleh seorang guru bejat itu adalah kasus pelecehan seksual pertama yang berhasil dimenangkan oleh pihak korban di Pengadilan. Padahal itu dialami oleh anak dibawah umur, menyandang sakit tertentu pula (autis) dan tidak ada bukti kuat seperti cairan sperma atau apapun yang secara nyata akan membuktikan fisik pelecehan seksual tersebut.

Tapi tahukah anda mengapa kasus ini bisa dimenangkan ketiga korban itu ?

Karena ada hati yang bersih, tulus dan apa adanya dalam berharap serta meyakini sesuatu untuk mendapatkan pertolongan Tuhan. Dari 3 orang korban pelecehan seksual itu, 2 orang diantaranya adalah non pribumi dan seorang dari kalangan pribumi. Korban dari pihak keluarga pribumi ini adalah anak dari pedagang sayur di Pasar Induk. Mereka yang sangat tidak mampu. Miskin sekali. Dan anak ini bersekolahpun mengenakan jilbab. Sehingga, bisa dibayangkan betapa bangsat dan biadabnya guru bejat itu, melakukan perbuatan laknat yang terkutuk. Bahkan ketika korban yang sangat lemah ini mengalami MENSTRUASI, ia juga dipaksa untuk mau digerayangi dan dikobok-kobok.

Kelakuan guru bejat itu memang biadab sekali.

Saya dilibatkan dari pihak yang datang dari kalangan non pri (Keluarga Cindy Inkiriwang).

Anda dan jajaran di Polres Jakarta Selatan yang saat itu menangani kasus tersebut terkejut-kejut karena “tekanan” yang saya ciptakan dengan cara yang sangat apa adanya, tak terlihat wujud gerakannya tetapi sangat keras dirasakan.

Tekanan yang saya maksud dan saya lakukan ketika itu, bukan dalam konotasi yang negatif. Saya yang bergerak sendirian di belakang layar untuk melobi semua pihak agar sama-sama “mengawal” kasus ini demi meraih kebenaran, keadilan dan kemenangan untuk ketiga korban.

Selain karena ibu dari salah seorang korban adalah sahabat sejati yang sekeluarga besarnya memang saya sayangi, saya pribadi juga memiliki 3 orang anak perempuan.

Saya melobi sebanyak mungkin Pejabat Tinggi Negara di republik ini untuk memberikan perhatian pada kasus ini. Tetapi walaupun saat itu (dan sampai sekarang sebenarnya), saya mengenal sangat amat baik dan dekat dengan Kapolri yang menjabat di era itu yaitu Jenderal SUTANTO, satu-satunya yang tidak saya “recoki” adalah JENDERAL SUTANTO.

Tapi, saya tetap menggunakan akses langsung yang saya miliki kepada JENDERAL SUTANTO untuk melaporkan kasus ini. Karena sudah paham tentang sifat dan pembawaan JENDERAL SUTANTO yang sangat tenang, saya selalu tahu dan percaya bahwa apapun yang saya laporkan akan diterima serta diperhatikan sebagai bahan informasi. Tetapi ketika itu, saya belum sampai pada tahap meminta pertolongan secara khusus kepada JENDERAL SUTANTO.

Walaupun pada hari pemeriksaan pertama ketiga korban di POLRES JAKARTA SELATAN, ada utusan yaitu anggota POLISI dari kediaman dinas Perwira Tinggi POLRI yang terletak di Jalan Pattimura Jakarta Selatan datang ke Polres Jakarta Selatan untuk menemui saya, sekedar untuk menanyakan apakah semua berjalan dengan baik ? Saya sampaikan pesan dan jawaban kepada anggota POLISI yang dikirim itu bahwa semua berjalan baik.

Mengapa ketika itu saya belum mau meminta pertolongan khusus kepada JENDERAL SUTANTO ?

Sebab dari hitung-hitungan saya sebagai “motor” kemenangan dalam kasus ini, jika yang menangani kasus ini adalah tingkatan Polres maka yang lebih tepat dihubungi adalah Kapolda Metro Jaya. Untunglah saat itu, saya mengenal baik Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Adang Firman, rekan seangkatan Jenderal Sutanto (1973).

Walaupun mereka seangkatan, yang jauh lebih enak diajak bicara guyon adalah Irjen Adang Firman karena sifatnya yang sama-sama suko guyon seperti saya. Kalau kepada Jenderal SUTANTO, saya harus berhati-hati kalau bicara walaupun sering saya candai juga. Tetapi karena Jenderal SUTANTO sangat pendiam maka mau tak mau lawan bicara harus pandai-pandai membawakan diri.

Dulu, saya meminta tolong kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Adang Firman agar Polres Jakarta Selatan menangani kasus pelecehan seksual itu dengan “sebaik-baiknya”. Artinya, jangan sampai pembelokan fakta dalam proses pemeriksaan sebab keluarga dari ketiga korban memang sangat serius untuk membawakan kasus ini ke Pengadilan.

Setahu saya, Irjen Adang Firman langsung menghubungi Anda sebagai Kapolres Jakarta Selatan. Dengan pesan, tangani kasusi itu dengan baik dan sampaikan ke meja kerja Metro-1 laporannya dari waktu ke waktu.

Dalam pertemuan-pertemuan berikutnya dengan saya di lokasi peliputan, saya aktif menceritakan kepada Kapolda Metro Jaya tentang perkembangan penanganan kasus itu di Polres Jakarta Selatan.

Malah saya sempat becanda, “Guru bejat itu Pak, pantasnya nih … diborgol tangannya, terus kita ikat dia di rel kereta  api sana sampai ada kereta api yang lewat untuk melindas. Tapi sebelum dilindas, dicopot dulu alat kelaminnya itu. Biar kapok !” canda saya.

Irjen Adang Firman langsung menjawab dengan guyonan juga, “Waduh, saya yang takut jadinya. Hahaha. Jangan dicopot dong, nanti bagaimana kalau dicopot ? Sabar Mega, ada proses hukum. Serahkan saja pada proses hukum. Hukum tidak akan mentolerir kesalahan yang tidak manusiawi begitu. Saya sudah telpon Kapolres Jakarta Selatan.” jawab Irjen Adang Firman.

Selain dari Jajaran Kepolisian, lobi saya lakukan ke semua Pihak. Beruntunglah saya yang memang sudah banyak dikenal oleh Pejabat Tinggi Negara sebagai Wartawati Senior. Sehingga ketika saya menyuarakan sesuatu yang memerlukan dukungan moril demi mencapai sebuah kebenaran dan keadilan, dengan mudah saya mendapatkan dukungan.

Ketika itu, saya juga berbicara langsung dengan Menko Kesra Aburizal Bakrie. Dari Pak Ical, keluar rekomendasi kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta. Dan dalam hitungan hari, seorang Deputi dari Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan ditugasi mendampingi ketiga korban yaitu dari proses pemeriksaan di Polres Jakarta Selatan sampai Persidangan di PN Jakarta Selatan.

Tak cukup sampai tingkatan Menko Kesra, untuk mendapatkan dukungan moril yang nyata maka kasus pelecehan seksual itu juga saya lobi ke Pihak Istana Kepresidenan (baik Istana Presiden, maupun Istana Wakil Presiden). Bukan untuk mengintervensi proses hukum. Semua menghormati jalannya proses hukum itu. Yang saya usahakan untuk dimiliki untuk ketiga korban yang bernasib malang ini adalah dukungan moril yang melingkar, kuat, kokoh dan tak mudah ditumbangkan oleh arogansi pihak si guru bejat yang dalam keluarga besarnya memiliki anggota keluarga dari aparat keamanan juga (diluar POLRI).

Jadi Pak Wiliardi, sepanjang jajaran Polres Jakarta Selatan menangani kasus pelecehan seksual terjadap ketiga orang korban, posisi saya dibelakang layar yang tak akan pernah bisa “diamati” oleh Polres Jakarta Selatan. Baru sekarang saya ceritakan kepada anda.

Cindy, ibu dari Ivanka (salah seorang korban), yang terus menceritakan kepada saya perkembangan penanganan kasusnya.

Pada suatu kesempatan, Cindy bercerita kepada saya.

“Ga, itu Pak Damanik becanda begini tadi ke gue  … Waduh pusing saya Bu Cindy, siapa sebenarnya Ibu ini. Semua petinggi, boss-boss di Mabes ngecek langsung. Kemarin ada memo di meja saya. Damanik, kau jangan pulang hari ini ke rumahmu sebelum kau tangkap guru itu” ungkap Cindy menirukan Pak Damanik, yang saat itu menjadi salah seorang Kanit (Kepala Unit).

Mohon maaf karena saya ini awam tentang nama-nama jabatan di dalam unsur Kepolisian, saya tidak tahu Kasat apa istilah jabatan beliau tapi di bagian itulah semua pemeriksaan.

Ketika Cindy menceritakan itu, memang pemeriksaan kepada ketiga korban sedang terus berlangsung. Dan pemberitaan di semua media massa sangat gencar.

 

Dan baru saya ceritakan juga kepada anda, Pak Wiliardi.

Saya yang ada di belakang semua pemberitaan yang sangat “gegap gempita”. Saya menghubungi langsung sahabat-sahabat dan sejumlah senior yang menduduki posisi penting di media massa. Saya memang tipe manusia yang tidak akan pernah mau menyerah dalam memperjuangkan sesuatu yang saya yakini sebagai sebuah kebenaran.

Sampai titik darah penghabisan, kebenaran akan saya perjuangan dengan cara saya.

Ada yang lucu dari proses pemeriksaan yang ditangani jajaran Polres Jakarta Selatan yaitu setelah guru bejat itu ditangkap oleh Petugas Kepolisian dari Polres Jakarta Selatan.

Mau tak mau, saya jadi sering mendatangi Polres Jakarta Selatan setiap kali ada pemeriksaan kepada ketiga korban. Pemeriksaan biasanya di lakukan di lantai 3.

Di ruangan yang bersebelahan dengan ruangan pemeriksaan kepada ketiga korban, saya pernah melihat belasan orang siswa SMA yang baris berjejer dengan mengenakan celana dalam.

Saya katakan kepada Cindy, “Busyet, itu porno bener. Kenapa gak sekalian aja ditelanjangi ya Cin, biar klewer-klewer anu-nya kelihatan” canda saya kepada ibu dari salah seorang korban.

Cindy menjawab, “Gila lu, itu kayaknya anak-anak SMAyang tawuran. Pada degil-degil, bukannya sekolah, ini malah tawuran” jawab Cindy yang duduk bersebelahan dengan saya di bagian luar ruangan pemeriksaan.

Kemudian ada pengalaman yang juga sangat lucu sehingga kami tertawa terbahak-bahak kegelian.

“Ga, itu tuh polisi yang nangkap si guru itu. Yang itu tuh, yang masuk ruangan.  Gue juga gak tahu namanya” kata Cindy menunjuk seorang lelaki muda bertubuh kekar, rambut gondrong, muka seram dan … hancur deh penampilannya.

Saya jawab, “Ya ampun Cin, busyet, jelek bener penampilannya. Takut gue. Yaelah, mana orang tahu kalau dia polisi ya. Serem bener tampangnya” jawab saya.

Cindy dan saya tertawa terbahak-bahak membayangkan si guru bejat yang melakukan pecelehan seksual hampir ke seluruh murid perempuan di sekolah khusus itu, pasti bisa kencing di celana ketika ia harus ditangkap oleh “tim buru sergap” Polres Jakarta Selatan yang dari tampangnya saja sudah sangat awut-awutan.

Jadi setiap kami datang ke Polres Jakarta Selatan, maka yang pasti menjadi perhatian kami adalah sebuah ruangan dekat ruang pemeriksaan korban. Sebab di ruangan itu, polisi yang penampilannya sengaja di buat awut-awutan dalam penyamarannya. Dan memang, harus diakui penyamaran mereka sempurna betul. Hancur abis !

Dan Cindy pernah menyuruh saya untuk mengantarkan nasi kotak yang sebenarnya dibelikan untuk ketiga korban yang menjalani pemeriksaan. Nasi kotak itu sengaja dibeli lebih banyak karena mau diberikan kepada “tim buru sergap” yang awut-awutan kayak benang kusut itu penampilannya.

“Ga, lu anterin nih buat mereka” kata Cindy.

“Ogah ah, gue takut. Ngeliat dari jauh aja, gue yang gemetaran sendiri. Busyet tuh, kalau beredar di luar sana. Orang mana ada yang percaya kalau itu polisi. Dikira tukang bakso, kuli bangunan atau pedagang kaki lima kali. Hebat mereka ya nyamarnya” jawab saya.

Akhirnya ketika itu, Cindy yang mengantarkan nasi kotak itu kepada polisi-polisi yang menjadi “tim buru sergap” tadi.

Dan setelah nasi kotak itu diantar, kami jadi ketawa lagi terbahak-bahak. Pasalnya, polisi yang “awut-awutan tadi” menyampaikan sesuatu kepada Cindy. Sebenarnya omongan yang disampaikan ssangat serius dan biasa-biasa saja yaitu sebagai atensi atau kepedulian dari aparat penegak hukum.

“Ga, tadi kata polisi yang gondrong itu. Bu, tenang saja. Tidak apa-apa. Guru itu sudah kami masukkan ke sel. Jadi anak Ibu tidak perlu takut” kata seorang polisi yang “awut-awutan” tadi.

Tapi memang dasar Cindy – yang sama”sintingnya” dengan saya — malah geli mendengar omongan itu.

Bukan karena isi omongannya tetapi mimik muka dan penampilan si polisi yang bicara itu tidak bisa menghentikan rasaa geli.

“Lu tau tahu, waktu dia ngomong mukanya serius lho. Tapi ngeliat rambutnya kriwil-kriwil sebahu, gue jadi geli sendiri” jawab Cindy

Pak Wiliardi, kasus pelecehan seksual itu akhirnya memang dimenangkan oleh ketiga korban. Guru bejat itu dinyatakan terbukti bersalah dan divonis pidana kurungan 1,5 tahun. Dari awal, kami sudah sepakat bahwa berapapun vonis pidana kurungannya tidak jadi masalah. Yang penting keputusan untuk menyatakan bahwa si guru bejat itu “TERBUKTI BERSALAH” adalah tujuan utama yang ingin diraih.

Tidak cuma KEPOLISIAN, dari unsur KEJAKSAAN juga saya “kunci” untuk tidak mengabaikan prinsip kebenaran dan keadilan yang seadil-adilnya kepada ketiga korban.

Sebelum persidangan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, saya berbicara langsung dengan Jaksa Agung (yang ketika itu dijabat oleh Abdul Rahman Saleh).

Saya ceritakan duduk persoalannya kepada Jaksa Agung yang bertemu dengan saya di Istana Kepresidenan (periode 1999-2008 saya bertugas sebagai Wartawan yang meliput di Istana Kepresidenan). Intinya, JAKSA PENUNTUT UMUM dalam kasus pelecehan seksual ini jangan pernah mau disuap atau diminta untuk “kongkalikong” dengan pihak terdakwa.

Saya belum menghubungi Cindy, sahabat saya, yang merupakan ibu dari salah seorang korban pelecehan seksual itu pasca mencuatnya pemberitaan tentang kasus pembunuhan ini.

Tapi saya bisa menebak bahwa pasti Cindy dan ketiga korban itu akan sangat sedih bila mendengar anda ditangkap, ditahan dan kini berhadapan dengan masalah hukum yang cukup pelik.

Ketiga korban — walau merupakan anak-anak malang yang menderita sakit autis — tetapi pada dasarnya mereka tahu bahwa semua Om Polisi dan Tante Polwan yang ada di Polres Jakarta Selatan, sangat baik kepada mereka. Tidak seperti Pak E …, guru yang mereka benci karena hobi menggerayangi tubuh murid perempuannya dengan biadab disela-sela jam pelajaran.

Walau mereka anak-anak yang kondisi dirinya sangat “khusus”, hati mereka tetaplah hati anak-anak yang sangat putih, polos, suci dan sangat apa adanya. Mereka sangat senang kepada Anda dan Jajaran Anda di Polres Jakarta Selatan. Itu sebabnya, tidak sulit bagi orangtua mereka untuk mengajak ketiga korban untuk datang ke Polres Jakarta Selatan.

Tidak satu rupiahpun kami menyuap agar kami yang dimenangkan. Malah patut dapat diduga, pihak lawan dalam kasus inilah yang patut dapat diduga hendak menyuap Pihak Kepolisian di Polres Jakarta Selatan tetapi samasekali tidak ditanggapi. Apalagi anggota keluarga dari si guru bejat itu yang kabarnya anggota dari aparat keamanan tertentu berpangkat perwira menengah, ikut turun ke lapangan agar bisa membebaskan si guru tadi.

 

Ketika Cindy menceritakan kepada saya bahwa keluarganya pernah didatangi dan diteror akibat kasus ini, saya yang melaporkan ancaman dan teror dari “petugas berseragam hijau tadi” ke Pejabat Militer yang pangkatnya jauh di atas dari si perwira menengah tadi.

 

Masjid Haji Abu Wizar yang didirikan di samping Polres Jaksel semasa Wiliardi Wizard jadi KAPOLRES

 

Pak Wiliardi, walau sangat terlambat, izinkan saya menyampaikan ucapan terimakasih dari lubuk hati yang terdalam untuk kinerja yang sangat amat baik luar biasa dari Jajaran yang anda pimpin di Jakarta Selatan.

 

 

Mungkin sebagian media mengatakan keberhasilan Polres Jakarta Selatan adalah saat menangani kasus perseteruan Mayangsari dengan pihak Halimah Triatmodjo dan kedua anaknya yang menyerang kediaman Mayangsari, tapi dimata saya (dan tentu di mata anak-anak yang menjadi korban pelecehan seksual itu), keberhasilan Anda dan Jajaran Polres Jakarta Selatan adalah saat menangani kasus pelecehan seksual terhadap 3 orang anak perempuan yang mengidap sakit autis.

Fakta-fakta mulai bermunculan bahwa anda terlibat secara langsung di lapangan.

Tapi hati kecil saya mengatakan anda sebenarnya “tidak bersalah”.

Pak Wiliardi, terimalah uluran tangan saya sebagai tanda empati yang tulus. Hati kecil kami tidak bisa dibohongi atau dipaksa untuk ikut menghujat serta ramai-ramai dalam euforia di luar sini untuk menunjuk muka anda bahwa anda adalah pembunuh.

Di mata kami, di hati kami, anda tetap seorang Polisi yang membanggakan.

Tolong, jangan rusak rasa hormat dan kecintaan dari ketiga orang anak yang menjadi korban pelecehan seksual dulu. Mereka begitu sayang dan bangga kepada semua Om Polisi dan Tante Polwan yang ada di Polres Jakarta Selatan.

Just tell us the truth, Pak Wiliardi.

Katakan kepada kami, katakan kepada semua orang, katakan kepada Tim Penyidik anda, katakan kepada Indonesia, apa sebenarnya yang terjadi dan siapa sebenarnya yang ada “dibelakang” anda.

Dengarkanlah suara hati anda yang paling dalam dan paling tulus.

Betul anda memang ada secara fisik dalam rapat atau pertemuan dengan tersangka utama dalam kasus ini misalnya (Pejabat Tinggi Negara yang berinisial AA).

Tapi, jangan paksa kami untuk mengabaikan suara hati kami sendiri.

Anda terlalu baik tetapi kebaikan itu akan sangat sia-sia jika mau pasang badan untuk siapapun dalam internal POLRI yang pangkat dan angkatannya memang diatas Anda.

Tidak akan ada gunanya jika membiarkan ada sepotong fakta menjadi tetap tertutup dan sulit dibuka oleh tangan-tangan kebenaran dalam kehidupan ini. Anda kunci dari terkuaknya kebenaran itu secara baik.

Katakanlah sejujurnya, apa dan siapa sebenarnya yang terlibat.

Katakanlah sejujurnya, apakah patut dapat diduga KOMJEN GM terlibat dalam kasus ini ?

Demi ketiga anak kecil yang menjadi korban pelecehan seksual dulu — yang kasusnya sangat berhasil mengusung prinsip kebenaran dan keadilan bagi ketiga korbgan yang lemah tak berdaya — semoga Anda mau untuk berkata jujur.

Selain demi ketiga anak kecil yang sangat menghormati dan mencintai Jajaran Polres Jakarta Selatan yang anda pimpin dulu, berkatalah sejujurnya … demi kebenaran itu sendiri.

Kebenaran itu ibarat air yang mengalir, ia akan tetap mengalir walau di bendung sekalipun.

Dalam konteks ini Pak Wiliardi, anda tinggal memilih. Apakah Anda memilih menjadi air yang menjadi lambang kebenaran itu, atau justru anda memilih untuk menjadi bendungan yang menjadi simbol penghalang kebenaran itu.

Anda, dan Jajaran Polres Jakarta Selatan, selalu ada di hati kami.

Dan kami ingin, keberadaan Anda di hati kami adalah sebagai Wiliardi Wizard yang bersedia untuk selalu mengedepankan kebenaran. Bukan sebagai Wiliardi sang pembunuh yang mau-maunya berkorban untuk pasang badan demi si pembunuh yang sebenarnya.

Saya belum ingin menelepon Ivanka, salah seorang anak yang menjadi korban pelecehan seksual itu untuk menceritakan kasus yang menimpa anda ini. Saya juga tidak ingin mengajak Cindy (sang ibunda dari Ivanka) untuk datang membesuk anda. Sebab kalau Cindy membesuk, berarti Ivanka ikut.

Anak-anak yang menderita autis, jangan dianggap sepele karena sebenarnya tingkat kecerdasan mereka diatas rata-rata. Untuk jenis penyakit atau kelainan autis ini, pilihannya ada 2 bagi si anak yang menderita. IQ mereka dibawah rata-rata atau diatas rata-rata. Sehingga bagi anak yang bernasib sial memiliki IQ dibawah rata-rata, keberadaan mereka tidak akan ada bedanya dengan anak-anak idiot.

Tetapi Ivanka, memiliki IQ diatas rata-rata. Saat kasus itu terjadi saja, Ivanka sudah mencapai GRADE 2 dalam kursus tarian Ballet yang diikutinya. Padahal itu tahun 2006-2007. Pasti saat ini, tingkatan atau GRADE Ivanka dalam kemampuan tarian ballet-nya jauh lebih tinggi.

Saya takut, Ivanka bertanya kepada anda.

“Om Polisi, kenapa Om dipenjara. Om salah apa ? Kan Om Polisi, harusnya menangkap penjahat. Kok sekarang, malah Om yang ditangkap ?”.

Saya yakin, kesana arah pertanyaan dari Ivanka kalau misalnya ia diberitahu bahwa salah seorang polisi di Polres Jakarta Selatan — tempat kasusnya dulu ditangani — saat ini sedang dipenjara karena kasus pembunuhan.

 

Salam persahabatan dari kami, Pak Wiliardi.

 

Kami tidak malu mengakui bahwa kami adalah sahabat anda. Kalau saat ini, sejumlah besar orang yang sebenarnya kenal dengan anda, mendadak menjadi tidak ingin kenal maka kami orang pertama yang menyatakan bahwa kami sahabat Anda.

Kami tidak malu untuk menyampaikan Anda polisi yang membanggakan selama ini.

Keterlaluan kalau ada yang bilang Anda membunuh karena ingin naik pangkat dan berambisi jadi Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya tetapi Kapolri BHD lebih memilik Mochamad Iriawan yang menduduki posisi tersebut.

Maaf ya, patut dapat diduga Kapolri BHD juga semasa menjadi Kabareskrim Polri berambisi kok jadi KAPOLRI. Sekarang saja, patut dapat diduga Jenderal BHD mau melakukan apa saja untuk menyenangkan hati Presiden SBY agar tetap dipertahankan sebagai KAPOLRI, sehingga akhirnya membuat POLRI menjadi tidak netral.

Hati-hati ya dalam memerintahkan bawahan menyampaikan pernyataan publik terkait kasus ini. Jangan paksa kami untuk membuka fakta-fakta yang kami ketahui seputar ambisi jabatan.

Patut dapat diduga, seorang Komisaris Jenderal POLRI ada yang gelap mata ingin jadi Kabareskrim, Wakapolri atau KAPOLRI. Tiga jabatan sekaligus yang diincar saat ini. Mau bilang apa sekarang ? Akibat air liurnya ibarat menetes didera ambisi, patut dapat diduga perempuan simpanan dari perwira tinggi POLRI ini sampai nekat ke PARANORMAL. Bukankah itu hal yang menjijikkan ? Tak cuma menjijikkan tapi sesat luar biasa. Lalu karena tahu, bahwa kami mengenal banyak Pejabat Tinggi Negara si KOMJEN jenis yang satu ini sampai pernah membelikan 7 botol parfum, mutiara, mengirimkan ribuan pesan singkat SMS dan sebagainya (hanya untuk sekedar mengemis perhatian yang sangat menjijikkan). Ambisi kotor yang sangat busuk itu, patut dapat diduga menjadi bagian dari nafas kehidupan perwira tinggi model seperti ini.

POLRI jangan sok pintar untuk menciptakan alibi atas perintah Kapolri BHD demi mencari pembenaran. Untuk mencari kebenaran, biarkan anak buah yaitu PENYIDIK POLDA METRO dan Tim PROPAM POLRI melakukan pemeriksaan yang intensif secara menyeluruh.

KAPOLRI BHD, patut dapat diduga sangat kreatif mengarang alibi untuk menyelamatkan POLRI.

Eh Bung BHD, maaf ya, kami ingin memberitahukan bahwa siapapun PIMPINAN POLRI maka ia hanya bisa menyelamatkan POLRI kalau anda profesional dan tidak menyeret POLRI menjadi tidak netral demi menyenangkan hati PENGUASA.

Menangani seorang KOMJEN saja, patut dapat diduga KAPOLRI BHD tidak punya nyali dan sangat rendah diri untuk menindak tegas semua dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan KOMJEN tertentu dalam lingkungan POLRI.

Sudahlah, kami juga tahu beberapa fakta yang sangat riil di lapangan. Satu contoh kecil saja, karena patut dapat diduga ingin menjilat kepada atasannya yaitu KAPOLRI JENDERAL SUTANTO, maka ada seorang KOMISARIS JENDERAL di Jajaran Bareskrim Polri semasa kepemimpinan Jenderal Sutanto yang dengan sangat lancang berani mengundang seorang wartawan ke ruang kerjanya.

Lalu kepada wartawan itu, dikatakanlah bahwa dari semua polisi di POLRI … hanya si KOMJEN inilah orang yang berjasa kepada JENDERAL SUTANTO sebab si KOMJEN ini yang mau jadi panitia pernikahan anak dari JENDERAL SUTANTO. Omongan yang samasekali tidak santun, tidak benar, ngarang saja dan lebih bermuatan penjilatan. Omongan itu sampai ke telinga Pemimpin Redaksi KATAKAMI Mega Simarmata dari wartawan yang di undang ke ruang kerja si KOMJEN tadi.

Dan kami laporkan kepada JENDERAL SUTANTO. Untung saja, JENDERAL SUTANTO memang Pimpinan yang bijaksana sehingga selalu bersedia memberikan maaf dan permakluman. Dari dulu saja, patut dapat diduga sudah tercium bau ambisi yang kotor dan penuh penjilatan. Apalagi sekarang ! Jangan macam-macam deh. Daripada kami buka-buka semuanya.

POLRI harus tetap profesional dan NETRAL.

(Camkan itu, hei engkau yang patut dapat diduga masih mengidap sakit penjilatan kepada kekuasaan).

friendship-3.jpg image by tiddlytwinks

 

Oke Pak Wiliardi, sekali lagi semoga anda mau menyuarakan kebenaran.

Semoga anda tabah dan tetap tenang menjalani semua pemeriksaan dan persidangan. Dari kejauhan, kami sungguh berharap anda mau mempertimbangkan ini. Suarakan kebenaran. Katakan, apa sebenarnya yang terjadi. Masih tetap terbuka kesempatan untuk mengatakan hal yang sebenarnya terjadi.

Jangan karena Anda memang pernah bertugas sebagai Kapolres di NTT, maka patut dapat diduga ada “PELAJARAN MENGARANG BEBAS” yang sengaja dimunculkan sehingga terbangun opini publik bahwa keterlibatan sejumlah EKSEKUTOR PEMBUNUHAN dalam kasus Nasrudin Zulkarnaen yaitu lelaki FLORES NTT adalah karena faktor tadi.

Sekarang kalau kami balik pertanyaannya, ada PEMBUNUH FLORES terlibat, apakah memang karena Anda pernah tugas sebagai Kapolres di NTT, atau patut dapat diduga ada KOMISARIS JENDERAL FLORES dalam struktur organisasi POLRI yang menjadi makelar pembunuhan dalam kasus yang sadis, brutal dan tak manusiawi ini ?

Sekali lagi Pak Wiliardi Wizard, TERIMAKASIH dari lubuk hati kami yang terdalam, atas kinerja yang sangat amat baik saat Anda memimpin POLRES JAKARTA SELATAN dalam menangani kasus pelecehan seksual yang dialami oleh 3 orang anak-anak dibawah umur sebagai korban dari kebejatan guru mereka sendiri.

Anda bukan PEMBUNUH. Apa bedanya, Anda yang dikabarkan menyerahkan uang kepada eksekutor pembunuhan dalam kasus Nasrudin Zulkarnaen, dengan sindikat Komisaris Jenderal GM yang patut dapat diduga menerima uang miliaran atau bisa jadi triliunan dari bandar dan mafia narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS agar untuk yang ketiga kalinya lolos dari jerat hukum ?

Untuk menyelamatkan sejumlah Perwira Tinggi POLRI yang terlibat, patut dapat diduga KAPOLRI BHD yang saat bandar MONAS sengaja diloloskan dari jerat hukum itu menjabat sebagai KABARESKRIM POLRI, sengaja mencopor 5 Penyidik BARESKRIM POLRI dari kalangan bawah saja.

Apa bedanya, kesalahan Anda yang diminta menyerahkan uang atau diminta menemui Antasari untuk mewakili makelar utama dalam kasus pembunuhan ini, dengan skandal hukum paling memalukan dalam penanganan narkoba yang jungkir balik terkait bandar narkoba MONAS itu ? Tidak ada bedanya. Malah patut dapat diduga, jumlah uang yang diserahkan bandar narkoba MONAS kepada oknum Perwira Tinggi POLRI yang menjadi bekingnya mencapai triliunan rupiah.

Dimana bedanya ? Sama-sama uang, malah yang paling sial disini adalah KOMBES WILIARDI WIZARD karena mau saja disuruh menyerahkan uang (tanpa tahu resiko berurusan dengan mafia-mafia pembunuhan yang patut dapat diduga juga menjadi beking dari bandar narkoba).

Sympathy024.gif image by GraphEmp

 

Lalu apa bedanya, kesalahan dari KOMBES WILIARDI WIZARD yang dimanfaatkan tangannya untuk menyerahkan uang Rp. 500 juta kepada pembunuh di lapangan, dengan KAPOLRI BHD yang patut dapat diduga memanfaatkan INSTITUSI POLRI untuk memenangkan Presiden SBY dalam Pemilu Legislatif 2009 ? Sehingga, patut dapat diduga semua tindak pidana kecurangan menjadi mental tak bisa diproses secara hukum akibat ulah Jenderal BHD yang ngotot membela penguasa.

Dimana letak perbedaannya ? Kalau Jenderal BHD ingin profesional sebagai Pimpinan, maka pertanyaannya adalah mengapa patut dapat diduga sejumlah POLISI yang terlibat dalam kasus dilepaskannya bandar judi DONI HARIYANTO — yaitu yang patut dapat diduga bersekongkol dengan Jaksa dan sama-sama mendapatkan uang suap Rp. 700 juta agar bandar judi itu dilepaskan di tempat parkir — tidak diproses secara hukum padahal POLISI itu menerima uang suap. Dan bukan justru memberikan ?

Mengapa tidak diproses, oknum KOMJEN GM yang patut dapat diduga menerima uang triliunan rupiah dari bandar narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS sehingga si bandar keparat ini bisa 3 kali berturut-turut diloloskan dari jerat hukum (padahal isteri dari Monas sudah mendapatkan vonis mati ) ?

Dimana keadilan itu ? Dan dimana wibawa Pemimpin yang tidak mampu menindak secara adil dan merata kepada para bawahannya ? Hentikan semua omong kosong yang bola liarnya sengaja mau dibuat untuk membusukkan KOMBES WILIARDI WIZARD. Hati-hati, banyak kasus yang patut dapat diduga disembunyikan oleh KAPOLRI BHD.

Jangan ada satu manusiapun yang kebetulan saja saat ini menduduki jabatan penting merasa berhal dan sok mau jadi raja tega. Belagu benar. Kami sarankan, mematut diri sekarang di depan cermin.

Alias, NGACA DULU dong lu !

 

 

 

 

 

Salam Persahabatan,

Mega Simarmata

Pemimpin Redaksi KATAKAMI